KESALAHAN

KESALAHAN
bab 36


__ADS_3

Pertemuan sore ini selesai dengan baik, anak - anak akan melanjutkan kehidupan mereka sesuai dengan cita - cita dan keinginan mereka.


secepatnya Dini akan berangkat ke negara nya Tina. Dan Dian akan berangkat ke desa permai.


Setelah pembahasan tadi Dini dan Dian terlihat biasa saja. Seperti yang mereka katakan bahwa mereka tetap mencintai Roby sebagai ayah mereka. Dini sebagai wanita sedikit banyak membayangkan semua yang terjadi dan semakin kagum akan ayahnya.


Tapi Dian dibalik diamnya dia penasaran seperti apa sosok Guntur. Karena sejauh ini walau Roby masih berteman sepertinya mereka jarang dan hampir tidak pernah bertemu.


Hari ini Dini berangkat ke negara Tina, diantar oleh keluarganya. Sepulang dari bandara Dian ikut ke kafe Qara bersama ayahnya setelah Ibu dan adik -adiknya diantar ke rumah. Selesai melihat dan memperhatikan cara kerja karyawan di kafe Roby hendak mengajak Dian keluar membeli perlengkapan untuk dia bawa ke desa. Sehubungan dengan meningkatkan kerja lahan percontohan milik Roby.


Baru saja mereka hendak keluar Guntur masuk dan menyapa


" Hai Bro lama tidak bertemu , apa kabar dan mau kemana?" tanya Guntur begitu melihat Roby.

__ADS_1


" kabar baik, emang jam istirahat kantor ? kok sudah keluar" tanya Roby.


" sebentar ada pertemuan dengan klien disini, jadi menunggu mereka datang aku mau bersantai dulu" sahut Guntur.


" ah ya silahkan kalau begitu, kami mau keluar dulu" ucap Roby dan mengajak Dian.


" ok, silahkan " ucap Guntur dan berlalu ke mwja yang sudah dia pesan sebelumnya.


" kamu tidak mau tanya itu siapa hmmm?" ucap Roby kala mereka sudah diluar kafe. Melihat Dian yang diam sedari tadi.


Dan dibalas anggukan oleh Roby dan mereka pun meneruskan perjalanan mereka .


Hari demi hari berlalu keinginan Dian bertemu dengan Guntur menjadi terlupakan karena begitu sibuk dengan persiapan ke desa.

__ADS_1


" Ini mau ayah antar ke desa? atau mau naik bus aja?" goda Roby saat Dian hendak berangkat ke esokan harinya.


" setelah Dian pikir sepertinya Dian akan berangkat naik bus aja yah. Jangan kemana- mana diantar ayah. Nanti adek pasti minta ikut kalau ke desa. Biar aja mereka sekolah ." terang Dian pada ayahnya sore itu.


" ya sudah kalau itu keputusan mu, pamitlah kepada kedua adikmu . Biar ayah antar besok ke stasiun" ucap Roby sambil menepuk punggung Dian. Dia tahu bahwa Dian sangat dekat dengan Bima.


Hari berlalu dengan cepat sekarang Dian sudah ada di desa menggantikan posisi Roby. Dini mulai magang di negara Tina menunggu kuliahnya selesai.


Hari ini Siti datang ada pertemuan dengan para dokter di kota Jakarta. Mereka menginap di hotel dan siang ini Siti dan Rayhan bertemu dengan Roby juga Mina di kafe Qara.


Mereka menduduki meja khusus di sudut kafe. Dan mulai berbicara mengenai semuanya termasuk soal Dian dan Dini. Terlalu asyik mereka berbicara walau terkesan berbisik namun jika di dengarkan dengan baik akan terdengar begitu jelas. Tak disengaja ternyata Guntur ada di sekitaran meja mereka sedang menikmati makanan nya.


Dia mendengarkan dengan seksama dan begitu kaget dengan kenyataan yang ada. Begitu lama dia menikah dengan Riska namun sampai hari ini mereka belum memiliki keturunan. Padahal usia sudah tak mengijinkan lagi untuk memiliki keturunan.

__ADS_1


Perlahan Guntur berlalu dari sana , dia segera pergi ke kantornya. Semakin lama di kafe dan mendengar omongan 2 pasang manusia itu membuatnya semakin terpukul dengan semua.


__ADS_2