
Pesona mawar terasa familier bagiku,tetapi kepribadian nya pun sesuatu yang baru sama sekali berbeda dari yang ku bayangkan.aku bersusah payah menyingkirkan sikap dingin ku Pada hal - hal yang ada di sekeliling ku hanya untuk demi dirinya, melancarkan satu langkah cepat untuk membawanya kedalam hidup ku yang kosong sejak emily istri ku meninggal 5 tahun yang lalu.
Emilly mempunyai nuansa rambut yang sama dengan mawar, merah yang cantik dan lurus menjuntai halus di sepanjang punggung nya. Untuk sedetik yang terasa menyiksa,aku sempat bertanya - tanya pada diriku sendiri mengenai semua pemikiran mawar tentang seorang Revan menurut cara pandangnya. Apa dia menganggap ku sebagai pria tua yang menjijikan dan tidak tahu malu...
"Jadi kita hanya akan uh,mmm well tidur bersama dan kau akan menolong radit untuk di bebaskan ? Mengapa aku seperti sedang mendengar sebuah manuskrip untuk film, tuding mawar yang serta merta menyoroti wajahku dengan penuh antisipasi.
"Tentu saja mawar, aku pria yang tidak pernah mengingkari janji lagi pula kau sudah mengantongi kartu namaku, alamat dan nomor yang kamu bisa hubungi. Dan lainnya tertera disana," balasku kemudian.
Ku pikir itu bukan ide yang aman,aku akan mencari jalan lain yang lebih pantas Untuk mengeluarkan kaka ku dari sana.ucapan wawar di dalam hatinya...
__ADS_1
Aku memang tidak mengetahui seluk beluk hukum tetapi aku akan mencoba dengan segala upaya yang aku lakukan," tolak nya mantap
Aku belum pernah menerima kegagalan sebab aku Percaya bahwa aku dilahirkan sebagai pendominasi jika aku menginginkan sesuatu maka aku akan mendapatkan nya.
Begitu juga dengan mawar, aku sangat menginginkan nya, mawar punya daya tarik yang mengundang sekaligus mengagumkan bagiku, setiap kali pandangan kami bersinggungan rasanya seperti sekotak hadiah yang di siapkan oleh sinterclass yang pernah ku percaya ada semasa kecil dulu. Sesuatu yang belum pernah ku jumpai pada orang lain bahkan pada emilly sekalipun.
"Itukah keputusan mu mawar,?"
Mawar, Mawar,Mawar aku suka menyebutnya dengan logat ku. mengulangi nya sampai menimbulkan kesan akrab yang ku harap tidak lagi menimbulkan jarak di antara kami, tetapi aku akan berhati - hati aku tidak ingin membuat wanita itu lolos dari genggaman atau membuatnya berpikir bahwa aku pria sinting yang hanya peduli pada ************ ku saja.
__ADS_1
" jika memang begitu menurutmu," maka aku akan menghargai nya mudah mudahan kau berhasil sebab seperti yang kita tahu lingkungan di dalam penjara cukup keras, aku yakin kau juga pernah mendengar semuanya di suatu tempat," sambung ku dengan seringai yang sengaja ku tinggi kan di sudut bibirku.
kepanikan lagi - lagi mengendap di mata mawar, aku tahu perkataan ku tadi sedikit banyak mulai menularkan pengaruh pada hati nya. sekarang dan itulah yang ku ingin kan...
memanfaatkan kondisi nya yang goyah memikat nya dengan pelan dan pasti, bukan kah kita harus bersabar untuk hasil yang paling baik dan terbaik.
"baiklah mawar aku harus pergi," pertimbangan saja dulu aku memberikan mu waktu untuk berpikir, aku masih banyak pekerjaan, jika kau setuju langsung telpon saja aku. ucapan ku sambil tersenyum...
Selamat membaca...
__ADS_1