KESALAHAN

KESALAHAN
bab 38


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Roby mulai memasuki kawasan desa permai. Mereka langsung menuju villa. Sampai di villa mereka di sambut sidik dan membantu menurunkan bawaan mereka dari kota.


" Dian dimana?"


" itu lagi di kebun teh buk"


" sudah lama?"


" lumayan pak"


" jalan kaki?"


" iya pak"


" bu kok kami gak dibangunkan?"


" ibu sama bapak gak tega , kalian tidurnya enak banget"


" bu boleh ya nyusulin kak Dian ke kebun teh?"


" emang ingat jalan nya?"


" Dinda ingat yah, boleh ya?"


" hmm ya sudah pergilah, bapak sama ibu mau istirahat dulu"


Bima dan Dinda langsung bergegas ke kebun teh.


Roby dan Mina langsung bersih - bersih dan istirahat. Badan sudah tidak muda lagi jadi perjalan kali ini sangat melelahkan sebenarnya bagi pasangan suami istri itu.


" Dinda benaran ingat jalannya gak dek?"


" ingat loh, waktu itu kan di bawa sama kak Dinj lari pagi dari pinggiran nya"


" itu kan kak Dian ,ayo dek cepat kita kagetin"

__ADS_1


" ayo kak sembunyi"


Mereka mencari tempat persembunyian dan membiarkan Dian berjalan duluan ke arah villa, lalu mereka mengikuti dari belakang.


Dian yang merasa langkahnya di ikuti mempercepat langkahnya.


Bukan takut lebih kepada waspada. Namun karena yang dibelakang jalan santai Dian penasaran dan menoleh ke belakang dan membelalakkan matanya.


" kakak takut kan?" ejek Dinda


" ck, mau kemana dari mana? nyampe kapan dek? ayah sama ibu mana ? "


" baru aja sih kak, mau nyusulin kakak tadi, ibu sama ayah di villa lagi istirahat" terang Dinda.


" bawa supir dek?"


" hmmm mana ada ayah nyetir sendiri"


" ya sudah ayo kita pulang"


begitu tiba di villa ternyata ayah dan ibu mereka lagi beristirahat. Dian Bima dan Dinda memutuskan untuk membersihkan diri menunggu orang tuanya bangun.


" iya bu, ayah mana?"


" ayah masih di kamar dia sedikit demam, mungkin kecapean"


" oh, Dian mau ketemu ayah ya bu"


" hmmm pergilah temui ayahmu"


Dian pun masuk ke kamar ayah nya. Dan melihat ayahnya sedang membaca, saat Roby menyadari anak sulungnya masuk kamar dia meletakkan bukunya dan tersenyum.


" ayah kenapa nekat nyetir sendiri?"


" masuk - masuk bukan nya salim langsung merepet"

__ADS_1


" lupa yah, soalnya ayah seperti lupa usia menempuh jarak segini jauh nyetir sendiri kan kecapean yah"


" ya mau bagaimana ayah kangen sama kalian coba panggil ibu dan adikmu kemari biar kita telponan sama adikmu Dini"


Dian berlalu dan memanggil semua nya lalu kembali berkumpul di kamar ayah nya.


Lama mereka mengobrol dan video call dengan Dini dan keluarga Tina.


" mas aku siapkan makan ya?"


" nanti saja dulu aku belum lapar, kalian makan lah dulu tinggalkan Dian disini aku mau bicara"


" iya bu, pergilah makan bersama Bima dan Dinda nanti kita gantian"


Mina dan anak - anaknya pergi untuk makan malam .


" ada apa yah? ada yang penting?"


" nak ayah sangat mencintai ibu mu"


" kenapa gak langsung aja yah"


" ayah belum selesai"


" oke silahkan dilanjutkan bos hehehe"


" Dian ayah sudah tua dan tidak muda lagi, sesuai dengan profesi ayah sekarang kamu menekuni nya. Ayah bangga sama kalian, ayah minta kalian jaga ibu kembangkan usaha kita. Didik adik - adikmu. Kalau suatu waktu Guntur datang jangan dendam selesaikan baik - baik. Sebagai anak sulung ibu dan adekmu adalah tanggung jawabmu "


" tanpa ayah bilang Dian sayang sama mereka, emang ayah mau kemana?"


" ya gak kemana - mana. Ayah sayang sama kalian semua. Ya sudah kamu makan gih , ayah belum lapar rasanya badan ayah sakit semua biarkan ayah istirahat ya"


Dian menuruti kata ayahnya dan keluar dari kamar. Mina yang baru selesai makan melihat putranya langsung bertanya


" ayah ngomong apa Dian?"

__ADS_1


" gak ngomong apa - apa kok bu, Dian sudah lapar" Dian mengalihkan pembicaraan walau sebenarnya kata - kata ayah nya sangat mengganggu pikiran nya.


...****************...


__ADS_2