
" jangan ketawa dong Ti bantuin aku " ucap Mina kala Siti masih menertawakan nya.
" udah mulai cinta apa benaran cinta?" tanya Siti
" benaran cinta takut kehilangan" sahut Mina mantap dan direkam sengaja oleh Siti dan langsung mengirimnya pada Roby.
" Jadi kalau kak Roby pulang kamu mau dinikahin sama dia?" tanya Siti lagi memancing Mina.
" hemm aku mau, tolong lah Ti aku sangat merindukan nya" ujar Mina memohon.
" coba aku video call kalo dia ngangkat kamu yang ngomong ya! gantian dong masa kak Roby terus yang nyatain cinta buang gengsi dan ego mu minta kak Roby pulang ajak dia menikah" ujar Siti.
" masa begitu Ti ? " kata Mina rasanya dia sangat malu kalau harus mengakui perasaan nya.
" kalau tidak mau ya gak usah , aku mau lihat anak - anak dulu kedalam" ancam Siti sambil bergegas pergi.
" ah iya - iya aku akan ngomong coba di hubungi " ucap Mina lagi
Roby yang sudah mendengar rekaman suara Mina tersenyum penuh kemenangan sebenarnya dia tidak pergi keluar negri karena itu akan memakan waktu lama. Dia hanya ke bali janjian dengan kakaknya Tina dan Tina sedang berkunjung ke indonesia. Tina di bali berlibur setelah melihat keadaan rumah mereka di jakarta karena Roby enggan pergi ke sana.
Hp Roby berdering Siti yang menelepon panggilan video.
" ya Ti ada apa ?" tanya Roby pura -pura sibuk.
" kak Mina mau ngobrol penting katanya" ujar Siti sambil mengarahkan kamera ke Mina. Roby melihat kondisi Mina menprihatinkan sebenarnya dia tidak tega tapi mau bagaimana lagi.
" hemm ya silahkan!" ucap Roby singkat.
" mas " ucap Mina dia tercekat
" hemm cepatlah Mina aku sibuk" ucap Roby datar
" mas Roby a aku " ucapan Mina kembali terhenti Siti juga mulai geram
" haisss a aku cepatlah Na " desak Siti
" mas Roby aku minta mas Roby pulang aku rindu, aku cinta mas Roby aku mau menikah dengan mas Roby" ucap Mina cepat sambil menutup matanya walau hanya panggilan video rasanya Mina tak punya keberanian menatap mata teduh itu.
" hmmm apa Mina kurang jelas kau berbicara terlalu cepat disini bising" pancing Roby supaya Mina mengulang ucapan nya.
" mas Roby pulanglah Mina rindu dan cinta mas Roby, Mina siap jadi istri mas Roby" ucapnya selambat dan sejelas mungkin namun pipinya memerah karena malu.
" oh maaf Mina sepertinya aku mulai capek dengan semua ini, dan aku mulai berubah pikiran lihatlah wanita ini" Roby menguji kesungguhan Mina dan mendekap Tina kakaknya di kamera. Sungguh sakit rasa hati Mina saat ini jelas dia cemburu. tak mampu dia berkata-kata. Dia menyerahkan hp milik Siti dan merebahkan kembali badan nya air mata nya menetes begitu saja. Bantal pasien sudah basah karena air matanya. Siti mengkode Roby sambil memicingkan matanya. telepon di akhiri percakapan mereka berakhir.
__ADS_1
Siti dan Rayhan serta pak Ilham tak ketinggalan pak Salim dan istrinya sedang menyiapkan rencana untuk Mina.
Roby tengah dalam perjalanan menuju Jakarta bersama Tina kakaknya. Begitu sampai di bandara Roby langsung menuju parkiran dan langsung ke desa permai.
Hari ini Mina berulang tahun yang ke 26 tidak ada yang istimewa , hampa itu yang dia rasa. karena 3 tahun belakangan Roby selalu memberi kejutan dan merayakan nya walau hanya pesta kecil- kecilan. Kali ini Roby tidak ada di desa.
Mina sudah dirumah sejak kemarin mbok Nah mendandani Mina.
"pakai ini ya Na" ujar Siti memberikan sepotong dress putih berkilauan.
" ah ini seperti pakaian pengantin, aku tidak mau Ti" tolak Mina halus
" ini bentuk doa dari kami Na supaya kamu mengakhiri kesendirianmu" terang Siti.
" aku tidak sendiri Ti ada Dian dan Dini jadi kami bertiga" ucap Mina lagi.
" supaya Dian dan Dini memiliki ayah dan kamu punya suami" terang Siti.
" buat apa Ti mas Roby sudah pergi dan menemukan wanita lain" ucap Mina lirih.
" ayolah Ti semua sudah menunggu" Siti memakaa memakaikan dan Mina terlihat cantik mengenakan nya.
" hemm bagus sekarang tutup mata mu dan ayo keluar kamar jangan buka sebelum aku memintamu" ucap Siti. begitu lama membujuk Mina untuk memakai semuanya.
" duduklah Na" Siti memerintah nya.
" apa aku sudah bisa membuka mataku" tanya Mina.
" belum tetaplah begitu tunggu sebentar" kata Siti yang belum melihat Roby datang. tepat saat Siti melihat kearah pintu pria tampan itu sudah sampai dan langsung duduk di samping Mina.
" Jangan buka mata mu sampai semua ritual selesai apapun yang kau dengar" Siti kembali mengingatkan.
" tapi..." belum lagi Mina selesai sudah di potong oleh Siti.
" jangan banyak bacot Mina tenanglah, kami tak mungkin menjualmu" ucap Siti.
sekali tarikan nafas dan selesai SAH teriak hadirin mengagetkan Mina yang asik melamun dari tadi hampir mengantuk tapi kaget. bagimana tak mengantuk di suruh tutup mata mana kurang tidur.
...----------------...
Jangan terlalu serius ya readers, othor ini khayalan nya sedikit ngawur hehehehe
...----------------...
__ADS_1
" buka matamu Na salam suami mu" bisik Siti ditelinga Mina. Tidak hanya mata yang dibuka mulut pun ikut menganga.
takut kecewa Mina menyalam tanpa memandang wajah suaminya. Dasar Mina bodoh bisa bisa nya dia mengantuk dan tidak mendengar apa -apa.
" kenapa menunduk tatap wajahku" suara itu menentramkan hati Mina tapi bagaimana bisa. Dia mendongak dan refleks memeluk Roby. dia menangis tidak menyangka bahwa di hari ulang tahun nya dia mendapat kado se istimewa ini. semua bertepuk tangan akhirnya Mina dan Roby sah suami istri .
Setelah perayaan ulang tahun Mina tamu mulai pulang dan tinggal lah sepasang suami istri itu.
Dian dan Dini diajak Tina ke villa diantar oleh Sidik.
Mina ingat sesuatu saat dia melihat sekeliling.
" Mas Dian dan Dini mana?" tanya nya
" di bawa sama Tina ke villa" sahut Roby santai.
" wanita yang di hp kamu bawa juga?" tanya Mina heran.
" dia kakak ku sayang hanya dia saudara yang aku punya" ucap Roby sambil mengecup kening Mina.
" hmmm baiklah bantu aku beberes ya mas" pinta Mina.
" oke sehabis ini kita ke villa ya, kita tinggal di sana saja" ajak Roby
" kita akan tetap memelihara rumah ini jangan khawatir" sambung Roby lagi. Mina terkagum kagum akan kesabaran dan kelembutan Roby.
" jangan terlalu lama memandangku nanti kamu tergila -gila" kata Roby yang juga mengawasi Mina dengan ekor matanya. wajah Mina pun memerah karenanya. Dia segera beberes mengusir kegugupan nya. Hari sudah sore ketika Mina dan Roby merapikan dan membersihkan rumah juga membakar sampah di halaman belakang. Mina memutuskan untuk mandi dahulu baru ke villa. Roby baru saja dari belakang hendak kedepan tidak sengaja bertabrakan dengan Mina yang keluar dari kamar. Leher jenjang Mina yang basah karena keringat terlihat menantang di mata Roby. Dia menelan saliva nya kasar, kaos ngepas yang basah karena keringat terlihat menempel sempurna membentuk body Mina.
Roby mendorong Mina masuk kekamar , dia berhak sepenuhnya atas Mina sekarang. Mina juga menurut dan tahu kemana arah itu. Roby me****t bibir Mina dan tangan nya menguncikan pintu kamar. Roby tak melepasnya sekalipun dan mulai melucuti pakaian Mina.
tangan Roby sudah mulai nakal me****s benda kenyal itu dan beberapa kali Mina men****h karenanya. tanpa sehelai benangpun tak tersisa saat dua sejoli itu beradu di pembaringan.
berulang kali Mina menegang merasakan kenikmatan sedangkan Roby belum memakai pusaka nya sama sekali. Dia mulai mengarahkan nya kini untuk melakukan penyatuan dengan Mina. keduanya sama- sama menegang kala akan mencapai puncak dan Roby menyatukan jari mereka saat mempercepat pacuannya hingga mereka sama-sama terkulai. Mina meninggalkan Roby yang kelelahan dan pergi mandi membersihkan dirinya.
Mau tak mau Roby pun mandi karena tubuhnya juga terasa lengket.
"kok bajunya itu lagi sih mas?" tanya Mina.
" aku kan gak bawa baju sayang nanti aja di villa" sahut Roby sambil mengecup bibir Mina lagi.
bersambung
...****************...
__ADS_1