KESALAHAN

KESALAHAN
5


__ADS_3

"Sudah lah tak usah membicarakan hal yang tak penting, sekarang kita buat kesepakatan, jika kalian diam maka kami juga akan diam" Fransisca.


"Maksud mu kau ingin rahasia mu terjaga?" Davian.


"Rahasia kita" nada Fransisca yg sedikit menekan.


_____________________________________________


"Baiklah kami akan menjaga rahasia ini, tapi sejak kapan kalian seperti ini?" Maxim.


"Apa penting bagi kami untuk cerita?" Clara.


"Itu penting, kalian enggak tau kan apa yang kami rasain?" Davian.


"Jika kalian menyukai kami, maka buang lah perasaan itu jauh jauh" Fransisca.


"Kenapa?, apa masalah nya?" Maxim.


"Seperti nya kau benar benar ingin tau yaa, aku akan meneritakan semua nya" Clara pun duduk di lantai bersama yang lain.


"Kami di pertemukan sejak kecil, sejak umur kami 3 tahun" Clara.


"Orang tua kami selalu keluar masuk Negri dan kota, mereka tak memiliki banyak waktu untuk kami" Fransisca.


"Kami selalu bermain berdua, tanpa sadar kami sangat suka membunuh hewan hewan kecil, entah membakar, menumpahkan air panas, atau menginjak injak nya".


"Kami tak menyadari hal itu sampai akhirnya korban pertama kami mati".


"Saat itu kami masih duduk di sekolah dasar kelas 4, ada siswa yg terus menjahili kami, dia tak henti henti mengganggu kami, karna kesal, kami memancing nya ke tempat yg sepi, dan melenyapkan nya dngn banyak meninggalkan bekas tusukan" Clara menceritakan semua nya.


"Keesokan hari nya kami sadar atas apa yang kami lakukan, dan kami pun diam diam pergi ke pisikolog untuk memeriksa keadaan kami".


"Dan hasil nya, kami adalah seorang pisikopat sejak lahir".


Davian dan Maxim terkejut mendengar hal itu, mereka terkejut mendengar anak yang memiliki umur yg sangat muda bisa sekejam itu.


"Dan perasaan kami saat sudah membunuh anak itu adalah, kepuasan yg tak pernah kami dapat kan sebelum nya..." Fransisca.


Clara pun melanjutkan kaliamat Fransisca


"Kepuasan yang tak pernah kami rasakan, rasa nya seperti apa yang kami pendam selama ini hilang begitu saja".

__ADS_1


"Karna kejadian hari itu, kami semakin menjadi jadi, korban yg berjatuhan semakin banyak, dan semua orang yg menyakiti kami akan mati" Clara.


"Apakah tak ada orang yg mengetahui perbuatan kalian?" tanya Davian.


"Ada, saat itu umur kami sudah 11 thn, banyak pria yg menyatakan cinta nya pada kami, tapi semua nya kami tolak" jawab Clara.


"Tapi ada 1 pria yang sangat menginginkan ku sebagai pacar nya, dan malam itu dia mengikuti kami, dan melihat semua yang kami lakukan".


"Dia ketakutan, dia berusaha lari dari kami dan berusaha untuk memberitahukan nya pada orang lain, tapi kami tak membiarkan itu terjadi".


"Pada akhirnya dia harus meninggal dngn jantung yg tak berada di tempat nya lagi".


😨😨😨😨 Ekspresi Davian dan Maxim.


"Kenapa?, apa kalian juga takut?" Fransisca yang menanyakan hal itu, karna melihat ekspresi mereka yang sudah sangat familiar di ingatan Fransisca.


"Ti tidak, bukan begitu" jawab Maxim yg terbatah batah.


"Tak masalah, kalian hanya jujur, pria yang katanya sangat mencintai kami dan bisa menerima kami apa ada nya pun tetap takut saat tau bagaimana kami, bahkan ia berniat untuk memberitahukan nya pada publik" suara Clara yg sedikit meringis.


*memeluk Clara* "Dengar, mungkin mereka seperti itu, tapi aku tidak, aku mencintai mu bagaimana pun diri mu, sekali pun jika kau adalah monster..." ucap Maxim yg berusaha meyakinkan Clara.


"Jika menurut mu ini hanya sebuah sandiwara untuk menghibur mu maka kau keliru, aku tak pernah merasakan hal ini pada siapa pun, aku selalu mencari seorang perempuan yg bisa menggerakan hati ku, tapi aku tak pernah menemukan nya, tapi saat kau hadir, senyuman mu, suara mu membuat aku candu, dan saat kau tertawa membuat jantung ku seolah olah ingin keluar dari tempat nya...".


"Apa yg kau katakan itu benar?" Fransisca.


"Apa yg ku katakan 100% kebenaran" Maxim.


"Kenapa aku harus percaya pada mu?" Fransisca.


"Dia adalah teman baik ku, aku tak akan membiarkan orang yang menyakiti nya hidup dngn mudah".


"Fransisca cukup *menggenggam tangan Fransisca*, mari kita bicara berdua" Davian.


"Ada apa?".


"Ikut dulu".


Fransisca dan Davian pun keluar dari atap, lebih tepat nya sekarang mereka ada di depan pintu nya.


"Dengar, kita ber4 belum sepenuh nya paham akan cinta, kita belum pernah merasakan nya, jadi berikan kesempatan bagi Maxim untuk membuktikan diri nya, bahwa dia benar benar mencintai Clara"

__ADS_1


"Ha!!, sekarang aku ingin menanyakan hal yg sama, kenapa aku harus percaya pada mu" nada yg begitu tak percaya terdengar jelas di telinga.


"Aku juga belum berpengalaman dalam kisah cinta seperti ini, tapi apa ini cukup?"


tiba tiba Davian mencium bibir Fransisca, hal itu membuat Fransisca terkejut dan terdiam cukup lama, dan ciuman itu juga berlangsung agak lama.


Setelah cukup kehabisan nafas, davian pun melepaskan ciuman nya.


"Apakah itu cukup?" tanya Davian.


"Ha, entah seberapa banyak wanita yg kau cium" nada Fransisca yg masih tak percaya.


"Itu ciuman pertama ku, dan kurasa itu juga ciuman pertama mu".


Setelah mendengar hal itu, Fransisca pun berfikir untuk membuang sedikit rasa curiga nya, dia pun akhir nya menyetujui permintaan dari Davian.


Setelah di putuskan mereka pun hendak kembali ke atap, tapi saat mereka membuka pintu, mereka melihat Max dan Clara yang sedang berciuman, hal itu membuat Fransisca naik pitam dan hendak menghentikan nya, tapi hal itu di gagal kan oleh Davian, Davian menggenggam tangan Fransisca, mengartikan bahwa *tidak*.


Fransisca pun sedikit tenang dan menerima hal itu, mereka kembali menutup pintu atap dan berjalan menuruni tangga.


Mereka berjalan menuruni tangga berdua, sampai akhirnya mereka sudah keluar dari markas.


"Apa kau ingin ku antar pulang?" Davian.


"Bawa aku ke hotel" nyelonong masuk mobil.


"😦 Haa?".


"Jangan banyak berfikir, akan ku ceritakan di jalan, cepat lah, aku lelah dan di sini ada banyak nyamuk".


"Ahh baiklah".


Davian pun mulai melajukan mobil nya.


"Aku tak bisa pulang karna aku bilang ingin menginap di rumah Clara, sedangkan Clara sebalik nya, ini memang sudah kami rencanakan".


"Owhh".


Di sepanjang perjalanan itu suasana di dalam mobil benar benar senyap, tak ada yang memulai pebicaraan, saat Davian ingin mencairkan suasana hal itu di hentikan oleh Fransisca yang langsung menolak mentah mentah.


Setelah sekian menit mereka pun sampai di hotel, mereka masuk dan langsung memesan kamar.

__ADS_1


TBC


__ADS_2