KESALAHAN

KESALAHAN
bab 40


__ADS_3

Dian keluar dan menyiapkan sepeda nya dan pamitan kepada Sidik untuk meninggalkan pesan. Supaya orang tuanya tidak kecarian.


" mang nanti kalo ibu sama ayah pulang bilang saya ajak Dinda keliling ya, kami bawa bekal"


" iya den nanti saya sampaikan"


" kak udah ayo! " Dinda begitu semangat.


Dian mulai mengkayuh sepeda nya kemana yang Dinda mau. mereka mencari pemandangan yang indah - indah untuk Dinda bisa berphoto.


" kak nanti kita ke sungai juga ya!" pinta Dinda saat mereka berkeliling.


" ya dek , sekarang mau kemana dulu ini?"


" terserah kakak aja yang penting nanti ke sungai sebelum pulang!"


" mau ngapain dek?"


" mandi sungai kakak"


" emang bawa ganti?"


" bawa, emang kalo dibilang bekal mau bekal aja "


" lah terus kakak pake apa dek?"


" gak usah mandi ,kakak kan ngayuh sepeda nanti keringatan lagi. jadi mandinya dirumah saja hehehehe"


setelah puas berkeliling mereka pulang ke villa.

__ADS_1


sementara itu di villa


" sidik anak - anak kemana?"


" itu tadi den Dian mengajak non Dinda keliling- keliling pak. Bapak ibu dan den Bima mau langsung makan?"


" kami sudah makan tadi di rumah warga , ada yang nawari "


"ya sudah kami istirahat dulu "


" baik buk " Sidik pun berlalu dan melanjutkan pekerjaan nya .


Dinda terlihat begitu puas kelihatan dari senyumnya yang terus mengembang sedari tadi.


" senang amat dek, udah puas kelililng nya? kita pulang ya " ajak Dian.


" hemmm" jawab Dinda singkat menikmati perjalanan mereka.


Sudah beberapa hari sejak mereka di desa. Maka mereka semua akan kembali ke kota kecuali Dian.


Pasangan suami istri itu pamitan pada Dian dan setelah semua naik ke mobil Roby tinggal dan berbincang dengan Dian.


" ingat pesan ayah ya nak,ayah pamit jaga kesehatan mu"


" iya ayah"


" ayah sudah tua, mungkin ayah tidak akan kembali lagi ke desa ini jadi baik - baik ya !"


Dian hanya membalas dengan anggukan. Roby pun masuk ke mobil dan mulai menyetir.

__ADS_1


Sudah dini hari ketika mereka tiba di Jakarta.


Roby langsung masuk ke kamar tanpa mengatakan apa - apa. Mina pun langsung menyusul begitu juga dengan anak- anak.


" Bu aku mau istirahat, jangan di ganggu ya! "


" hmm iya mas , tumben kamu panggil aku ibu"


" hmmm ibunya anak- anak, aku mencintaimu istriku" ucap Roby kemudian tidur membelakangi Mina.


Mina hanya tersenyum dan mulai memejamkan mata. efek dari rasa lelah yang sangat tidak membutuhkan waktu lama membuat keduanya terlelap.


Untung Bima dan Dinda belum masuk ke sekolah hari ini. Jadi mereka bebas mengulur waktu.


Mina terbangun saat melihat ke sebelahnya dia masih mendapati suaminya tidur. Sehingga dia bergegas membersihkan dirinya. Lalu meriksa ke dapur melihat makanan.


" makanan sudah siap buk " ujar salah satu pembantunyA.


" hmm iya saya bangunkan anak- anak dulu dan bapak" kemudian Mina berlalu dari sana.


" iya buk " kedengaran sahutan dari kamar.


Mina berlalu ke kamarnya untuk membangunkan Roby.


" mas , mas " berulang kali Mina memanggil namun tak ada sahutan. sambil terus memanggil Mina berjalan mendekati Roby yang posisinya tetap seperti semalam tidak ada yang berubah.


Semakin dekat kepada Roby perasaan Mina menjadi tidak enak , kenapa tidak ada pergerakan Tidak biasanya, Mina beralih ke depan Roby melihat kearah mukanya ada bekas air mata menetes, namun saat Mina berusaha membalikkan tubuh Roby, tubuh itu berbalik begitu saja. Entah sejak kapan namun tubuh itu sudah kaku. Suami yang menemaninya begitu setia selama puluhan tahun terakhir kini sudah pergi .


Tubuh Mina bergetar hebat satu kata pun tak mampu terucap dari bibirnya. kata- kata Roby sebelum mereka beristirahat adalah kata- kata atau ucapan terakhir. Air mata mina meleleh begitu saja.

__ADS_1


Bima dan Dinda yang sudah stabdby di meja makan mulai gelisah. Pasalnya ibu mereka masih belum muncul juga.


...****************...


__ADS_2