KESALAHAN

KESALAHAN
bab 26


__ADS_3

Hari berganti hari usia si kembar sudah genap 4 tahun. Dan Mina berencana akan merayakannya kecil- kecilan di panti asuhan . Pagi ini Mina singgah di apotek saat dia belanja keperluan ulang tahun kembar. Bulan ini dia sudah telat .Begitu sampai dirumah Mina langsung mencoba alat tes kehamilan nya . Jantung nya berdebar lebih cepat tatkala dia mencelup alat tes ke air seni yang sudah ditampung. Harap-harap cemas itu yang Mina rasakan saat dia melihat alat itu ternyata hanya garis 1 yang muncul . Mina bersabar dan kembali menunggu namun garisnya tidak bertambah melainkan tetap 1.


Sepanjang hari di acara ultah kembar Mina kurang bersemangat dia terlihat murung. untung pembantu rumah mereka ikut mendampingi. Karena hari ini ada hal mendesak Roby harus ke desa ada sedikit masalah di perkebunan teh.


" ada apa bu? mukanya kok kusut begitu? " tanya bibik Asih pembantu yang lebih muda. Pembantu yang membantu bik Narmi yang sudah tua.


" gak ada apa -apa bik hanya kecapean aja" ujar Mina menutupi kekecewaan nya.


" acaranya udah selesai bu, kita langsung kembali apa bagaimana bu?" tanya bik Asih


" langsung balik aja lah bik, saya lagi gak mood kemana-mana" ucap Mina. Tanpa banyak tanya bik Asih sudah memanggil Dian dan Dini. Mereka langsung berangkat saat taxi pesanan mereka sampai di panti.


" bik tolong urus semua keperluan kembar ya, hari ini saya benar-benar kehilangan mood " ujar Mina sambil mendapati kedua anaknya.


" Dian Dini kalian main sama bibik ya nak , jangan nakal! ibu mau istirahat ya" katanya kepada anaknya.


" hmm iya bu" ucap Dian


" iya bu" sambung Dini


Entah mengapa hasil test tadi pagi membuat Mina benar-benar kecewa dan kehilangan semangat untuk beraktivitas hari ini. Mina langsung menuju kamar dan merebahkan dirinya di tempat tidur. Dia tidak tidur namun tidak mengerjakan apa-apa. Sampai malam tiba Mina tak kunjung keluar sampai-sampai bik Asih datang mengetuk pintu kamarnya.


" Bu makanan sudah siap den Dian dan non Dini sudah makan. Ibu mau dibawakan makan kemari?" tanya Asih kepada Mina.


" gak usah bik terima kasih. Nanti saya aja yang ambil sendiri" sahut Mina dari dalam tanpa keluar. Sebenarnya dia pun sangat ingin punya keturunan dari Roby tapi sepertinya hal baik itu belum menghampirinya.


Asih berlalu dari depan kamar Mina sekarang dia mau mengurus si kembar supaya tidur. Hari sudah tengah malam kala Roby memasuki pekarangan rumah. Dia tidak membangunkan siapa-siapa dan memakai kunci cadangan untuk membuka pintu. Dia langsung menuju kamar untuk istirahat , namun saat sampai di kamar dia langsung di sambut air mata Mina.

__ADS_1


" hei kamu kenapa hemm? bukannya tadi habis ngerayain ultah kembar? " tanya Roby heran melihat Mina langsung memeluknya dan menangis. Bukannya menjawab Mina hanya meneruskan tangisannya.


" kembar sakit?" tanya Roby lagi. Mina hanya menggeleng dan memeluk erat Roby.


" sekarang cerita sama aku, apa yang membuat kamu sedih seperti ini hmmm?" tanya Roby lembut dan membawa Mina duduk di tepian tempat tidur dan menunggu Mina siap berbicara.


Roby menatap Mina dan merapikan anak rambut yang ada di keningnya. Setelah merasa puas Mina pun bicara.


" Mas aku telat" ucapnya terbata karena habis nangis.


" bagus dong " ucap Roby semangat.


" bukan, belum lagi selesai" ucap Mina memonyongkan bibirnya.


"oke teruskan dulu" ujar Roby dengan sabar


" aku test rupanya negatif aku kecewa dan sedih mas" ucap Mina menatap Roby.


" mas gak sedih gak kecewa?" tanya Mina.


" selama masih ada harapan kenapa harus kecewa . ayolah jangan begini mas udah cape tahu kita langsung istirahat ya!" ucap Roby


" gak bisa tidur" ucap Mina manja. Merasa di beri sinyal Roby langsung menghajar Mina ,menyatukan cinta mereka bertukar peluh malam menjelang pagi. Hingga mereka berdua mendapatkan pelepasan dan terkulai lemas.


Pagi ini Mina sudah keramas dan melihat keadaan di dapur.


" bik bahan masak masih lengkap?" tanya Mina saat ketemu dengan bik Narmi.

__ADS_1


" untuk ke nanti sore gak lagi non" sahut bibik.


" oh ya sudah nanti saya ikut sama mas Roby sekalian bawa si kembar main keluar" ucap Mina dan hendak kembali ke kamar.


" memangnya den Roby sudah pulang ya non? kapan? kok bibik gak dengar?" ujar bik Narmi gak enak.


" udah tengah malam bik. Lagipun mas Roby bawa kunci cadangan kok." ucap Mina


"bik liat bik Asih ? saya mau minta tolong biar dibantu nyiapin si kembar" sambungnya lagi.


" tadi sedang beresin pakaian non, entar kalo datang saya bilangin" sahut bik Narmi melanjutkan pekerjaan nya.


" ya sudah bik, saya tinggal dulu ya mau bangunin mas Roby sama si kembar dulu"ujar Mina sambil berlalu. Bik Narmi tersenyum keceriaan dan kehangatan di rumah ini kembali lagi seperti bik Narmi bekerja pada orang tua Roby saat muda dulu . Sekarang Roby sudah jadi orang tua itu yang mereka tahu.


Roby berangkat ke kafe pagi ini sekalian mau mengantar Mina belanja ke supermarket dan mengajak kembar main.


Sudah 5 tahun semenjak Roby kabur dari Jakarta . Guntur belum bisa menghubungi dirinya dan memang sudah 2 bulan lebih Roby tinggal disini belum pernah berjumpa dengan Guntur. bukan menghindari memang waktunya saja yang tidak pas. Seperti pagi ini mobil Guntur masuk ke area perkantoran saat mobil Roby baru saja keluar.


Namun sekilas Guntur seperti melihat mobil yang di pakai Roby. Dia sempat memutuskan akan melihat ke kediaman Roby.


Roby sudah selesai mengantar Mina belanja. Kini saat mereka mendampingi Dian dan Dini bermain di wahana permainan.


" mas lebih baik kamu ke kafe , nanti jemput kami saat makan siang. Biar aku aja yang jaga si kembar " ujar Mina saat sampai di lokasi wahana. Akhirnya Roby pun ke kafe dan mengawasi di sana sampai jam makan siang lalu menjemput Mina serta anak-anak untuk di bawa pulang.


" sini pak saya bantu " ucap bik Asih saat melihat majikannya mengeluarkan barang dari bagasi mobil. Roby bukanlah seperti orang kaya pada umumnya yang tahunya hanya terima bersih. Apa yang bisa dia kerjakan ya di kerjakan tanpa harus menunggu dan lagipun Mina berasal dari desa dan biasa hidup mandiri. Tidak serta merta membuat dia jadi lupa diri saat dia menjadi orang kaya.


Waktu terasa begitu cepat berlalu, usia si kembar kini sudah 5 tahun dan sedang persiapan masuk Tk.

__ADS_1


bersambung


...****************...


__ADS_2