KESALAHAN

KESALAHAN
bab 32


__ADS_3

" kak kita mau kemana?" tanya Dinda pada Dini saat mereka mulai berjalan di pinggiran kebun teh.


" olah raga dek, menikmati udara pagi. Nanti kita ajak ibu supaya kita dibawa main ke sungai" ucap Dini


" emang disini ada sungai kak?" tanya Dinda penasaran


" ada dek, cuma saat itu kakak masih kecil dan belum sekolah jadi gak dibolehin sama ibu" ucap Dinda.


" dulu kakak disini ?" tanya Dinda lagi.


" iya dek kak Dian sama kak Dini lahir disini dan sering main sama ayah dulu di villa kalo ibu pergi kerja" terang Dini.


" oh gitu ya kak" ucap Dinda seraya menganggukkan kepalanya tanda dia memahami apa yang dikatakan kakaknya.


" Sitiiii"


" Minaaa"


" kangen nya" keduanya berpelukan bak teletabis


sedangkan Rayhan dan Roby hanya tersenyum melihat kelakuan istri mereka.


" apa kabar bro?" tanya Rayhan


" baik bro" ucap Roby


"memangnya anak-anak gak ikut?" tanya Rayhan lagi.


" ikut tapi bikin kesibukan masing- masing kembar mengajak adiknya olah raga tadi dan menagih untuk kesungai nanti" terang Roby.


"oh ya sudah mari kita masuk , minum dulu! " ucap Rayhan.

__ADS_1


...----------------...


" kak ibu sama ayah kemana ya?" tanya Bima saat mereka tiba di villa .


" mereka pergi ke rumah sahabat ibu yang dokter itu" sahut Dian.


" siapa yang sakit kak?" tanya Bima


" Tidak ada yang sakit dek. dokter nya sahabat ibu jadi mereka ketemuan" terang Dian lagi.


" oh" Bima ber oh ria.


" udah balik non, mari sarapan dulu!. Tadi bapak sama ibu nitip pesan kalo nona sama den muda udah pulang sarapan dulu " terang istri sidik kepada Dini saat melihatnya muncul di pintu.


" iya buk terima kasih. Kak Dian sama Bima udah balik?'' tanya Dini kemudian.


" udah non, sudah di meja makan sama den Bima" terang istrinya sidik.


Mereka pun makan berempat pagi ini. Mina dan Roby sarapan di rumah Siti. Walau terkesan dadakan namanya juga sahabat ya sudah pasti di jamu dengan baik.


...----------------...


Di sudut lain pulau ini ada sepasang suami istri yang sedang berjalan di taman.


" kamu kenapa mas?akhir- akhir ini aku perhatiin kamu sering melamun." tanya Riska pada Guntur.


" beberapa waktu lalu aku ketemu sama Roby, kamu tahu kan Roby?" ucap Guntur.


" iya aku ingat , itu teman kamu kan mas? memangnya kenapa sama Roby?" lanjut Riska.


" hmm dia menikah sama Mina" ucapan Guntur mengambang.

__ADS_1


" memangnya kenapa kalau dia nikah sama Mina mas? kamu cemburu atau menyesal?" ucap Riska berusaha selembut mungkin. Namun kenyataan nya dia juga merasa tidak enak kala Guntur menyinggung nama Mina. Dia tahu cerita Mina melalui mendiang ibu Guntur.


" bukan begitu, mereka sudah punya anak 4 orang" ucap Guntur sembari menarik nafas panjang.


" lalu apa maksudnya mas?" tanya Riska dengan mata berkaca-kaca.


" entah lah , aku pun tidak mengerti dengan perasaanku ini" ucap Guntur dan menarik tangan Riska ke mobil.


" mau kemana mas?" tanya Riska penasaran pasalnya mereka sebenarnya baru saja tiba di taman.


" pulang" jawab Guntur singkat.


" ibu ayah kita jadi kan ke sungai?" tanya Dinda begitu melihat Roby dan Mina di teras villa.


" hmm ajak kakak mu siap-siap ! ibu siapkan bekal dulu ya biar kita makan siang di pinggir sungai" ucap Mina kepada putri bungsu nya.


Dinda pun berlarian ke kamar kakaknya dan memanggil mereka.


Mina menyiapkan makanan untuk bekal mereka dibantu istri sidik. Roby membantu mengambilkan baju ganti siapa tahu mereka wajib mandi gara-gara anak yang heboh.


Roby mengemudikan mobil nya menuju sungai dan memutari desa supaya Bima dan Dinda menikmati pemandangan desa.


" nanti selepas dari sungai kita akan ke daerah bukit melihat pemandangan desa dari atas" ucap Roby sambil menyetir.


" benaran yah?" tanya Dinda antusias. sedangkan kakaknya hanya menoleh kanan kiri menikmati alam yang indah.


" hmmmm" ucap Roby.


" ntar lagi kita sampai, kita makan dulu habis itu baru main" ucap Mina kepada anak-anak nya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2