KESALAHAN

KESALAHAN
bab 45


__ADS_3

Dan panggilan mereka pun berakhir disana.


Tiga hari berlalu hp Dian berbunyi.


" hallo " demikian suara di sebrang sana menyapa


" hallo, siapa?" Dian menyahut


" saya pengacara pak Guntur, apa kalian sudah memeriksa berkas- berkas yang saya antar waktu itu?" ucapnya


" ah iya berkas nya sudah saya periksa , nanti kami akan hubungi anda kembali" sahut Dian lagi.


Dian menatap Indah ,


" bagaimana menurutmu?" tanya nya pada istrinya itu


" bagaimana baiknya saja mas, apa kata Dini mengenai ini? "


" Dini belum ada menelepon setelah kejadian kemarin yang kita vc bersama ibu" ucap Dian.


Tak lama setelah itu hp Dian berbunyi dan dia menatap Indah dengan senyum penuh arti.


" ada apa mas?" tanya Indah.


" panjang umur dia baru saja di bahas sudah menelepon " terang Dian.

__ADS_1


" hallo Din kenapa?"


" bagaimana pendapat kakak mengenai tawaran pak Guntur melalui pengacaranya?"


" itulah yang akan kakak bicarakan dengan mu din. Apa tanggapan mu?" tanya Dian pada kembarannya itu.


" aku akan pulang ke indonesia kak, aku yang akan mengurus perusahaan itu sambil aku bisa perhatikan ibu di kafe nya. Bagaimana menurut kakak?" tanya Dini.


Dian menatap Indah seolah meminta pendapat mengenai apa yg di katakan oleh Dini. Namun Indah hanya mengangkat bahunya. Tidak ingin terlalu ikut campur mengenai urusan keluarga suaminya.


" kalau itu yang terbaik menurutmu" sahut Dian


" iya tapi pendapat kak Dian dan mbak Indah bagaimana?" tanya Dini lagi


" kita telepon ibu aja apa masukan dari nya" ucap Dian lagi sambil menyambungkan ke ibunya.


" kabar baik bu " sahut ketiganya berbarengan.


" ada apa? " tanya ibunya lembut.


" Bu , Dini berniat pulang dan melanjutkan perusahaan yang diberikan ..." tukas Dian.


" hmmm dari awal ibu sudah menyerahkan pada kalian, untuk keputusan apapun yang kalian buat. Kalau sudah dipikirkan dengan baik dan matang kenapa tidak. Jangan membuat kesalahan dengan pengambilan keputusan yang tergesa gesa. Ingat pikirkan jauh kedepan dengn semuanya" terangnya panjang lebar.


" baiklah bu. Dini akan bersiap pulang dan mempersiapkan segalanya. kak Dian hubungi pengacara itu katakan kepadanya aku akan segera pulang untuk melanjutkan perusahaan itu."

__ADS_1


" baiklah, berhati - hatilah kami menunggu dan kami pun akan ke kota." ucap Dian dan mematikan sambungan telepon diantara mereka.


Pagi ini Dian dan Indah istrinya sudah ada di kota dirumah ibunya. Adiknya yang lain sudah di negara lain melanjutkan study mereka.


" kamu mau ikut jemput Dini?" tanya Dian pada istrinya.


" enggak lah mas , aku capek jadi aku mau istirahat saja dirumah." jelas Indah kepada Dian.


" hmm baiklah, aku pamit dulu ya. mau jemput Dini kamu istirahatlah" seraya mencium kening istrinya Dian melangkah keluar kamar dan mengambil kunci mobil dari atas nakas.


" mau kemana Dian?" tanya Ibu


" mau jemput Dini dulu bu" sahutnya


" Indah?"


" Dia lagi istirahat dikamar bu sepertinya kelelahan" ucap Dian sambil berlalu dari hadapan ibunya.


" baiklah , hati - hati ya!" ucap ibu lagi.


" iya bu , Dian pamit titip Indah.


Waktu berlalu begitu cepat. Dini sudah disini melanjutkan usaha mendiang Guntur. Ibu mereka sudah mulai renta dan jarang ke kafe. Indah kini sedang hamil anak keduanya. Dian tetap mengelola semua peninggalan Roby di desa permai. Adik adik mereka yang lain akan menyelesaikan pendidikan mereka.


Kesalahan yang dulu pernah terjadi tak akan pernah terlulang lagi. Dini pun bersiab untuk pernikahan nya dengan salah seorang rekan bisnisnya. Mereka cocok dan pernah menjadi teman satu sekolah ketika smp...

__ADS_1


TAMAT


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2