
" kita ke villa sekarang mas nanti Dian dan Dini terlalu lama nunggu" ajak Mina pada suaminya.
" iya sayang kita berangkat ayo tapi naik sepeda aja ya mobil kan di bawa sidik" ujar Roby.
" hmmm boleh ayo mas" kata Mina kemudian.
Mereka pun menuju villa dengan sepeda , Roby yang sudah mandi sebentar harus mandi lagi. Bajunya basah karena keringat mengayuh sepeda.
" ayah ibu" teriak si kembar bersamaan.
Mina memeluk anak -anaknya dan Roby memeluk pemilik hatinya. Roby mencintai mereka bertiga. Lengkap lah sudah kebahagiaan mereka berempat.
Tina tersenyum melihat kebahagiaan adiknya. Kini rasanya lebih tenang untuk kembali ke luar negeri. Dian dan Dini sudah tidur di kamar mereka . Mina keluar kamar setelah si kembar tidur dan bergabung dengan Tina serta Roby yang sedang berbincang.
" By pikirkan yang kakak katakan tadi" ucap Tina kala Mina sudah duduk diantara mereka.
" mengenai apa kak?" tanya Mina.
" itu loh Na rumah yang di jakarta kosong cuma ada pembantu di sana. ada baiknya kalian kembali ke kota" ujar Tina.
" Tidak untuk sekarang atau dalam waktu dekat kak" timpal Roby kala melihat raut wajah istrinya.
" akan kami pertimbangkan kak nanti kami rembukkan lagi gimana baiknya " kata Mina untuk menenangkan Tina. Dia tak ingin membuat iparnya itu kecewa.
" baiklah kalau begitu, lebih cepat lebih baik. Lagian sayang pendidikanmu Na kalau di diamkan begitu" ujar Tina lagi.
" sementara waktu ini Mina kerja di kantor desa kak. kami tak akan mengecewakan kakak" ujar Mina.
" kenapa tidak kakak saja yang di jakarta? " tanya Roby.
" iparmu tidak mungkin meninggalkan pekerjaan nya, lagipun semua usaha papa yang di sana kan kakak yang pegang By. ponakanmu juga sudah pada sekolah dan itu adalah hal yang sulit" terang Tina. Memang dia sudah menikah dengan orang luar negri dan menetap di sana.
" sepertinya akan lebih baik jika Dian dan Dini sekolah di sana" sambung Tina lagi.
Mina dan Roby saling pandang , usul Tina masuk akal namun mereka masih ragu untuk melangkah.
__ADS_1
" tidak harus sekarang tapi pikirkan dan pertimbangkan baik - baik ya!" ucap Tina lagi.
" hmm iya kak nanti kami kabari kakak kalau kami sudah sepakat. Mari kita istirahat!" kata Roby mulai berdiri.
" By besok kakak pulang ya, sudah lebih seminggu kakak di indonesia" ucap Tina sebelum meteka masuk kamar masing- masing.
Mina hanya bisa menatap Roby tanpa berkata apa -apa . Bagaimana pun dia merasa sedikit sedih Tina ipar nya baru hari ini ketemu tapi akan segera pergi juga. Roby yang menangkap kesedihan di wajah Mina langsung menghiburnya.
" kita akan pikirkan bulan madu ke negara nya kak Tina sekalian bawa Dian dan Dini bagaimana kamu setuju tidak?" tanya Roby memancing senyuman di wajah Mina. Mukanya langsung berbinar dan senyumnya mengembang.
" memangnya boleh mas?" tanya Mina begitu bersemangat untuk pertama kali dalam hidupnya dia akan ke luar negri.
" boleh kalau kamu mau"
" berkemaslah besok kita akan langsung urus pasport kalian". ucap Roby mengelus kepala Mina. Begitu semangat Mina sampai rasa kantuknya hilang . Tina yang melihat kebahagiaan iparnya ikut tersenyum.
Semua sudah di kemas rapi sudah tengah malam ketika Mina mulai merebahkan dirinya di kasur. Roby yang sedari menunggu dan mengawasi juga ikut berbaring memeluk Mina.
Mereka berangkat menuju jakarta saat hari masih subuh Dian dan Dini diangkat saat tidur.
Pengurusan pasport mengalami sedikit kendala dan tidak bisa selesai hari itu juga. Roby memutuskan untuk membawa Mina kerumahnya. Tina ikut bersama mereka bagaimana pun Roby dan Mina serta anak anak mereka akan ikut. Jadi sekalian saja pikirnya.
" Den Roby sudah pulang" ucap bibik melihat majikan nya pulang
" iya bik kenalin ini istri Roby dan anak-anak Roby bik" katanya memperkenalkan keluarganya.
" bik masak yang enak ya, Roby dan keluarga mau istirahat dulu kalau tidak ada kendala besok kami semua akan berangkat ke tempat kak Tina" pinta Roby.
Tanpa banyak bicara semua menuju kamar karena lelah di jalan dan pengurusan pasport tidak susah untuk mereka tertidur pulas.
sudah sore menjelang malam ketika mereka semua berkumpul di ruang makan. Dian dan Dini makan sendiri -sendiri. Mina selalu mengajarkan mereka untuk cepat mandiri.
sangat bahagia bibik melihat pemandangan ini sudah hampir 5 tahun rumah ini begitu sepi.
semua sudah selesai makan dan tinggal Mina dan bibik di dapur. Roby dan Tina mendampingi si kembar nonton tv.
__ADS_1
" maaf non bibik mau tanya" ucap nya kala mereka tengah berdua
" mau nanya apa to bik?" tanya Mina.
" itu non, nanti kalau pulang dari tempat non Tina . kalian balik nya kemari kan non menetap disini?" tanya bibik pada Mina.
" bibik sepi loh non disini" sambungnya lagi.
hati mina terenyuh mendengar ucapan bibik.
" liat nanti ya bik , belum lagi berangkat " kata Mina.
" ayah ini lumah capa?" tanya Dini
" hmmm ya lumahnya becal ayah , ini lumah kita ya?" sambung Dian.
" hmm iya sayang ini rumah ayah rumah kalian juga" ucap Roby kepada keduanya.
" By secepatnya lah beri kakak ponakan baru. langsung program ya! lagian kan si kembar udah gede" ujar Tina semangat.
" iya kak, nanti sekalian disana Roby sama Mina cek kesehatan " ucap Roby
Dini dan Dian mulai kelihatan lelah dan mengantuk Roby mengantar mereka ke kamar dan mendampingi keduanya.
Mina sudah selesai dari dapur dan mendapati Tina yang sedang menonton. Rasa nya tidak puas kalau hanya bicara pada Roby.
" Na boleh ya kakak minta ?" tanya Tina
" minta apa kak?" tanya Mina balik sambil mengernyitkan dahinya, mau minta apa kaka ipar ini pikirnya.
" beri kakak ponakan lucu lagi seperti Dian atau Dini kalau pun dapat seperti mereka berdua kakak pasti senang sekali " ucap Tina begitu bersemangat.
Mina yang mendengar itu hanya menunduk tersipu malu. Itu artinya mereka harus bekerja keras. Karena papa mama Roby tidak ada lagi maka Tina lah yang jadi orang tua bagi mereka.
bersambung
__ADS_1
...****************...