
Dunia seakan berhenti saat gadis bernama mawar itu melihat garis yang berada di alat test kehamilan yang dibelinya saat malam tadi.
mawar menundukkan dirinya di closet dan menumpahkan tangisnya yang ia tak bisa ia tahan lagi,
"bajingan" umpat mawar. bagaimana ia menjelaskan semua ini kepada kedua orang tuanya? tidak mungkin ia menyembunyikan kehamilannya.
ingin pergi sejauh jauhnya tapi mawar tidak punya banyak uang,biaya hidup juga butuh uang banyak mawar sudah memikirkan tentang kenyataan bahwa dirinya hamil.
mawar mencoba menerima kenyataan pahit ini dengan tegar dan ikhlas, percuma mawar marah karena tidak akan merubah semuanya.
dipagi hari yang cerah ini mawar sedang duduk di taman belakang gadis itu menangis tergugu di kursi taman tersebut,dunia begitu kejam padanya
lantas apa yang harus ia lakukan sekarang. mawar tak tahu apa yang harus iya lakukan kedepannya
mawar mengelus lembut perutnya yang masih rata dengan air mata yang terus saja mengalir.
selama tiga bulan ini hari hari mawar di penuhi bayang ketakutan di hatinya, hidup mawar masih sama namun bayai-bayang itu selalu menghantui.
kandungan mawar sudah memasuki bulan ketiga perutnya sudah sedikit menonjol sehingga mawar selalu menggunakan sweater kemanapun untuk membohongi semua orang,
"mawar aku lagi seneng banget pekik Devi sahabatnya mawar."
mawar mengerutkan keningnya
"memang nya ada apa."
__ADS_1
"kemarin aku ditembak maw"
"di tembak sama siapa"
"Kevin, jawab Devi dengan senyuman khasnya."
"kamu tau Kevin kan maw?"
"tahu, selamat ya semoga hubungan kalian berdua langgeng".mawar memberi ucapan selamat atas hubungan Devi dan Kevin.
"iya makasih."
"maw, panggil Devi.
mawar menoleh pada Devi "ada apa.
"terus ? ko kamu kayak yang sedih."
"aku gamau ninggalin kamu dan juga Kevin, "Devi merasa tak rela kalau harus meninggalkan mawar
"kalau masalah pacaran kalian masih bisa LDR an kan."
"tapi kamu?."
"aku kenapa" tanya balik mawar
__ADS_1
"kamu adalah sosok sahabat yang baik bagi aku, maw, aku gabisa ninggalin kamu atau jauh-jauh dari kamu.ucap Devi sedih...
mawar bahagia bisa mendapatkan sahabat baik seperti Devi,mungkin hidupnya akan lebih berwarna jika hari- harinya bus terus bersama dengan devi.
"kamu kesana untuk mimpi kamu kan,
insyaallah kita akan ketemu lagi setelah nanti sama-sama sukses.ucap mawar
"ya udah makasih udah selalu ada buat aku."
"sama-sama nah ini baru sahabat aku,ucap mawar."kekeh mawar membuat Devi tertawa kecil...
kadang orang tahu kita dari luar saja,
namun sebenarnya keadaan lain seperti yang orang pandang.mawar selalu menutupi kesedihannya pada semua orang, ia tak mau bercerita tentang keterpurukannya.
ditambah sekarang mawar hamil,
dan Radit tidak tahu pergi kemana
dan tidak bertanggung jawab atas semua hal yang ia lakukan,mawar beruntung mempunyai sahabat baik seperti devi
walaupun mawar selalu merahasiakan kesakitan nya selama ini.
apa Devi akan tetap mau berteman dengan nya setelah tahu mawar hamil diluar nikah? entahlah,mawar pun masih bimbang untuk menceritakan semua kebenaran ini pada Devi.takut merepotkan dan takut sahabatnya itu membenci dirinya...
__ADS_1
mawar perlu waktu untuk menceritakan semua ini, lambat laun iya akan menceritakan semua kebenaran ini...