KESALAHAN

KESALAHAN
ambisi revan


__ADS_3

Aku memperhatikan seluruh gerak gerik mawar, yang cenderung spontan tetapi sedikit canggung itu, sepasang matanya yang teduh seketika melebar sewaktu aku mengucapkan penawaranku padanya.


Aku bertaruh dia akan marah mungkin menampar ku atau menyiram wajahku dengan sisa kopi nya, dan mengatai ku seorang pedofilia brengsek yang akan menjebaknya.


"Apa maksud mu,"tanya mawar dengan terbata-bata mengerjap ngerjap dengan sorotan mata yang gelisah dan melirik kikuk ke sekitar.


" hubungan cinta satu malam" mawar kau dan aku akan berada di atas ranjang yang sama.


"Tunggu-tunggu revan ada yang harus aku tegaskan padamu, aku bukan wanita seperti itu,"


Selanya dengan nafas yang mulai memburu dan kedua pipi yang merona terang seperti buah ceri.

__ADS_1


Buah ceri ku yang menggoda,aku lagi lagi menyaksikan rasa gugup yang menyerang mawar datang,lantas membiarkannya bergulat dengan kepanikan yang justru ku nikmati.sesuatu yang belum pernah terjadi padaku sebelumnya,sesuatu yang mendorong semua pengendalian diriku Keluar untuk dihabisi di depan wanita itu, dan membuatku kehilangan kontrol.


Setelah aku melihat mawar menggertakan gigi Berulang kali dan tampak putus asa Saat menerima panggilan dari seseorang tadi Aku langsung sadar bahwa iya sedang dalam kondisi kesulitan itu tentang kakak nya, aku sama sekali tidak Tindakanku yang kurang terpuji, karena telah menguping pembicaraan orang lain tanpa sengaja.takdir selalu mengatur di waktu yang tepat bukan, ?


"Hanya untuk bersenang senang dengan cara yang tidak biasa, mawar jika kau memang ingin menolak tawaran nya Maka katakan saja padaku.


Aku akan sangat kecewa tapi apa boleh buat,? Hidup memang selalu tidak berjalan sesuai ekspetasi kita...


Membasahi pergerakan bibirnya yang kecil itu membuatku mendamba akan rasa dirinya di lidah ku, dan menanyakan seberapa lembut sensasi itu.


Mawar merespon kalimat terakhir ku dengan baik, dia menggerdikan kedua bahunya menyelipkan rambutnya yang panjang seperti warna api itu ke salah satu daun telinga nya. Kemudian menggaruk hidung nya aku membaca raut wajahnya yang begitu ekspresif menontonnya dilanda oleh Dilema, dan merasa puas selepasnya.

__ADS_1


Sejak pertama kali mawar tiba di restoran prancis yang hanya sesekali ku kunjungi seperti sekarang penampilannya mendadak menarik segenap perhatian ku, sederhana dengan blus renda berpotong longgar dan celana pendek yang begitu pas melapisi pinggul seksi nya dia terlihat muda penuh antusias, yang terlukis di sepasang iris abu-abu nya yang menawan,mengingatkan ku pada seseorang di masa lakuku.


"Bagaimana aku percaya padamu" aku menyunggingkan senyum tipis sebelum menjawab dan mengeluarkan bukti koneksi yang mampu meyakinkan mawar untuk mempercayaiku.


Teman - teman dekat ku separuhnya pengacara yang reputasi nya tersohor di berbagai macam negara, persentasi mereka memenangkan kasus - kasus yang sangat tinggi.


"Kau punya relasi yang bagus," komentarnya menatapku dengan pandangan penuh curiga.


Kini mawar menggigit bibirnya dan itu sontak membuat ku sontak mengeratkan rahang, mencegah mengambil alih kewarasan yang masih tersisa atau pengendalian diriku yang kelewat rendah justru akan menghancurkan setiap moment.


Mengacaukan seluruh usahaku untuk membujuknya menyepakati janji yang ku tawarkan,aku tahu mawar sedang berperang mengatasi sebuah konfrontasi yang mengguncang dirinya sekarang, namun aku terlalu egois untuk mencapai ambisiku.aku membiarkan wanita itu merana dalam ketidakberdayaan...

__ADS_1


Selamat membaca...


__ADS_2