
" wah sungainya bersih banget ya bu, gak pernah dipakai ya bu?" tanya Dini begitu antusias ketika melihat sungai di depan mereka. Bagaimana tidak umur Dian dan Dini masih balita ketika mereka di boyong ke kota. Lagi pula Mina sibuk kerja di kantor desa kala itu dan Roby sebagai ayah menjaga mereka sambil sesekali melihat lahan percontohan miliknya. Jadi tidak pernah sekalipun Dian dan Dini menginjakkan kaki di sungai ini.
" bu boleh mandi disini kan ?" tanya Bima
" boleh , tapi tetap jaga kebersihan. Walau tidak ada yang mandi lagi ke sungai tapi ini juga dipakai buat mengairi sawah. Tapi sebelum pada mandi kita makan dulu ya!" terang Mina dan mengajak keluarganya untuk makan siang .
" kak temani Bima mandi ya"
" iya dek, makanan nya turun dulu"
" kak Dini mandi juga kan? Dinda juga mau mandi kayak kak Bima." ucap Dinda dengan manja.
" iya dek kita mandi. walau kakak lahir di desa ini tapi kakak baru kali ini loh mandi ke sungai" terang Dini.
" hmmm seru ini , ayah juga bakal ikut turun sama ibu kalian. iya kan sayang?" goda Roby
" gak bawa ganti mas, masa iya ke bukit basah-basahan gak lucu" sungut Mina.
" siapa bilang tidak bawa , aku udah siapkan semua. karena waktu itu kita gak jadi mandi." kenang Roby akan pertemuan mereka dulu .
__ADS_1
Dan Mina hanya tersenyum kecut mengingat semua itu. Terkadang ada rasa penyesalan dihatinya kenapa dia harus menolak Roby kala itu.
Roby yang menyadari perubahan wajah Mina langsung membelai rambutnya.
" hei mikirin apa hmm? ayo turun kita mandi bareng anak-anak supaya kita langsung kebukit" ajak Roby .
Mereka semua pun mandi di sungai. Anak -anak sangat menikmati kegiatan mereka.
Saat ini Keluarga Roby sudah berada dibukit. Sedang menunggu matahari terbenam. Walau tak seindah sunset di Bali paling tidak mereka mengambil photo keluarga disana. Yang Roby dan Mina tanamkan pada anak-anaknya tidak semua harus mewah. Sederhana tapi tetap menjaga kebersamaan itu lebih berkesan. Itu adalah inti dari semuanya.
Mereka sudah di villa sekarang dan menikmati makan malam yang disediakan oleh istri sidik.
" belum tahu bu" jawab Dini singkat sambil terua menikmati makanan nya. Sedang Bima dan Dinda terlihat lelah dan mengantuk . Hanya saja karena harus makan malam mereka berusaha menghabiskan makanan nya.
" bu Dinda ngantuk , Dinda duluan ya" katanya begitu makanan nya habis .
" tunggu kakak dek, kakak juga udah cape" ujar Dini seraya menghabiskan makannya. Dan hanya dibalas anggukan oleh Roby dan Mina.
Mereka semua sudah berlalu dari meja makan. Istri Sidik sedang membersihkan peralatan makan . Roby dan Mina sudah di kamar beristirahat seperti yang lain. Karena mereka juga lelah.
__ADS_1
Bagaimana tak lelah begitu sampai di desa mereka langsung keliling kesana kemari. Walau sudah istirahat 1 malam rasanya kurang. Jadi kini mereka semua sudah di alam mimpi.
Ditempat lain seseorang sedang berada di ruang kerjanya. Entah apa yang sedang dia kerjakan. Dari tadi asap tidak berhenti mengepul dari rokok nya. Bolak balik dia menarik nafas panjang.
Sampai terdengar ketukan dari luar membuyarkan lamunan nya. Sebenarnya tidak ada aktitivitas apa pun yang dilakukan. Hanya saja ia tak ingin di ganggu oleh pertanyaan - pertanyaan yang ia rasa tak perlu di jawab.
" mas " suara itu terdengar di sela sela suara ketukan pintu.
" masuk" ucap Guntur begitu mendengar suara Riska.
" kenapa?" tanyanya kemudian begitu melihat istrinya sudah masuk ruang kerjanya.
" gak ada apa - apa . Dari tadi mas belum makan dan gak keluar dari sini makanya aku susul" ucap Riska.
" hmmmm kamu makan aja, aku belum lapar dan kalau kamu ngantuk istirahatlah ! tidak usah menunggu ku tolong tutup kembali pintunya " ucap Guntur.
Riska menarik nafas panjang dan berlalu dari hadapan suaminya.
maaf ya othor jarang up . lagi banyak kegiatan.. dukung othor dengan like nya ya. terima kasih.
__ADS_1