KESALAHAN

KESALAHAN
3


__ADS_3

"Davian *suara memelas*, kamu dulu nggak pernah teriak teriak kek gini sama cewek, nggak pernah kasar kek gini *suara yang menjadi sedih*, apa gara gara cewek ini ya kamu berubah?, *suara yang berubah menjadi kesal*, lo yaa, lo itu siapa sih, lo ngerubah pangeran gue jadi nggak baik *nada suara yang menjadi marah*, lo harus terima hukuman".


_____________________________________________


Tangan Amanda mulai naik untuk memukul Fransisca, sedangkan Fransisca masih dalam keadaan yang sama.



Tangan Amanda langsung di tangkap Davian dengan cekatan.


"Gue bilang sekali lagi sama lo, jangan buat rusuh, sekali lagi aja lo ulang, maka habis lo *menepis kuat tangan Amanda*".


Davian dan yang lain nya pergi menjauh dari Amanda, sedangkan Amanda sekarang sedang tersungkur di lantai.


"Amanda lo gpp" suara khawatir dari Lisa teman Amanda, yang selalu ada di samping Amanda untuk melakukan hal hal gila.


"Cewek sia**n itu harus terima akibat nya, dan lo Rani, bukan nya bantuin gue malah diam aja di sana kek patung" ucap Amanda kesal.


Rani langsung membantu Amanda, Rani adalah teman Amanda yg juga selalu ada di samping Amanda.


***


Fransisca melepaskan tangan nya dari genggaman Davian.


"Gue mau ketoilet" nada lesu terdengar dari mulut Fransisca.


"Ah ya sudah kalo gitu akan kami tunggu di kelas" Davian.


Fransisca berjalan dan menarik tangan Clara, Clara mengikuti Fransisca pergi, sedangkan Davian dan Maxim kembali ke kelas mereka.


"Fransisca lo ngerasain itu?" Clara.


"Iya".


"Jadi?".


"Kita liat aja nanti malem, waktu nya pas atau enggak, kita enggak bisa gegabah".


"Tapi gue nggak nahan".


"Lo pikir gue nggak apa, kita liat aja nanti malem".


Mereka pun sampai di dpn pintu kamar mandi, dan tiba tiba Fransisca memberhentikan langkah nya.


"Ada apa?" tanya Clara.


"Liat" Fransisca membuka pintu kamar mandi dengan kasar, dan tumpah lah air kotor dari atas membasahi celana dan rok yg mereka pakai.


"Siapa yang melakukan tindakan seperti ini?" Clara.


"Udah lah nggak usah di urusin, kita ke sini untuk nenangin diri sebentar kan".


"Iya sih".


Mereka pun masuk ke kamar mandi dan membasuh wajah mereka dengan air.


***


"Sial, gimana dia tau sih, liat aja lo, mungkin yang ini lo bisa lolos tapi enggak untuk yang berikutnya, bagaimana pun lo yang buat pangeran gue bentak gue, lo harus tanggung jawab".


Wanita itu pun pergi meninggalkan toliet, sedangkan Fransisca dan Clara yg sudah selesai di kamar mandi, segera keluar dan kembali ke kelas.

__ADS_1


"Kenapa lama banget?" Maxim.


"Lesu aja".


"Eh gimana kalo malem ini kita nonton, ada film bagus yang tayang perdana di bioskop" ajak Davian.


"Ide bagus tuh daf, gue mah gimana nya cewek cewek aja ya kan" ucap Maxim.


"Kita nggak bisa ikut, malam ini kami ada urusan penting" jawab Clara.


"Ahh baiklah jika kalian tak bisa, kami tak bisa memaksa" jawab Maxim.


Kelas pun di mulai karna sang dosen sudah hadir, sepanjang jam pelajaran Fransisca dan Clara tak memperhatikan sedikit pun, yang ada di benak mereka hanya lah bagaimana nanyi malam, mereka menyusun rencana agar apa yang mereka inginkan terjadi.


Jam pelajaran pun selesai dan saat nya bagi semua mahasiswa pulang.


"Apa boleh kami antar pulang" ajak Maxim.


"Nggak perlu, sopir kami udah jemput kok" jawab Fransisca yang langsung berjalan meninggalkan kelas di ikuti oleh Clara.


"Kenapa sih mereka, sejak dari kantin tadi mereka jadi berubah, entah kemana pergi nya semangat itu" Maxim yang sedang berbicara dengan Davian sambil menatap pintu yang sudah tertutup karna keluar nya Fransisca dan Clara.


"Entah lah, apa kita buat kesalahan?, atau karna Amanda tadi?" Davian.


"Kalo emang karna Amanda kenapa Clara ikutan murung?".


"Siapa tau kan dia juga suka sama gue" pede yg melewati batas.


"😒😒😒" Maxim.


"Ya udah lah ayo pulang".


Rumah besar keluarga Dwiputra #rmh Fransisca#.


"Jadi di mana tepat nya tempat ini?" Clara.


"Yang pasti di tempat yang jauh dari penduduk".


"Enggak mau di cek dulu?".


"Langsung aja, toh ini juga udah pasti, gue nggak bisa nahan terlalu lama".


"Tapi bagaiman juga ini salah satu markas milik mafia besar".


"Tapi ini bukan lah markas inti, kurasa ketua mafia tak akan ada di sana".


"Oke lah gue ikut lo aja".


"Ganti baju dulu lah".


"Oke".


Mereka pun mengganti pakaian mereka.


Outfit Fransisca di tambah sama rompi ya.



Outfit Clara


__ADS_1


Mereka sekarang sudah siap untuk pergi, sebelum pergi....


"📞Bik aku akan menginap di rumah Fransisca" Clara pun mengabari kepala pelayan nya.


Setelah Clara menelfon kepala pelayan nya gantian bagi Fransisca untuk berbohong.


Fransisca dan Clara pun turun dari kamar Fransisca.


"Pak saya akan menginap di rumah Clara, nggak tau kapan pulang, nggak usah jemput ke sekolah, Fransisca sama Clara akan berangkat bareng, jaga rumah ya pak" Fransisca.


"Siap nona, hati hati di jalan nona" kepala pelayan.


"Iya".


Mereka pun pergi dari rumah menggunakan salah satu mobil Fransisca, Fransisca pun langsung melajukan mobil nya dngn cepat menuju markas yg tersembunyi itu.


***


"📞Dav minum yuk, sekalian gue mau curhat".


"📞Di mana?".


"📞Di markas ***, sekarang ya".


"📞Hmm" Davian pun mematikan telfon nya.


Pov Davian.


"Nih anak kenapa tiba tiba ngajakin minum, jangan jangan dia ngerasain apa yg gue rasain, ahhh udah lah".


Davian pun langsung berangkat ke markas ***, sedangkan Maxim sudah di sana lebih dulu dan menunggu Davian di rooftop/atap.


***


Fransisca dan Clara pun sampai di tempat yang mereka tuju, tak ada pengamanan di depan pintu membuat Clara dan Fransisca memasuki markas dngn mudah nya.


Nampak di sana ruangan yg memiliki kaca 1 arah #kita bisa melihat di dalam tapi tidak untuk yqng di dalam#, di sana ada 1 orang yang sudah babak belur dan tak memiliki energi lagi, Fransisca dan Clara pun memutuskan untuk memasuki ruangan itu.


"Kita sudah mendapatkan mangsa nya😈" Clara.


"Mari kita mulai😈".


Fransisca dan Clara pun membuka pintu dan bersiap untuk memulai aksi mereka.


"Si...siapa kalian?" Korban.


"Kami adalah malaikat yg akan menolong mu😈" Fransisca.


"Bagus lah, cepat tolong aku, jika kalian tak cepat maka mereka akan datang".


"Baiklah, jika kau yang meminta" Clara.


Fransisca mengeluarkan sesuatu dari saku nya.


"Aa...apa yg akan kau lakukan?" suara korban yang menjadi ketakutan.


"Kami akan menolong mu" Clara


komen nya?, vote nya?, like nya?, rate nya?


semua nya di nanti loh, jan lupa pokok nya😉

__ADS_1


__ADS_2