KESALAHAN

KESALAHAN
4


__ADS_3

"Baiklah, jika kau yang meminta" Clara.


Fransisca mengeluarkan sesuatu dari saku nya.


"Aa...apa yg akan kau lakukan?" suara korban yang menjadi ketakutan.


"Kami akan menolong mu" Clara


_____________________________________________


"Yang dia maksud adalah mengambil nyawa mu, agar kau tak merasakan apa pun lagi".


Saat mendengar hal itu sang korban langsung membelalak kan mata nya terkejut dan rasa takut menyelimuti nya, saat dia ingin berteriak Clara menyampaikan sesuatu yang membuat dia bergidik takut.


"Jika kau berteriak sebelun kami memulai, maka jangan salahkan aku jika bibir mu tak berada di tempat nya lagi, dan jangan salah kan aku jika lidah mu berada tepat di kaki ku๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ".


Sontak hal itu membuat sang korban menangis ketakutan, dia tak tau harus apa.


Fransisca memulai aksi nya dengan menyayat nyayat urat nadi dngn pisau tumpul nya, sang korban pun berteriak kencang menahan rasa sakit, Fransisca dan Clara tersenyum mendengarkan teriakan itu, mereka semakin bersemangat untuk melakukan nya.


Clara memulai dngn memotong jari tengah sang korban, korban lagi lagi menjerit kencang karna mereka berdua.


Fransisca beralih ke wajah sang korban #korban pria, umur sekitar 30thn#, Fransisca mulai menyayat wajah nya dngn halus, membuag darah menetas dari wajah nya, sayatan Fransisca nampak seperti sang korban menangis darah.


Sedang kan Clara beralih ke dada sang korban.


"Fransisca bagaimana jika kita lihat isi tubuh nya?".


"Itu ide yg bagus๐Ÿ˜ˆ".


"Aku mohon jangan, aku benar benar tak tau apa pun, ku mohon lepas kan aku" korban yang berbicara sambil menitihkan air mata nya.


Tanpa mendengarkan permohonan sang korban Clara tetap melakukan nya, dia membelah kulit dada sang pria dari bawah leher hingga ke perut, pria itu sudah kehabisan tenaga untuk menjerit dan menangis.


Sedangkan Fransisca dan Clara masih menyiksa sang pria, Fransisca dan Clara mengoyak kulit dada sang pria hingga terlihat jelas di sana semua isi nya, jantung yang berdetang kencang terlihat oleh mereka, dan sang korban pun berteriak lebih kencang membuat Fransisca dan Clara terkejut.


Karna hal itu Fransisca dan Clara pun membunuh pria itu takut akan ada orang yg datang, mereka membunuh korban dngn cara menusuk nusuk jantung sang korban, tanpa menunggu waktu lama nyawa sang korban pun sudah hilang.


Fransisca dan Clara pun segera pergi dari ruang itu, tapi saat mereka berbalik, seseorang membuka pintu dan melihat mereka di sana #mereka menggunakan masker#.


"Siapa kalian?" Penjaga 1.


"Kami di suruh tuan untuk menghabiskan nyawa nya" ucap Fransisca tanpa ragu.


"(Tuan??, Tak mungkin tuan memerintahkan hal itu, bukan kah tahanan ini sangat di butuhkan, informasi yg dia miliki sangat berharga, jadi tuan tak pernah menyuruh kami untuk membunuh nya)".


"Kami akan pergi sekarang, lebih baik kau bersihkan mayat itu sekarang" ucap Clara yg ingin berjalan keluar ruangan itu.


Tapi dengan sigap sang penjaga itu menghentikan langkah kedua wanita itu.


"Siapa nama mu?, Dan apa bukti nya jika kau adalah suruhan dari tuan kami?".


Karna menurut mereka, mereka sudah tak aman lagi, akhir nya mereka memutuskan untuk kabur dari sana, dengan sekuat tenaga, Fransisca dan Clara mendorong kuat sang penjaga hingga kaki nya tertancap besi panjang bahkan sampai tembus keluar, Fransisca dan Clara pun berlari secepat mungkin ke pintu keluar, tapi mereka salah memilih jalan.

__ADS_1


Di hadapan mereka sekarang hanya ada tangga yang menuju ke atas dan kebawah, jelas mereka akan memilih tangga bawah, mereka mulai berlari menuruni tangga, di susul si penjaga yang berjalan dngn terpincang pincang dgn menahan rasa sakit yang teramat di kaki nya.


Saat mereka menuruni tangga mereka tak sadar jika ada seseorang yg mengarah ke mereka, dan tiba lah saat nya, mereka sekarang bertatapan satu saa lain.


"(Gawat)" Fransisca.


"(Tamat)" Clara.


"Siapa kalian?" Davian.


Mereka yang merasa jika bohong tak berguna lagi pun langsung membalikan tubuh dan berlari kencang menaiki tangga.


Davian pun ikut mengejar dari arah belakang.


"Berhenti kau, siapa pun kalian cepat berhenti" Davian bertiak sambil tetap berlari "Sial aku tak bawa pistol lagi" bisik Davian yg masih terus berusaha mengejar.


"Tuan dia membunuh salah satu tahanan kita" teriak si penjaga yg kaki nya tertusuk oleh besi.


"Sial" umpat Davian


"๐Ÿ“žMax tangkap 2 orang yang lagi mengarah ke arah mu".


"๐Ÿ“žBaiklah".


Maxim pun segera bersiap untuk menangkap ke2 orang yg di maksud oleh Davian.


Sedangkan Fransisca dan Clara mengumpat diri nya karna terlalu ceroboh, bahkan mereka harus berurusan dengan orang yang lebih di atas dari nya.


Fransisca dan Clara tak menyadari jika ada yang menunggu mereka di atas, saat mereka sudah di atap dan membuka pintu.


#lalu di tangkap๐Ÿ˜๐Ÿ˜#


Maxim pun berhasil menangkap kedua wanita itu, bahkan Max juga langsung mengunci tubuh ke2 gadis itu agar mereka tak kabur lagi, Max pun menahan nya sambil menunggu Davian.


"Huf huf huf, bagus Max, mereka membuat ku lelah, entah dapat dari mana mereka energi huf sebanyak itu huf" Davian yg berbicara dngn nafas yg tak teratur.


"Ini nih, mereka ngapain sih?" Max yg masih menahan berontakan kalian.


"Mereka membunuh tahanan kita".


"Apa?, siapa?".


"Nanti gue kasih tau, tapi yg perlu kita urus sekarang adalah ke2 wanita ini dulu, mari kita lihat siapa kalian๐Ÿ˜ˆ" tangan Davian pun berisap untuk membuka topeng mereka.


#Fransisca sama Clara itu menggunakan masker dan topeng kain yg biasa di pakai oleh pencuri#.


Davian pun memulai dari Fransisca, Fransisca berusaha sebisa mungkin agar Davian tak membuka topeng nya tapi gagal, topeng itu terbuka dan terkibas lah rambut panjang ikal pirang yg di miliki Fransisca.


Davian dan Maxim terkejut melihat rambut dan mata yg sama seperti Fransisca.


"Fransisca!!" tanpa membuang waktu, Davian pun membuka paksa masker Fransisca, dan benar mereka semakin terkejut melihat itu benar Fransisca.


Maxim pun langsung menoleh ke wanita yg satu nya lagi dan mengatakat "Clara", hal itu membuat Davian menoleh ke arah yg berlawanan dari Fransisca.

__ADS_1


Dengan cepat Max membuka topeng dan masker yg di kenakan Clara.


"CLARA!!!" Maxim.


"Ya ampun nggak bisa pelan pelan apa buka nya, kalo wajah gue lecet gimana?" rutuk Clara.


"Gila sumpek banget mkk masker mana harus make topeng ini lagi" menunjukan topeng dan membuang nya.


"Ngapain kalian di sini?" Davian.


"Menyalur kan nafsu" Fransisca.


"Hah??!!!" Maxim.


"Apa lo masih belum ngerti" Clara.


Mereka berdua pun menggeleng kan kepala nya.


"๐Ÿ˜‘" Fransisca dan Clara pun berekspresi sama.


"Kami ini sikopat, puas?" jawab Fransisca dan Clara bersamaan.


"APA!!!!" jawab kompak Maxim dan Davian


"Jadi kalian bunuh tahanan tadi karna..." Davian yg menggantung kan kalimat nya


"Nanya sekali lagi gue tampol" Fransisca.


"Ternyata kalian seperti ini" Maxim.


"Kenapa lo nggak suka?" Clara.


"Bu, bukan kek gitu".


"Udah lah, udah biasa".


"Kami udah jawab pertanyaa kalian, sekarang jawab pertanyaan kami, ngapain kalian di sini?, jangan bilang kalo ini markas kalian, dan kalian lah mafia terbesar itu" Fransisca.


"Iya itu kami, kami lah pemilik tempat ini" Davian.


Fransisca dan Clara terkejut sejenak dan kembali berekspresi seperti semula.


"Hah, ternyata sang penerus memiliki rahasia sebesar ini" ucap Clara sambil sedikit menyeringai.


"Memang nya kenapa?, bukan nya kalian juga adalah penerus satu satu nya dari keluarga Dwiputra dan Anggara" Maxim.


"๐Ÿ˜‘Kalian mencari tau tentang kami yaa" Clara.


"Ya mau bagaimana lagi, kalian terlihat mencurigakan" Maxim.


"๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘".


"Sudah lah tak usah membicarakan hal yang tak penting, sekarang kita buat kesepakatan, jika kalian diam maka kami juga akan diam" Fransisca.

__ADS_1


"Maksud mu kau ingin rahasia mu terjaga?" Davian.


"Rahasia kita" nada Fransisca yg sedikit menekan.


__ADS_2