KESALAHAN

KESALAHAN
bab 31


__ADS_3

" mas kasihan Bima" ucap Mina matanya berkaca- kaca hendak menangis.


" tenangkan diri kamu sayang. Ini rejeki yang kuasa punya caranya sendiri" ucap Roby. Ya mau bagaimana toh sudah terjadi. Satu sisi Roby bangga ternyata dia topcer hahahahah.


...----------------...


[ kak bisa datang bulan depan?] tanya Roby di telepon.


[ belum ada setahun By udah rindu lagi sama kakak kan ada istrimu] ucap Tina menggoda.


[bukan itu kak bulan depan Mina akan melahirkan]


[whatttt kamu gila ya]


[rejeki kak, kakak datang ya bantu Roby ]


tut tut tut panggilan diputus sepihak. Sekarang Roby jarang ke kafe , jarang ke desa permai. Roby tak bisa kemana-mana . Mina akan menangis jika Roby pergi dari rumah. Manjanya kelewatan hamil kali ini . Moodnya naik turun untung saja Dian dan Dini sangat pengertian . Walau mereka masih sd tapi tidak banyak tuntutan pada orang tuanya. Terkadang kalau mereka sedang libur mereka akan membantu menemani Bima.


" maaasssssss" jerit Mina pagi ini.


Roby yang baru saja akan pergi mengawasi kafe kembali ke kamar. Mumpung si kembar libur dia mencuri waktu untuk ke kafe.


" ada apa sayang ?" "astaga" Roby panik air ketuban Mina merembes pakaian nya basah.


Mina akan melahirkan dan ini lebih cepat dari perkiraan usia kehamilannya baru memasuki 9 bulan, baru sekitar 4 hari.


Tanpa banyak basa basi Roby melarikan Mina kerumah sakit. Tak butuh waktu lama begitu Mina di tidurkan di brankar bayi nya sudah tak sabar dan langsung nongol. Persalinan kali ini tidak pakai drama, tidak ada kontraksi yang berarti yang Mina alami . Kontraksi dia rasakan hanya sesaat sebelum sampai rumah sakit.


Dokter yang menangani Mina gerak cepat. Membersihkan baby dan ibunya dengan segera. Mina tersenyum penuh kelegaan. Roby menangis terharu pasalnya kali ini dia tidak perlu merasakan cakaran dan cubitan Mina.

__ADS_1


" selamat pak ini putrinya" ucap perawat menyerahkan bayinya pada Roby.


Roby dan Mina tersenyum bahagia. Kini keluarga nya terasa lengkap dengan 2 putra dan 2 putri.


" mau kita tambah adik lagi untuk Dinda?" tanya Roby


" Dinda ?" tanya Mina memastikan


" iya sayang Dinda , gabungan dari nama kakaknya Dian Dini dan Bima" terang Roby


" kasihan Bima hanya dia yang namanya awalan B" ucap Mina dan mereka tertawa bersama-sama.


[ kak Mina sudah melahirkan ponakan kakak yang cantik]


[ya adikku yang ganas siap berangkat] balas Tina dari sebrang sana tak habis pikir.


[ ya Mina sayang tumben menghubungiku setelah sekian lama] Siti cerewet begitu melihat wajah Mina di hp miliknya.


[eh kamu kenapa kok kayak ranjang rumah sakit ]


[habis lahiran??? bukannya Bima belum genap 1 tahun ? astaga? Minaaaa]


[rejeki Ti, kita juga nggak tahu kala itu]


[hmmm iya deh ntar ultah Bima aku datang sekalian lihat baby mu. cowok apa cewek?]


[cewek ]


[iya deh sahabat aku , selamat atas kelahiran putrinya cepat pulih ya]

__ADS_1


[ terima kasih ya Ti]


tut tut tut panggilan diputus.


" sayang kamu belum jawab pertanyaan aku" ucap Roby


" pertanyaan yang mana mas?" tanya nya kembali


" adik untuk Dinda?" ucap Roby nakal


" kamu tu ya mas baru lahiran dah rencana buat adik. lihat nanti ah" Mina enggan memikirkan dan membayangkan nya. Untunglah Roby siaga dan pekerjaan mereka tidak terlalu menuntut waktu untuk selalu di tempat kerja.


Tina sudah dirumah saat Mina pulang dari rumah sakit. Rumah yang besar itu kini tidak sepi lagi . Saat Roby dan Tina kecil hanya mereka anak-anak dirumah itu dan kini ada 4 anak kecil maka bisa dibayangkan bisingnya rumah itu sekarang.


Dian dan Dini sekarang sudah SMP .


Bima dan Dinda kelas 1 Sd. Sekian tahun telah berlalu . Karena sekarang libur semester maka Roby memutuskan untuk memboyong keluarganya ke desa permai. Sudah lama mereka tidak kesanan. Sekalian mau melihat kondisi vila. Setelah mbok Nah meninggal Sidik lah yang mengurus vila bersama istrinya.


Hari hampir malam ketika Roby dan keluarganya tiba di desa. Jadi mereka memutuskan untuk beristirahat dulu.


" dek sini bersih-bersih sama kakak. supaya besok kita jalan-jalan di desa" ajak Dini


" tapi dingin kak" sahut Dinda


" Bima ikut kakak ya!" ajak Dian pada adiknya.


Walau tinggal di kota dan termasuk hidup nyaman dengan semua harta ayah dan ibunya tidak membuat Dian dan Dini manja.


Hidup punya pembantu tidak membuat mereka tidak bisa apa-apa. Mina selalu mengajarkan anak-anaknya untuk mengetahui semuanya. Karena ada kalanya mereka akan jauh dari orang tua.

__ADS_1


Roby dan Mina pun masuk ke kamar mereka.


...****************...


__ADS_2