
Sampai dirumah Guntur uring - uringan tidak jelas. Riska yang melihat bingung tidak biasanya Guntur pulang jam begini dan dengan muka masam.
" mas"
" aku sedang tak ingin di ganggu"
Riska diam karena kalau dia melanjutkan maka dipastikan keduanya akan ribut besar.
Dikediaman Roby Bima dan Dinda baru saja pulang sekolah.
" ayah ibu " keduanya menyalim orang tuanya
" Bima sebentar lagi libur kan? kalian siap - siap ya. Kita akan melihat kakakmu di desa"
" baik ayah"
Bima dan Dinda pun berlalu
" Mas apa kira- kira yang kita lakukan kalau tiba - tiba Guntur datang setelah mengetahui kebenaran itu ?"
" Kita tunggu saja apa yang akan dia lakukan. Sejauh mana dia akan bertindak"
Telah tiba hari dimana Roby dan keluarganya akan ke desa. Mereka sudah berangkat subuh tadi.
__ADS_1
Sedangkan Guntur baru keluar dari kamar dan akan bersiap ke kantor. Semenjak hari dimana dia mengetahui kebenaran itu dia puasa berbicara kepada Riska istrinya. Sebenarnya Riska bingung , namun dia menghindari keributan.
Entah apa yang dipikirkan Guntur saat ini, ingin menemui anak- anaknya namun bingung dengan alasan nya. Rasa bersalah menghantui dirinya.Teringin menemui Roby tapi apa tanggapan Roby nantinya. Tujuan sebenarnya adalah ke kantor , namun karena pikiran nya bercabang kemana- mana akhirnya dia tiba di rumah Roby.
Begitu dia tersadar dia turun dan mengetuk pintu rumah tersebut. Yang terjadi biar jadi urusan belakangan yang penting dia puas.
" ya pak ada apa? "
" Roby ada?"
" Bapak sama ibu dan anak - anak ke desa mengunjungi den Dian"
" oh ya sudah kalau begitu nanti setelah mereka pulang saya kesini lagi. saya permisi "
" iya pak "
" ayah kalau sekarang kita mengunjungi kak Dian ketempat kak Dini kapan?"
" Dinda rindu yah, dia kan gak tahan kalo jauh dari kak Dini hehehe"
" gak usah ngejek Dinda kak , kak Bima juga rindu kan sama kak Dian, cuma kak Dian dekat jadi lagi libur gini kita bisa lihat"
" gak ngejek dek, kakak juga rindu sama kak Dini orangnya lembut jarang marah kayak ibu"
__ADS_1
" iya Dinda rindu banget sama kak Dini"
" ya sudah nanti kalau sudah sampai di desa kalian video call sama Dini, pasti dia senang melihat kalian bertiga"
" ide bagus itu bu, eh bu bisa gak nanti kalau Dinda tamat nyusulin kak Dini, biar Dini sekolah di sana. Lagipun Dinda rindu sama onti Tina"
" nanti kita pikirkan ya"
" tidak usah jauh jauh dek, ayah gak sanggup kalau kamu jauh"
" bukan cuma Dinda , sebenarnya ayah gak sanggup pisah sama kalian semua. Namun tidak mungkin ayah tahan kalian di depan ayah terus. kalian juga butuh pendidikan dan pengalaman"
" ibu juga tidak tahan jauh- jauh dari kalian. Jadi untuk mengobati itu semua rajinlah sekolah, giat belajar supaya semuanya tidak sia- sia."
" iya bu ayah" serempak keduanya.
Masih separuh perjalanan, jadi Bima dan Dinda memutuskan untuk tidur di bangku belakang.
Sedangkan Roby dan Mina memutuskan mengobrol mengurangi kebosanan di perjalanan.
maaf ya readers othor jarang up , soalnya sangat sibuk apalagi ini menjelang bulan 12. Tolong dibantu dukungan nya supaya othor lebih semangat lagi. Kadang typo jadi berulang kali mengetik karena masih ngetik di hape
terima kasih
__ADS_1
bersambung
...****************...