KESALAHAN

KESALAHAN
bab 43


__ADS_3

" aku serahkan keputusannya pada anak- anak mereka sudah dewasa. Karena pada dasarnya saya tidak ada niat menceritakan itu pada mereka. Almarhum lah yang bersikeras menceritakan kepada mereka" terang Mina


Kemudian Guntur memandang Dian dan Dini.


" sejak kami lahir dan sejak kami mengingat ayah lah yang selalu ada untuk kami, bahkan disaat ibu belum menerima nya. Ayah tidak pernah lari bahkan dia lebih bertanggung jawab untuk segala keperluan kami. Ayah kami sudah mati kalaupun ayah sudah pernah cerita mengenai anda , maaf bagi saya pribadi anda adalah orang lain. "


glek


Guntur menelan ludahnya mendengar perkataan Dini.


" tidak bisakah kalian memanggilku papa?, jujur sampai saat ini walau sudah tua begini belum ada satupun yang memanggil ku papa" terang Guntur dengan kesedihan yang mendalam.


" kemana anda selama ini? dengan semua yang terjadi malam itu apakah anda masih pantas di panggil dengan sebutan papa?"


" anda mengusir ibu kami" lanjut Dian.


" tapi papa tidak tahu ibu kamu bisa hamil saat itu"


" tahu enaknya saja cihhh " Dini mulai terbawa emosi.


" papa menyesal nak" cicit Guntur.


" penyesalan selalu datang terlambat, jangan panggil kami nak dan anda bukan papa kami" terang Dian kemudian.


Guntur kehabisan kata- kata.Dia melihat Mina meminta bantuan namun Mina hanya mengangkat bahunya tanpa berkata apa pun kepada anak - anaknya.


" kalau begitu saya permisi, terima kasih untuk waktunya. Sekali lagi saya sampaikan turut berduka cita " Guntur segera berdiri dan membalikkan badan nya.

__ADS_1


" ayah kami tidak pernah mengajari kami membenci siapa pun dan selalu melarang kami melakukan nya. Kami tidak membenci anda tapi maaf kami tidak sanggup memanggil anda papa" ucap Dini lalu pergi ke kamarnya.


" hati - hati" ucap Dian sembari berlalu juga dari sana karena dia akan menjemput adik- adiknya.


Guntur pergi begitu juga Mina pun pergi ke kamarnya. Setelah Guntur pulang Dini masuk ke kamar ibunya.


" Bu, menurut ibu Dini salah apa tidak ?"


" mengenai apa ? masalah tadi?


Dini pun menganggukkan kepala nya.


" ibu tidak menyalahkan juga tidak membenarkan. itu tergantung kamu kalau kamu nyaman dengan keputusanmu ya ibu ikut saja"


" ibu masih ada rasa tidak?" ucap Dini menggoda ibunya


" aku takkan pernah mengulangi kesalahan yang sama dalam hidupku" batin Mina.


Sementara itu di lain tempat di kota itu Guntur sedang merenungi segala kesalahan nya.


Sebenarnya dia menyesal dengan semuanya.


Tapi nasi sudah menjadi bubur , jam berputar terus dan tidak akan pernah kembali. Guntur harus menerima kenyataan bahwa anak kembar itu takkan pernah menerimanya sebagai ayah mereka. Karena Guntur juga tidak mempunyai anak maka dia sedang merancang pengalihan nama perusahaan nya kepada Dian dan Dini darah dagingnya.


Dia sadar umurnya tidak lah muda lagi.


Hari hari berlalu begitu cepat, Guntur tak pernah lagi menemui Mina dan anak- anaknya. Mina juga menjalani hari hari nya dengan nyaman dan tenang mengelola cafe Qara . Mina menyibukkan dirinya di kafe. Dian tetap meneruskan semua usaha mendiang Roby di desa permai. Sedangkan Dini menyibukkan diri bekerja di mana Tina kakak Roby tinggal.

__ADS_1


Dinda dan Bima sedang menjalani kuliah mereka. Hanya mereka berdua yang mendampingi Mina di kota.


Hingga suatu saat ada yang datang ke desa permai.


" mas ada yang nyari .." wanita itu bernama Indah. Dia istri dari Dian dan sedang mengandung anak pertamanya .


" siapa? " tanya Dian sambil berjalan ke arah depan. Kali ini Dian tinggal di villa bersama istrinya sedangkan Sidik sudah tak bekerja lagi pada mereka di rumah. Sidik di suruh tinggal di rumah Mina dulu dan membantu Dian untuk mengelola kebun teh.


" gak tahu mas , gak pernah lihat " ucap Indah dan bergelayut manja di lengan Dian .


" tamunya udah di suguhin minum belum?"


" sudah lah mas " ucap Indah dengan manja.


Indah adalah teman Dian semasa kuliah dulu.


" selamat siang , benar ini dengan pak Dian anaknya ibu Mina pengelola kafe Qara?" tanya lelaki itu.


" iya benar pak , ada apa dengan ibu saya?'"


" oh tidak ada apa - apa pak. Saya hanya memastikan saja. Saya hanya memgantar berkas ini saja pak dan saya tidak punya waktu berlama- lama. Bapak baca saja berkas- berkas ini , nanti jika sudah selesai dan di tanda tangani bapak telepon saya." ucapnya


" maksudnya pak? saya benar - benar tidak mengerti." ucap Dian bingung.


" begini pak berkas ini adalah berkas surat perusahaan dan harta pak Guntur. Sejak beberapa tahun lalu pak Guntur sudah membuat semuanya dan setelah bu Riska meninggal karena penyakit jantung tekad pak Guntur pun semakin bulat mengalihkan perusahaan dan semua harta miliknya atas nama Dian dan Dini. Saya masih buru - buru pak, bapak pahami dan baca dulu pikirkan lagi , dan didalam amplop itu ada surat tulisan tangan pak Guntur untuk anda. Saya hanya pengacaranya, segera hubungi saya pak. Saya permisi maaf sudah mengganggu. " Lelaki itu pergi tanpa dapat di cegah.


Dian menatap Indah bingung , begitupun Indah ikut bingung. Karena dia tidak mengetahui sama sekali siapa Guntur. Yang dia ketahui mertuanya laki - laki sudah meninggal.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2