
"Apa"
"Kalian inggin memerasku?"
Teriak Adit yang geram akan isi kontrak yang dia baca.
"Ya, mau bagaimana lagi? Anda juga minta bayaran yang juga mahal" Jawab Raeshya santai.
"Kau...."
Kali ini Adit benar-benar marah, dia mengcekram kuat leher Raeshya. Namun wanita itu bukanlah wanita sembarangan, dia juga membalas perbuatan pemuda di depannya.
Mereka saling mencekik, hingga akhirnya Raeshya mulai kehabisan nafas menggunakan tehnik untuk melumpuhkan Adit. Raeshya mendorong tubuhnya hingga condong ketubuh Adit, walau kedua tanggan mereka sama-sama saling mencekik.
"Uhhkkk..."
Raeshya terbatuk jika dia tidak cepat melepaskan diri dari pemuda gila ini dia akan mati sia-sia.
"Sial, tenagaku melemah" Batin Raeshya.
"Karna keadaan yang tidak menguntungkan untuk Raeshya akhirnya dia menggunakan jurus rahasia.
Raesyha terus mendorong tubuhnya supaya menempel ke tubuh Adit, walaupun sulit karna posisi mereka sama-sama duduk. Raesyha tidak kehabisan akal, dia mengangkat kedua kakinya dan mulai mendorong hingga akhirnya dia bisa menjatuhkana Adit. Tubuhnya yang kini sudah berada di atas Adit membuatnya semakin leluasa mendorong tubuhnya.
"Kau..."
Ujar Adit geram, entah mengapa posisi seperti ini membuat perasaanya tidak nyaman hingga dia inggin bangun dan mendorong tubuh Raesyha dari atas tubuhnya. Namun sayang, kedua kaki Raeshya sudah mengunci tubuhnya.
"Lepaskan...!"
Teriak Adit kencang.
"Kau yang dulu lepaskan"
Mereka saling meneriaki satu sama lain hingga pintu terbuka dengan keras.
__ADS_1
"Brak...."
Munculah Liza dengan engos-engosan, Liza melihat dua orang yang dikenalnya pun akhirnya berteriak.
"Kalian berzinah"
"Dasar gadis sialan" Maki Adit.
"To-lo-ng Tan-te" Ujar Raeshya terbata-bata karna mulia kehabisan oksigen.
Liza yang melihat tantenya kesulitan bernafas akhirnya menutup pintu dan mendekat kearah mereka berdua. Liza paham kalau tantenya inggin disakiti oleh Adit, dia langsung menarik tubuh tantenya hingga akhirnya terlepas dari cengraman Adit.
"Uhkk..."
"Kau memang Manusia gila" Teriak Raeshya yang berhasil terlepas dari Adit.
"Kalian yang gila" Balas Adit senggit.
"Iya, iya, yang sama-sama gila jangan teriak"
"Jangan menatap ku seperti itu, nanti kalian jodoh loh" Ucap Liza santai sambil mundur beberapa langkah kebelakang. Mencari jarak aman pikirnya.
"Kau kenapa melihatiku seperti itu?" Tanya Adit bengis.
"Eh, perjaka tua. Tolong jangan sok kecakepan deh, aku gak minat sama kamu" Ucap Raeshya sambil bangkit dari duduknya dan mendekat kearah Liza.
"Kau..."
"Liza, kenapa kamu kesini?" Tanya Raeshya yang tidak memperdulikan tatapan tajam Adit kepadanya.
"Tante para mahasiswa dibawah lagi demo karna pak Dosen mereka gak masuk kelas" Ujar Liza menjelaskan.
Raeshya dan Liza menatap Adit seolah tahu akan tatapan dua orang di hadapannya Adit semakin murka.
"Apa?" Tanya Adit ketus.
__ADS_1
"Anda harus masuk kelas" Ujar Raeshya menjelaskan.
"Aku tidak mau"
"Kalau anda tidak mau, maka siap-siap identitas anda terbongkar yang akan membuat anda masuk bui" Ancam Raeshya.
"Aku tidak perduli. Aku hanya akan menjadi Dosen pendamping untuk gadia bar-bar itu saja" Ucap Adit ketus.
"Tidak bisa seperti itu"
"Terserah, suka atau tidak"
"Pak Dokter yang baik hati dan tidak sombong"
"sebenarnya kebalikannya" Batin Liza.
"Tolong masuk kelas ya"
"Emangnya kamu siapa? Berani mengatur saya?" Tanya Adit dinggin sambil menatap tajam Liza.
Tiba-tiba Liza mempunyai ide gila.
"Auzubillah himinas syaithoni rozim"
Entah kenapa mendengar kata mantra dari Liza, Adit keluar dari ruangan Raesyha sambil lari terbirit-birit dan berteriak.
"DASAR MENYEBALKAN"
.
.
.
...Bersambung......
__ADS_1
Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇