Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta

Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta
Mulai mengenal


__ADS_3

"Ternyata ada manisnya juga" Batin Raeshya.


Adit duduk disebelah pak Malik, dia menunggu perintah apa yang akan diberikan kepadanya.


"Nak Adit, menurut bapak kamu belum cocok menjadi Dosen disini. Maka dari itu bapak akan menari kamu ke RS tapi masih dengan tugas utama yaitu mengajari Liza, kamu bisa kan nak? " Tanya pak Malik yang mendapat angukan kepada dari Adit.


"Kalau kamu mengerti, kamu boleh pulang. Bawa Liza bersamamu, karna dia akan belajar dari rumah saja tidak perlu ke kampus" Jelas pak Malik.


Adit tidak membantah sama sekali dia selalu menuruti perintah pak Malik, karna bagi seorang Adit hutang emas bisa dibayar hutang budi dibawa mati. Hal itu menjadi pegangannya membuat dia tidak tega menyakiti orang yang telah membantunya.


.


.


.


Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, Adit membawa langkahnya keluar setelah berpamitan dengan pak Malik saja, dia tidak memperdulikan Raeshya yang memakinha habis-habisan karna di cueki.


Ketika di luar pintu dia melihat Liza duduk berhadapan dengan Bagas, entah kenapa Adit merasa tidak suka. Hatinya marah itu membuat Adit muak akan perasaannya sendiri.


"Liza" Panggil Adit mengejutkan dua insan itu hingga Bagas terlonjak kaget.


"Pulang" Perintahnya sambil terus melangkahkan kaki.


Liza yang melihat ada kemarahan dari Adit, membuatnya menurut tidak ingin memancing perdebatan yang mungkin berakhir dengan gemparnya Fakultas kedokter nanti. Sebelum pergi Liza berpamitan kepada Bagas.


"Gas, aku pergi dulu ya"


"Loh, Sa... Kamu yakin ikut pak Dosen yang megerikan itu?"

__ADS_1


"Santai aja" Ujar Liza menenangkan Bagas.


"Liza" Teriakan Adit mengema hingga menarik perhatian orang yang ada disana.


Liza segera menyusul Adit, dia tidak ingin membuat kemarahan Adit kian bertamah.


Hingga masuk kemobil Adit, Liza hanya diam. Terlihat dengan jelas kalau Dokter muda itu tengah sensi akut.


Mobil yang dikemudikan oleh Adit melaju dengan kecepatan sedang, tujuannya kali ini pulang kerumah.


Tidak ada pembicaraan antara mereka hinga sampai dihalaman rumah Adit, namun ada yang aneh dengan keadaan rumah yang pintu utamanya terbuka lebar.


"Apa yang terjadi? "Batin Liza.


Adit yang melihat hal yang mencurigakan langsung turun dan masuk kerumah yang diukuti oleh Liza, namun tiba-tiba didepan pintu.


"Awas...." Teriak Liza pasang badan dan melemparkan sesuatu yang membuat asap mengepul.


"Uhukk... " Suara batuk orang yang ada disana kecuali Liza, dia menarik Adit menuju dapur untuk berlindung sementara.


Liza melihat keadaan Adit yang mulai tidak sadarkan diri segera mengambil botol kecil dan sapu tangan. Dia menuang isi dalam bolol itu ke sapu tangan dan mulai membekap hidung Adit membuat Adit tersedak.


"Uhhukkk..."


"Kau ingin membunuh ku ha? " Lirih Adit.


"Jangan berisik" Bisik Liza.


"Emangnya kenapa? Ini rumahku"

__ADS_1


"Tidak usah diberitahu pun aku sudah tahu, masalahnya ada penyusup disini" Terang Liza.


Mendengar pernyataan Liza, dia teringat akan kejadian barusan tadi.


"Apa kamu belum mati? " Tanya Adit popos, karna dia melihat dengan jelas kalau Liza melindunginya dari tembakan tadi.


"Aku pakai baju anti peluru" Jelas Liza.


"Mana ponsel anda? "


"Untuk apa ponselku? " Tanya Adit penuh selidik.


Liza hanya mampu menghela nafas mengahapi Adit yang menurutnya kadang cerdas kadang tanda tanya ???


"Mau melihat rekaman cctv, mau melihat kemana Ayah dan ibu. Dan yang paling penting, berapa orang penyusup disini karna aku belum mau MATI KONYOL" Terang Liza geram.


Adit pun merasa malu, seharusnya dia yang memikirkan hal tersebut.


"Cari mereka hidup ataupun mati"


.


.


.


...Bersambung... ...


Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇

__ADS_1


__ADS_2