Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta

Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta
Operasi Cenat-Cenut


__ADS_3

"Dimana alat pelacaknya? " Tanya Adit sambil memegang jarum suntik.


"Di kepala" Ucap Wawan sepontan sambil menutup mulutnya dengan tangan.


...Adit tersenyum devil melihat tingkah Wawan, menurut Adit ini akan sangat menyenangkan sebab tingkat kesulitan yang tinggi. Dikarenakan alat pelacak yang tertancap dikepala Wawan....


"Dit, aku belum mau mati" Lirih Wawan menghibah pada Adit.


...Namun seolah tuli, Adit menyentil jarum suntik yang telah dia isi dengan obat bius dan mulai menyuntikkan jarum suntik ke lengan Wawan....


"Dit, aku mohon" Pinta Wawan namun masih sama tidak di gubris oleh Adit.


...Hinga penglihatan Wawan memudar yang menandakan obat bius mulai bereaksi....


...Adit yang melihat Wawan mulai terpejam segera melakulan tugasnya. Dia mengarahkan sebuah benda seperti alat ronsen namun dalam ukuran mini. Adit memperhatikan dengan jeli letak alat lacang yang ditancapkan di kepala Wawan....


...Setelah merasa cukup, Adit pun melakukan pemedahan. Mula-mula menyayat sedikit demi sedikit bagian kulit kepala Wawan hinga masuk lebih dalam....


......Adit yang memang telah terlatih dengan baik, tidak merasa kesulitan sama sekali. Akhirnya setelah sayatan demi sayatan yang digoreskan Adit telah mencapai titik yang diinginkan, dengan cekatan Adit mengambil pencepit kecil dan mulai menarik benda yang ukuranya tidak lebih dari tusuk gigi itu keluar. ......


"Benda murahan" Ucap Adit dengan wajah yang sulit diartiakn.


...Setelah mengeluarkan benda itu, Adit mulai menjahit kembali kulit kepala Wawan hinga dia tidak menyadari kalau waktu telah larut malam....


...Disebabkan ruangan bawah tanah yang dibuat Adit kedap suara, membuat dirinya terkadang lupa waktu....


"Selesai" Ucap Adit tersenyum puas akan hasil karyanya.


...Adit pun mengemas alat-alat medisnya dan bersiap untuk beristirahat, dirinya juga butuh mengecas tenaga untuk besok hari....


...Ketika Adit keluar, didepan pintu telah ada anak buahnya yang selalu menjaga tempat itu....


"Tuan"


...Adit hanya menatapnya tanpa membalas sapaan yang diberikan kepadanya dan berlalu melewati pria dengan tubuh kekar itu begitu saja....


...Pria itu menghembuskan nafasnya sebelum memulai berbicara lagi....


"Tadi ada tuan Dody menelpon" Ucapnya memberi tahu.


...Adit menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap pria itu penuh tanya, paham akan tingkah tuannya pria itu melanjutkan ucapannya....


"Dody bilang kalau sudah berkali-kali menelpon anda namun tidak dijawab"


"Langsung keintinya" Jawab Adit yang tidak suka bertele-tele, sebab jika Dody mencarinya maka ada hal penting yang akan disampaikan Dokter berewokan itu.


"Ini masalah orang tua anda"

__ADS_1


...Mendengar ucapan anak buahnya, Adit mengerutuki kebodohan yang telah dilakukan. Ambisi ingin membunuh hinga melupakan keselamatan orang tuanya....


"Apa katanya? " Tanya Adit penasaran.


"Mereka disemunyikan dan hanya pak Darma yang mengetahui lokasinya" Jelasnya.


"Hufff.... "


...Adit berada di posisi terjepit, jika dia membunuh pak Darma maka dia akan kehilangan oranv tuanya. Yang keberadaan mereka hanya lelaki itu yang tahu....


"Aku ingin tidur dulu" Ucap Adit sambil berbalik, dirinya lelah akan masalah yang tidak kunjung usai.


"Ada telepon dari Raeshya"


...Mendengar nama itu membuat jantung Adit dak dik duk tak menentu....


..."Dari mana dia tahu nomor telepon anak buahku? Dan apa maunya? " Batin Adit....


"Raeshya menelpon dari ponsel Dody, dia mengatakan akan membuat perhitungan dengan anda yang telah meninggalkan Liza sendirian dirumah" Jelasnya.


...Kedua alis Adit mengkerut, bagaimana wanita itu bisa menelpon mengunakan ponsel Dody. Hinga Adit teringat akan kata Dody sebelum dia pergi dari rumah Dokter berewokan itu, yang katanya ingin menemui seseorang. Entah mengapa memikirkan hal itu membuat Adit merasa marah....


...Tanpa banya bicara Adit bergegas pergi dari ruangan itu menuju keluar, Ah, udara segar memang dia butuhkan untuk menyegarkan otaknya yang sedikit beku....


...Adit menatap langit malam yang bertabur bintang, dirinya akan pulang walau mungkin akan tiba dini hari....


...Ketika Adit telah sampai dimobil anak buahnya memanggil....


"Tuan"


...Adit hanya menatapnya, menunggu pria itu berbicara....


"Saya mendapatkan info terbaru dari Dody kalau orang tua anda telah ditemukan" Jawabnya sambil membawa ponselnya, menunjukan pesan yang dirim oleh Dody.


...Adit tersenyum menaggapi hal itu, setidaknya Dody memang yang paling bisa dia handalkan....


"Aku ingin pulang"


"Anda tidak ingin menginap disini?"


...Adit hanya menggelengkan kepala menanggapi ucapan pria itu....


"Bagaimana dengan Wawan dan juga pria yang anda bawa tadi? " Tanyanya panik, bukan tanpa sebab dia takut tuannya akan lama datang dan membuat dia bingung harus melakukan apa kepada mangsa tuannya itu.


"Nanti aku beritahu" Perintah Adit sambil menyalakan mesin mobilnya dan berlalu meninggalkan rumah rahasia itu atau biasa Dody sebut markas mereka.


...Tempat dimana mereka melakukan esperimen dan hal-hal yang diluar nalar Manusia. Bangunan yang dibangun ditanah yang luasnya 1 hektar dengan bangunan rumah yang tak kalah besar itu dijaga anak buah kepercayaan Adit dan Dody....

__ADS_1


...Penjaga itu bukan hanya menjaga tempat itu, namun juga menjaga tanaman ramuan yang ditemukan oleh Dody. Berada di tengah hutan membuat tempat itu jarang dikunjungi oleh orang, kecuali mereka yang memang memiliki kepentingan saja....


...Tanah yang dibeli Adit dari seorang pengusaha villa yang usahanya gagal disebabkan lokasinya yang dikatakan kebanyakan orang angker membuat Adit tidak membuang kesempatan emas itu....


...Dengan bagunan yang luas dan tempat yang jarang orang kunjungi adalah tempat yang sangat bagus untuk melakukan esakusi....


.


.


.


...Mobil Adit melaju kencang hingga tidak perlu memakan waktu yang lama untuk sampai kerumah....


...Adit memasukan mobilnya kehalaman rumah, dia melihat ada sebuah mobil sport dengan warna merah menyala membuat dia tersenyum geli....


...Dia bisa menduga itu mobil Raeshya, karna Liza datang kesini tidak menggunakan mobil....


...Adit masuk kedalam rumah seperti biasanya membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa, ketika dia berada diruang tamu dan ingin melewati kamar Liza yang berada tidak jauh dari sana....


...Samar-samar terdengar suara merdu yang mensejukan hati membuat Adit terpaku disana....


"Apa dia membaca mantra? " Batin Adit.


"Apa yang kamu lakukan disana? "


...Adit terkejut akan suara tiba-tiba itu, walaupun dia tahu siapa pemilik suara itu....


...Raeshya menatap Adit tajam, dia benar-benar kesal akan kelakuan Adit yang meninggalkan Liza begitu saja dimalam hari....


"Ini rumahku" Jawab Adit dingin.


"Iya aku tahu ini rumah mu, tapi kamu kan tahu kalau tugas kamu itu menjaga Liza. Bukan keluyuran samapi pagi, tu lihat jam berapa sekarang" Ucap Raesyha geram sambil memperlihatkan jam yang sudah menunjukan pukul 02.30 dini hari.


...Adit tidak mengubris ucapan Raeshya, dirinya terlalu lelah dan ingin segera tidur....


Hinga pangilan Liza menghentikan langkahnya.


"Kak Adit, ayah dan ibu masuk rumah sakit"


.


.


.


...Bersambung......

__ADS_1


Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇


__ADS_2