Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta

Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta
Mencoba Menyelamatkan


__ADS_3

...Adit terdiam sesaat setelah mendengar berita itu. Pikiran Adit melayang entah kemana, dirinya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan....


...Hingga penglihatan Adit menghitam dan akhirnya dirinya pingsan. Semua itu terjadi karna dia kelelahan ditambah berita yang membuatnya syok....


...Raeshya dan Liza mengangkat tubuh Adit hingga kedalam kamar tamu, sebab Raeshya menolak dengan keras kalau harus menyeret tubuh berat akan dosa Adit hingga kelantai atas....


...Waktu yang sudah mendekati subuh membuat Raeshya dan Liza menunda untuk tidur, karena takut ketinggalan solat subuh akhirnya setelah solat mereka pun tekapar hingga waktu siang sekalipun mereka tidak menyadarinya....


...Lelah karna waktu malam yang seharusnya mereka tidur malah digunakan untuk keluyuran membuat tubuh mereka yang tidak terbiasa ambruk berbeda dengan Adit....


...Kini Adit telah selesai mandi dan merasa agak mendingan dari sebelumnya. Ketika dirinya terbangun dan menyadari kalau berada di kamar tamu membuatnya memilih kembali kekamarnya untuk bersiap, Adit yang selalu berfikir logika diatas semuanya memutuskan untuk ke RS menemui orang tuannya....


...Adit menuruni tangga perlahan namun pasti hingga dia bertemu ART nya yang hanya datang dan pergi karna Adit tidak suka rumahnya ramai akan orang asing kecuali Liza karna dia dibayar untuk menjaga gadis itu....


"Aden ingin langsung berangkat" Tanya ART tersebut dengan sopan yang mendapat anggukan kepala dari Adit.


"Sarapan dulu Den, Bibik sudah masakan bubur ayam buat Aden" Pinta sang Bibik dengan lamah lembut.


...Adit hanya melangkahkan kaki menuju dapur, sebenarnya dia sangat lapar karna malam tadi dirinya hanya memasak namun tidak memakan masakkannya disebabkan ulah Liza....


...Adit duduk dan menarik magkuk yang berisi bubur ayam tersebut hingga habis tidak tersisa dan meminum teh hangat yang telah disediakan oleh ARTnya....


"Den apa tidak terlambat" Tanya sang Bibi ragu-ragu takut menyinggung sang majikan.


...Adit hanya menatap wanita paruh bayu itu, seolah tahu akan apa yang dipinta majikannya. ART itu memberitahu kalau waktu sudah siang....


"Ini sudah jam 12 siang Den"


...Adit tidak menjawab pernyataan yang dilontarkan oleh wanita itu, malahan dia berbalik bertanya....


"Dimana bik Siti ketika ayah dan ibu diculik" Tanya Adit yang masih setia menatap wanita itu.


"Bibik" Ucapnya yang binggung harus mengatakan apa.


"Jangan sampai saya turun tanggan yang bisa membuat Bibik menyesal" Balas Adit dan bangun dari duduknya lalu melangkah keluar.


"Maafkan Bibik Den" Batin bik Siti.


...Adit masuk kemobil dan membawa kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dirinya benar-benar buntu memikirkan semua yang terjadi....


.


.


.


Di RS Harapan Bangsa.

__ADS_1


"My heart, bagaimna keadaan ayah dan ibu?" Tanya Asmara ketika melihat sang kekasih keluar dari kamar rawat khusus untuk orang tua Adit.


"Entahlah Beb, aku tidak mengerti apa penyebab matinya syaraf pak Adam dan ibu Hawa" Jelas Dody pruatasi akibat tidak ada titik terang kenapa orang tua Adit koma dengan keadaan aneh.


...Tubuh pak Adam dan ibu Hawa yang seperti orang yang telah mati, pucat pasih dan denyut nadi dan jantung yang lemah namun masih terasa ada pergerakannya membuat Dody mau memotong kepalanya seking bingung dengan keadaan yang diderita orang tua Adit itu yang belum pernah di tanganinya....


...Hingga Dody melihat kedatangan Adit, membuat pikiran Dody bisa merasa tenang sedikit....


"Dit orang tua mu mengalami penyakit aneh yang tidak diketahui" Jelas Dosy ketika Adit mendekat.


"Apa yang terjadi? "


"Entahlah kami tidak mengetahui, tidak ada tidak kriminal ditubuh mereka namun mereka seolah telah mati"


...Adit terdiam sesaat memikirkan apa penyebab dari yang terjadi didalam tubuh orang tuanya....


"Berikan aku hasil labotarium" Pinta Adit.


"Maaf Dokter Adit, semuanya berada dalam pengawasan pak Malik jadi kita tidak memiliki hak" Jelas Asmara yang sedari tadi diam.


...Adit menatap tajam wanita itu, dan melangkahkan kakinya mendekat lalu tanpa aba-aba mencekik leher Dokter kandungan itu....


"Dit, kamu gila ya" Teriak Dody yang tidak habis pikir akan tindakkan yang dilakukan oleh Adit.


"My heart" Lirih Asmara dengan wajah yang mulai pucat.


"Lepaskan Dit" Ucap Dody sambil menarik pergelangan tanggan Adit.


"Kau mau apa? " Tanya Adit dengan wajah sinisnya.


"Pakai otakmu jangan nafsumu Dit, kita harus fokus menyelamatkan orang tuamu" Jelas Dody yang berfikir realita.


...Adit hanya terdiam mendengar ucapan Dody, sebenarnya kenapa ini terjadi. Tanpa Adit sadari air matanya menetes tanpa diminta, dia benci akan perasaan ini. Sudah berkali-kali dia meminta obat kepada Dody supaya dia tidak menagis namun jawaban Dokter berewokan itu hanya bilang kalau kornea mata harus basah supaya pupil matanya selalu lembab....


...Adit seorang Dokter tentu dia tahu akan hal seperti itu tanpa dijelaskan sekalipun, hingga kedatangan pak Malik dan Profesor Riduwan mengagetkan mereka....


"Kenapa kalian kumpul disini? " Tanya pak Malik sambil menatap Dody dan Asmara membuat pasangan itu pergi ketempat masing-masing kalau tidak alamat surat keramat akan datang.


"Adit ayo masuk" Ajak Profesor Riduwan sambil merangkul pundak Adit.


...Ketika mereka masuk kedalam dan melihat keadaan kedua orang tua Adit yang memperihatinkan, tubuh yang dulunya berisi kini hanya tinggal tulang yang tebungkus kulit....


"Malik, apa ada kabar dari Liza? " Tanya Profesor Riduwan kepada pak Malik yang mengecek keadaan orang tua Adit.


"Belum Wan, mungkin mereka masih tidur. Coba kamu tanya ke Adit" Pinta pak Malik.


...Paham akan alamat yang diberikan Aditpun menjawab seadanya....

__ADS_1


"Saya tidak tahu pak karna setelah bangun saya langsung kesini"


"Coba kamu telepon Wan" Usul pak Malik.


...Profesor Riduwan pun menuruti perintah pak Malik untuk menelpon Liza....


Tut...


Tut...


Tut....


(Halo)


(Assalamualaikum nak)


...Mendengar kata yang keluar dari mulut Profesor Riduwan membuat tubuh Adit meremang hingga tiba-tiba...


(Oh iya nak, bapak tunggu ya. Wallaikum samalam)


...Profesor Riduwan mengakhiri teleponnya dengan sang purti....


"Bagaimna Wan? " Tanya pak Malik tidak sabaran.


"Nanti kesini, katanya mau bersiap dulu"


"Oh iya nak Adit kamu tidak apa-apa kan jika Liza menyentuh tubuh orang tua mu? " Pinta Profesor Riduwan meminta izin terlebih dahulu.


"Iya Prof, asalkan gadia itu tidak membedah tubuh orang tua saya" Jelas Adit yang merasa aneh akan permintaan Profesor Riduwan.


"Malik, kita tunggu disini saja. Kamu tidak sibukkan? " Tanya Profesor Riduwan yang diangguki oleh pak Malik yang juga penasaran akan kemampuan putri sahabatnya itu yang disemunyikan.


...Hingga waktu menunjukan pukul 01.30 yang berati sudah hampir 1 jam lebih mereka menunggu namun tidak ada kabar dari Liza....


...Membuat hati Profesor Riduwan gelisah, takut terjadi sesuatu kepada sang putri....


Brakkk....


Suara bantingan pintu.


"Liza menghilang"


.


.


.

__ADS_1


...Beraambung......


Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇


__ADS_2