Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta

Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta
Duel abal-abal


__ADS_3

"Cari mereka hidup ataupun mati" Teriak seseorang mengagetkan mereka berdua.


Mendengar teriakan itu membuat darah Adit mendidih, dia tidak akan membiarkan seseorang pun berani mempermainkan dirinya.


Liza melihat keadaan dan mempertajamkan pendengarannya. Bisa dikirakan dari suara langkah ada 2 orang yang mendekat, Liza mengambil pisau yang biasa digunakan untuk menemani garpu.


Adit yang melihat Liza menatapnya heran, bisa apa gadis itu mengunakan pisau yang lebih tajam pisau bedah nya di RS pikirnya.


Tak...


Tak...


Tak...


Kerkkk.... Suara pintu dapur didorong.


Melihat yang datang Liza segera memperhintungkan tindakannya, semakin mendekat orang tersebut kemeja dengan cepat Liza melempar pisau yang sedari tadi di penganggnya.


"Aaaggggg....."


Teriak seorang pria dengan kerasnya sambil tersungkur kelantai. Lemparan pisau Liza tepat menembus bagian paha pria tersebut.


Mendengar suara teriakan ternyata memanggil teman-teman untuk datang.


"Dari sana"


"Temukan mereka"


Teriakan-teriakan orang-orang yang mencari mereka berdua memberi Liza perhitungan mengira ada berapa orang lagi yang datang.


Liza dengan sigap mengambil pisau dan garpu yang ada diatas meja dan berdiri tegap menghadap pintu. Ketika dia melihat seorang pria mendatang langsung dia lemparkan garpu tepat di paha lagi begitu seterusnya hingga 3 kali berturut.

__ADS_1


Melihat tidak ada lagi suara langkah kaki dan teriakan berati hanya ada sekitar 7 orang penyusup.


"Apa anda hanya ingin menonton saya pak Dokter? " Tanya Liza tiba-tiba.


Adit terkejut akan kepiawayan Liza melempar kan benda yang menurut Adit tidak berbahaya.


"Siapa yang menyuruh kalian?" Teriak Liza keras dihadapan orang-orang yang telah dia lumpuhkan.


"Mereka tidak akan mau berbicara" Balas Adit.


Liza hanya memutar bola mata malas, menurut Liza Adit hanya memanfaatkan nya saja karna dari tadi tidak ada tindakan nyata dari sang tuan rumah itu sendiri.


"Emmm.... Kalian akan menikmati rasa sakit yang tak akan terlupakan" Ucap Adit dinggin.


Adit mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


(Halo)


Perintah Adit sambil memutuskan sambungan telpon begitu saja.


Adit yang melihat orang-orang didepanya mengeliat kesakitan membuatnya muak, dia menuju ke kamarnya dan mengambil sesuatu lalu kembali lagi ke dapur. Liza yang melihat tingkah Adit hanya diam, dia memilih keliling rumah mencari keberadaan Ayah Adam dan ibu Hawa.


Ternyata Adit mengambil jarum suntik dan sebuah botol kecil yang berisi serum yang entah untuk apa. Dengan santai Adit menyuntikan cairan itu ketubuh orang-orang yang telah dilumpuhkan oleh Liza sambil tersenyum devil, hingga tersisa satu orang.


"Apa kamu mau seperti mereka? "Tanya Adit sambil memainkan jarum suntik ditangannya.


"Jangan, tolong jangan" Mohon pria itu takut, dia melihat rekannya yang setelah disuntik langsung terbujur kaku membuat dia merinding takut.


"Boleh, boleh, boleh"


"Tapi beritahu aku dulu, siapa yang memyuruh kalian? " Tanya Adit sambil menatap tajam pria itu.

__ADS_1


"Pak Darma" Teriaknya keras.


Adit menautkan keningnya mengingat nama itu tapi hasilnya nihil.


Melihat kebingungan diwajah Adit pria itu berteriak lagi.


"Desy Purnamasari"


Adit tertegun setelah nama itu terucap, pikiranya berkelana. Bagai mana mungkin itu Dosen yang menyebabkan yang telah dia jual pikirnya.


"Tidak mungkin" Batin Adit ragu.


Hingga teriakan Liza mengagetkan Adit yang mebuat susana semakin tegang.


"Pak Dokter"


"Ayah, ibu, diculik"


Teriak Liza dengan nafas ngos-ngosan habis berlari.


"Apa? "


.


.


.


...Bersambung... ...


Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇

__ADS_1


__ADS_2