
"DASAR MENYEBALKAN"
Adit berteriak sambil berlari, kali ini dia benar-benar marah akan kelakuan dua wanita menyebalkan itu. Adit yang berlari tidak melihat keadaan tidak sengaja memabrak bak sampah dan terjatuh. Untung tidak ada mahasiswa disana karna sedang jam kelas, jika ada maka jatuhlah pamor seorang Aditiya.
Namun tidak disengaja ada ibu Nur Hayati disana dan membantu Adit berdiri.
"Kamu tidak apa-apa nak?" Tanya Hayati sambil mengulurkan tanggannya.
Adit pun menerima uluran tangan wanita dengan mata yang teduh itu. Walau dirinya tidak mengerti kenapa bisa menurut ketika didepan wanita dihadapannya, tapi yang jelas dia tidak akan menyakiti orang yang memiliki hati yang baik.
Karna menurut Adit hanya Manusia yang menyebalkan saja yang harus mati.
"Nak Adit mau kekelas ya?"
Adit yang mendapat pertanyaan itu hanya mengangukan kepala.
"Bodohnya diriku" Umpat batin Adit.
"Ayo nak, biar ibu antar"
Pada akhirnya Adit hanya menurut tanpa membantah sama sekali, dia mengikuti wanita itu berjalan melewati lorong kampus hingga masuk dalam sebuah ruangan.
Ada banyak sekali pintu membuat Adit bertanya-tanya didalam benaknya kemana kah gerangan wanita didepanya akan membawanya.
Hingga sampai didepan pintu yang diatasnya bertulisan Kelas Bedah.
Adit tertegun sesaat setelah membaca tulisan itu.
"Perasan waktu kuliah dulu gak ada kelas seperti ini?" Batin Adit.
Tok...
__ADS_1
Tok...
Tok...
Ibu Hayati mengetuk pintu menggunakan punggung tangannya, namun tidak ada sahutan dari dalam hingga akhirnya dia membuka pintu yang sepertinya memang tidak dikunci.
Krekkk....
Suara pintu mulai terbuka, namun ketika ibu Hayati sedikit memasukan tubuhnya.
Brukkk....
Ember jatuh dengan berisi air menimpa ibu Hayati membuat wanita itu basah kuyup.
"Astagfirullah" Ucap Hayati sambil mengusap wajahnya yang basah.
Hahahaha....
Namun berbeda dengan Adit, wajahnya memerah menahan marah entah mengapa hatinya begitu sakit melihat ibu Hayati dikerjai seperti itu. Tanpa aba-aba, Adit menarik tubuh wanita itu dan memeluknya beberapa saat hingga hatinya menghangat. Dia pun binggung akan yang dilakukannya.
"Ibu kembali saja, biar aku kasih pelajaran berandal kecil disini" Ujar Adit mengusir Hayati, dirinya tidak ingin melihat wanita itu melihat kemarahanya.
"Tapi nak"
Belum sempat Hayati menyelesaikan ucapanya Adit sudah memotong.
"Pergilah bu, masih banyak pekerjaan anda. Terimakasih telah mengantarkan saya ke kelas" Ucap Adit ramah, entah mengapa jiwa piskopatnya melunak didepan wanita itu.
"Baiklah nak, hati-hati anak didik mu kebanyakan kurang ajar" Pesan ibu Hayati sambil berlalu meninggalkan Adit didepan pintu kelas.
Adit memandang punggung wanita itu hinga menghilang dibelokan, dia akan buat perhitungan dengan siapa yang berani melakukan hal tadi.
__ADS_1
"Dasar para kecebong" Batin Adit geram.
Adit melangkahkan kakinya masuk lebih dalam dan memandang semua mahasiswa yang ada disana.
Keadaan sunyi karna para mahasiswa disana sudah mengetahui siapa guru magang mereka.
Adit menuju kursi guru yang ada di dekat papan tulis, sebelum duduk dia melihat ada bekas bercak.
"Hemm... Lagu lama" Batin Adit sambil tersenyum devil.
Adit tidak menjadi duduk, dia memilih berjalan mengitari para anak didiknya.
"Apa kalian mengenali saya?" Tanya Adit sambil menatap satu persatu wajah yang ada disana, dia ingin pastikan siapa yang telah membuat jebakan murahan seperti tadi.
Namun hasilnya nihil, semua sunyi bak kuburan membuat Adit muak.
Brak...
Gerbakan meja yang Adit pukul membuat yang ada disana terkejut.
"Saya seorang Dokter bedah yang siap merobek tubuh siapa saja yang menyebalkan"
.
.
.
...Bersambung......
Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇
__ADS_1