Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta

Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta
Malaikat Pembantai (MP)


__ADS_3

"Anda berurusan dengan orang yang salah, semoga Tuhan memberkati"


Pria itu hanya memandang iba kepada wanita dihadapannya, buka tanpa sebab karna dia sanggat hapal akan tabiat buruk tuannya.


Jika sang tuannya membawa seseorang maka nasip orang itu akan berakhir mengerikan, bukan hanya sang korban akan tetapi itu juga berefek kepada keluarga korban.


.


.


.


Malaikat pembantai yang disematkan kepada Aditiya bukan tanpa sebab karna jika dia membunuh seseorang maka keluarga korban juga akan mati satu demi satu secara berdekatan.


Adit tidak dibayar untuk membunuh keluarga korban akan tetapi dia melakukan hal yang menurutnya menyenangkan. Yaitu meneror keluarga korban-korbannya yang membuat orang-orang yang diterornya deperesi dan memilih mengakhiri hidup mereka sendiri dengan cara yang tidak biasa.


Cara yang paling mengerikan yang dilakukan oleh seorang MP adalah membunuh secara perlahan mangsanya. Dia akan mengurung korban-korbannya didalam ruang bawah tanah lalu menyutikan sesuatu, dan membiarkan korbanya selama berminggu-minggu lamanya hingga ketika dia kembali korbannya sudah menjadi tulang benulang.


Hal yang mengerikan menurut sebagian orang, namun tidak untuk seorang Aditiya.


.


.


.


Tak...


Tak...


Tak...


Suara langkah kaki terdengar, hingga muncul lah Adit dengan membawa secangkir kopi dan air mineral.


"Apa sudah selesai?" Tanya Adit kepada pria tersebut, yang dibalas anggukan kepala.


Tanpa disuruh pria itu pergi meninggalkan sang tuannya dengan wanita itu.


Sruttt...


Suara kopi diseruput, Adit memandang wanita didepannya dengan tatapan jijik. Dia memang kesal akan kelakuan Manusia menyebalkan, akan tetapi membunuh wanita didepannya tidak mendatangkan uang membuat dia menjadi malas untuk melakukan aksinya.


Hingga ide gila pun muncul dikepalanya, membuat dia tersenyum devil.


Adit mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan mulai menelpon seseorang.


Tut....


Tut...


Tidak lama kemudian teleponnya diangkat.


(Hallo...)


(Aku punya hadiah untuk mu)


(Adit, Adit, apa kamu sudah bosan?) Tanya seseorang dari sana, seolah tahu akan hadiah yang dimaksud oleh Adit.

__ADS_1


(Kau mau apa tidak? Mangsaku kali ini mulus)


(Berapa yang kau mau?)


Mendengar pertannyaan itu membuat senyum Adit semakin merkah.


(1 M saja)


(Gila...Mahal sekalit Dit, kau inggin memerasku ha?) Teriaknya geram.


(Hey Wan, mangsaku ini perawan. Jadi wajarlah harganya segitu) Ucap Adit sambil duduk di sofa sambil menatap wanita terbaring dihadapanya.


(Apa kau sudah mecobanya?)


Adit yang mendengar pertanyaan itu, membuatnya mengeram marah.


(Kau mau apa tidak? Kau punya waktu hingga sampai pagi) Ucap Adit langsung memutuskan sambungan teleponnya.


.


.


.


Diseberang telepon.


"Sepertinya anda sudah membuat Mister MP marah tuan?" Ujar seorang wanita sexsi di atas pangkuannya.


"Hufff...."


Helaan nafas berat menandakan, beban yang berat juga.


"Baik tuan" Ucap wanita itu sambil bangun dari duduknya menuju meja yang diatasnya ada laptop.


"Adit, sampai kapan kamu akan begini?" Lirih lelaki itu sambil mematap layar ponselnya yang terdapat foto dia dengan Adit.


Flasblack on


Hidup dijalanan menjadi gelandangan membuat Wawan sudah terbiasa akan dunia kejahatan. Akan tetapi dia tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda yang menurutnya mempunyai potensi yang besar.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya pemuda itu sambil menatapnya yang sedang bercumbu dengan seorang wanita malam dipinggir jalan yang sepi, karna waktu sudah dini hari.


"Apa kamu buta?" Tanya Wawan yang tidak tahu bahwa ucapannya membuat pemuda itu marah.


Adit menarik rambut wanita yang berada diatas Wawan dan langsung memenggal kepala wanita itu didepan Wawan. Darah segar mengalir dari tubuh wanita itu membuat Wawan takut akan kegilaan pemuda itu.


"Apa kau gila ha?" Teriak wawan sambil bangun dari posisi berbaring dan menatap tubuh wanita yang baru dia temui tadi sudah tewas mengerikan.


"Kalau kau inggin melakukan hal MENJIJIKAN itu, jangan dipinggiran jalan" Ucap pemuda itu sambil pergi berlalu.


Seolah-olah yang dilakukannya hanya untuk menegur orang yang sedang mesum saja. Tetapi dia telah membunuh sesorang tanpa merasa takut sama sekali.


"Tu-ng-gu" Ucap Wawan sambil berlari mengejar pemuda itu, dia takut ditangkap polisi yang pasti mengira dia yang membunuh wanita tadi.


Dengan tubuh yang penuh akan darah segar Wawan akhirnya bisa menyusul pemuda itu yang memang sepertinya menunggunya. Terlihat dari pemuda itu yang hanya bersandar di mobil sambil menatapnya.


"Masuk" Perintanya yang langsung dilakukan oleh Wawan tanpa bantahan sama sekali.

__ADS_1


Dia masuk kedalam mobil pemuda yang baru saja mengusik kesenangannya dengan cara memenggal wanita malam yang dia sewa. Namun bukan marah, Wawan lebih merasa takut karna dia berada di TKP.


"Apa kamu mau menjadi bagian dari MP?" Tanya pemuda itu tanpa menatapnya.


"Apa MP itu kelompok mafia?" Tanya Wawan ragu-ragu.


"MP singkatan dari Malaikat Pembantai"


"Glug...."


Wawan menelan silvernya secara kasar, dia diajak menjadi pembunuh ini namanya.


"Gila...Aku salah masuk mobil" Batin Wawan.


Pemuda itu menatap sekilas kearanya dan kemudian berkata.


"Aku tidak menyuruhmu jadi pembunuh"


"Aku hanya inggin kau menjaga club malam, menjadi germo disana. Karna aku tipe orang yang tidak suka membunuh kalau tidak dibayar" Ucap pemuda itu menjelaskan.


Wawan menatap lekat pemuda disampingnya yang mengemudikan mobil dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal dia baru saja membunuh seseorang tadi.


"Apa kau mau?" Tanya pemuda itu tiba-tiba.


"Kenapa anda memilih saya?" Tanya Wawan inggin tahu.


"Karna kau orang yang tepat"


"Kenapa anda begitu yakin?"


"Kau mau atau tidak" Bentak pemuda itu sambil menatap tajam kearahnya.


"MAU...." Teriak Wawan keras membuat pemuda itu tertawa.


flasblack off


"Tuan sudah terkirim" Ucapan wanita itu membuyarkan lamunan Wawan.


"Pergilah, aku inggin sendiri" Perintahnya.


Setelah kepergian wanita itu Wawan kembali mengingat akan pertemuannya dengan Adit si Mister M.P tersebut.


"Bagaimana caranya aku lepas darimu MP?" Batin Wawan.


Wawan sudah lelah, bukan dia tidak menyukai uang yang diberikan oleh Adit. Namun dia takut akan kegilaan Adit dalam membunuh seseorang.


Wawan yang memang sering disuruh oleh Adit ketempat esakusinya dihutan sering membuat nyali Wawan menciut. Bukan tanpa sebab karna tempat itu angker menurut Wawan.


Wawan sudah banyak melihat tulang tengkorak Manusia disana, hal itu membuatnya enggan kesana. Tetapi Adit tidak pernah memperbolehkan siapapun kesana kecuali Wawan sorang.


"Mama...Bawa aku bersamamu" Batin Wawan berdoa.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung...


Dukung author receh ini dengan like end comen😇


__ADS_2