Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta

Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta
Hal yang Mengejutkan


__ADS_3

"Kak Adit, ayah dan ibu masuk rumah sakit" Jelas Liza.


...Adit terdiam sesaat setelah mendengar berita itu. Pikiran Adit melayang entah kemana, dirinya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan....


Flash black on


Dikamar Liza.


Suaranya lebih keras dan sering membuat Liza ketakutan, dengan cepat dia mengambil hanset dan memutar mp3 mortal Al-Qur'an.


"Masak bodo sama setan, tunggu kau kak Adit "Batin Liza geram ditinggal sendirian.


...Liza sibuk dengan leptopnya hinga tidak menyadari kalau ponselnya bergetar dari tadi....


Drettt....


Drettt...


Drettt...


...Hinga beberapa kali, namun Liza masih serius dengan apa yang dibacanya di leptop. Namun tiba-tiba Liza teringat akan janjinya dengan sang tante yang menurutnya terlalu lama....


"Dimana tante ya" Batin Liza.


...Liza mengakhiri pencariannya di leptop karna apa yang dia ingin ketahui telah terjawab, dan dia mengambil ponselnya. Betapa terkejutnya Liza melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab dari sang tante....


Brukkk....


...Suara pintu kamar Liza didobrak dengan kuat, dan nampaklah sang pelaku. Lelaki dengan berewokan diwajah menatapnya tajam....


...Liza baru tersadar jika dirinya belum menggunakan hijab....


"Keluar" Teriak Liza lantang sambil menatap sama tajamnya dengan lelaki dihadapannya.


"Liza, kamu tidak apa-apa?" Tanya Raeshya sambil menerobos masuk.


"Tante, suruh lelaki itu keluar" Pinta Liza sambil menatap sang tante.


"Kamu keluar situ Dod, jangan gangu privasi perempuan" Ucap Raeshya sambil mendorong tubuh kekar lelaki itu.


...Kini mereka tinggal berdua didalam kamar, cukup lama sunyi hinga akhrinya Liza mengambil hijabnya dan menggunakan membuat sang tante bingung....


"Kenapa kamu pakai hijab? "


"Jaga-jaga aja tan, kalau ada lelaki yang bukan mahromku" Balas Liza sambil mengambil leptopnya.


...Liza mulai membuka file yang dia simpan tadi....


"Tante, jelaskan tentang ini! "


...Raesyha membaca artikel tentang virus yang disuntikan ketubuh Manusia membuat matinya rasa hingga ketulang dan sistem syaraf....


"Untuk apa kamu mencari tahu tentang ini? " Tanya Raeshya penuh selidik.


...Liza pun menceritakan apa yang terjadi ketika mereka baru pulang dari kampus dan beberapa kejadian yang janggal dirasakannya ketika berada dirumah Adit....


"Huuffffff..... "


...Raeshya membuang nafas dengan kasar dia harus memberitahu kebenaran tentang seorang Aditiya. Belum juga Raeshya berbicara, datanglah Asmara....


"Shya bagaimana keadaan Liza? " Tanya Asmara sambil mendekat kearah lawan bicaranya.


"Kamu lihat, dia baik-baik saja"


"Syukurlah kalau begitu, kami bisa pergi kan? " Tanya Asmara ragu-ragu.


"Kami? " Tanya Raeshya.


"Iya, kami, diriku dan my heart" Jelas Asmara.

__ADS_1


"Gak BOLEH, gak ada pacar-pacaran untuk saat ini" Jalas Raeshya seperti ibu tiri untuk Asmara.


"Jahat"


"Emang"


...Liza binggung dengan dua orang dihadapannya, hinga masuk lelaki yang tadi menobrak kamarnya....


"Beb, ayok" Ajaknya.


"Kalian gak boleh pergi" Balas Raeshya sambil menatap mereka tajam.


"Ayolah Syha, kami telah membantumu. Jangan ingkar janji" Balas lelaki itu.


"Dody Satiwan, apa kah anda siap mengundurkan diri dari RS atau tunggu surat pemecatan? " Tantang Raeshya.


...Dody hanya mampu menelan silvernya takut, Raeshya yang memiliki kedudukan bukan hanya di Fakultas Kedokteran namun juga di RS Harapan Bangsa. Membuat seorang Dody hanya bisa menurut....


"Baiklah" Balasnya menyerah.


"Kita punya misi" Ucap Raeshya.


"Misi apa? Kamu jangan buat aku dalam masalah" Balas Dody yang tidak ingin ikut campur apa pun itu jika berurusan dengan Raeshya, karna ujung-ujungnya hanya mala petaka.


"Kita menyelamatkan bapak Adam dan ibu Hawa" Jelas Raeshya.


"Emangnya kenapa dengan orang tua Dokter Adit? " Tanya Asmara penasaran.


"Mereka diculik" Jelas Liza sambil menatap lelaki berewokan yang menurutnya menyimpan aura tidak baik.


"Siapa yang melakukan hal itu? " Tanya Asmara panik.


"Maka itu kami ingin mencari tahu" Jelas Raeshya.


"My heart, kita harus bantu" Pinta Asmara pada Dody yang hanya diam saja mendegar berita itu.


"Apa anda mengetahui sesuatu? " Tanya Liza sambil menatap tajam Dody.


"Hay Dod, asalkan kamu tahu ya. Kalau keponakan ku ini bisa membedakan orang yang jujut dan tidak" Jelas Raeshya geram, dirinya juga menaruh curiga akan lelaki berewokan itu karna yang dia ketahui bahwa Adit sangat dekat dengan Dody.


"Terserah" Ucap Dody sambil mengembalikan badanya dan melangkah menjauh.


"Pak Darma" Teriak Liza berhasil menghentikan langkah Dody dan membuat lelaki itu menatap tajam Liza.


"Wah sepertinya umpan kamu dimakan Liz, ayo kita pergi ketempat pak Darma" Ucap Raeshya yang bisa membaca situasi.


...Melangkah dengan penuh percaya diri sambil menyeret Asmara yang masih binggung dengan apa yang terjadi....


...Ketila Liza melewati Dody, lelaki itu pun mengeluarkan ancaman....


"Kamu akan menyesalinya gadis kecil" Ucap Dody sambil menatap tajam Liza, entah dari mana dia tahu akan pak Darma.


"Aku tidak akan pernah menyesal, karna bagiku menyelamatkan ayah dan ibu paling berati untukku"


...Mendengar ucapan Liza, Dody tertegun. Dirinya tidak pernah memikirkan orang lain selain dirinya sendiri....


...Akhirnya mereka masuk kedalam mobil Raeshya, sebab dia yang menculik Dody dan Asmara yang tengah melakukan kencan membuat dua orang itu harus mengikuti perintah Nyai Ronggeng itu. Gelar yang selalu disematkan kepada Raeshya yang suka memerintah orang sesuka hatinya tanpa meminta persetujuan....


...Mobil yang dikendarai oleh Raeshya melaju dengan kecepatan tinggi disebabkan dia memiliki firasat buruk....


"Tante, alon-alon" Pinta Liza yang duduk disebelah tantenya yang mengemudi sedangkan dua pasangan Dokter duduk di kursi belakang dengan santai.


"Kamu itu ko pakai bahasa jawa? " Tanya Raeshya menutupi kegundahanya.


...Ucapan sang tante tidak ditimpali oleh Liza, kini dirinya merasakan sesuatu....


"Perlambat mobil" Ucap Liza dengan mata tertutup.


...Melihat keadaan sang keponakan membuat Raeshya menuruti perintahnya....

__ADS_1


"Belok kiri ketika di perempat jalan"


Raeshya terus mengikuti intruksi Liza. Hinga mereka memasuki kawasan rawan kejahatan.


"Kamu mau membawa kita kemana Shya? " Tanya Dody panik, niat pertama ingin kerumah pak Darma mengikuti intruksinya namun sekarang berubah haluan.


"Diam" Hardik Raeshya.


...Asmara yang melihat gurat amarah diwajah Raeshya berinisiatif memujuk Dody agar diam....


"My heart, diam lah" Pintanya lemah lembut.


...Dody lemah jika dilakukan seperti itu akhirnya menurut....


...Mobil pun akhirnya berhenti dibahu jalan seperti perintah Liza. Mereka memgikuti langkah Liza dengan bingung kecuali Raeshya yang memang mengetahui kemampuan sang keponakan....


"Telepon tim SAR" Perintah Liza ketika berdiri ditepi jurang.


"Untuk apa?" Tanya Dody yang tidak habis pikir akan kelakuan Liza yang membawa mereka jauh-jauh hanya untuk berdiri ditepi jurang dan mengatakan telepon tim SAR.


...Namun diluar dugaan Raeshya benar-benar mengikuti perintah sang keponakan....


"Halo... "


"Datang keordinat yang aku kirimkan" Perintah Raeshya ketika sambungan teleponnya tersambung.


...Dody benar-benar gila melihat tingkah tante dan keponakan itu, hingga teriakan Asmara membuat dia mendekat kearah sang kekasih....


"Apa itu? " Teriak Asmara panik melihat sebuah mobil sedan berwana hitam.


"Astaga" Ucap Dody tanpa sadar.


...Tidak lama kemudian mobil ambulan berserta kepolisian datang di TKP sesuai kordinat yang dikirim oleh Raeshya dan mereka mulai melakukan tugas mereka masing-masing....


"Ibu Raeshya nanti kekantor untuk melakukan laporan" Ucap kepala polisi yang hanya dianggukan oleh Raeshya yang enggan untuk berbicara karna masih syok melihat sebuah mobil sedan hitam yang ditarik oleh mobil derek hingga keluar dari jurang.


...Semua orang mendekat ketika mobil sampai diatas kecuali Liza, dia masih terdiam dengan mata tertutup....


"Ada dua orang pak" Jelas tim SAR sambil mengangkat dua tubuh masuk kedalam ambulan.


"Segera bawa ke ambulam untuk diotopsi" Jelas kepala kepolisian.


"Jangan" Teriak Liza sambil mendekat.


"Mereka masih hidup" Tambah Liza.


...Semua orang terdiam, mereka berfikir bahwa gadis ini adalah anggota keluarga yang tidak bisa menerima kenyataan....


"Nanti bawa ke RS Harapan Bangsa dan suruh pak Malik untuk menagani" Perintah Raeshya membuat semua orang menatap heran kepada wanita itu.


"Jalankan perintah saya jangan membantah" Seperti biasa Raeshya memerintah dan harus dipatuhi walau itu hal gila sekalipun.


"Ibu Raeshya"


...Belum selesai kepala polisi menyelesaikan ucapannya telah dipotong oleh Raeshya....


"Saya tahu apa yang harus dilakukan" Ucap Raeshya sambil berlalu dan masuk mobil, begitu juga dengan Asmara dan Liza kecuali Dody yang memilih ikut mobil ambulan karna ingin membantu pak Malik di RS.


...Akhirnya urusan di RS dan kepolisian selesai, Liza mengajak tantenya untuk kembali kerumah Adit guna memberitahuakan apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya....


Flash black off


.


.


.


...Bersambung......

__ADS_1


Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇


__ADS_2