Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta

Ketika Pembunuh Bayaran Jatuh Cinta
Binggung berujung untung


__ADS_3

"Apa itu??? Ya Allah lindungi hamba" Batin Liza takut.


Berkali-kali Liza berzikir dan melangkahkan kakinya mencari dimana kamar Adit, hinga dia tidak sengaja mendengar sesuatu.


"Apa? Kamu bagaimana sih? "


"Pokonya aku gak mau tahu, kamu harus habisi mereka semua atau kamu yang akan aku habisi"


Liza mendengar kata-kata Adit menjadi takut, dengan siapa dia berbicara dan apa yang sebenarnya yang terjadi. Hingga membuat Liza memilih pergi kekamarnya yang ada dibawah melewati tangga. Lagi dan lagi dia melihat yang tidak seharusnya di lihat, namun kali ini dia cuek bebek karna menurutnya itu bukan hal yang penting. Sebab yang penting buat Liza adalah mengubungi orang tuanya meminta bantuan.


.


.


.


Dikamar Adit.


Ketika Adit telah sampai di dalam kamar dia berjalan kebalkon melihat kebawah, dalam diamnya dia memperhatikan anak buahnya. Adit melihat jelas Liza yang tidak henti-hentinya mengomeli anak buahnya, tapi untung anak buahnya tidak menanggapi gadis itu hingga mobil yang dibawanya pergi.


"Hufff... "


Adit mengehela nafas panjang, dia binggung bagaimana keadaan orang tuanya kalau benar diculik. Satu hal yang membuat Adit berat, yaitu jika orang yang menculik orang tuanya meminta tebusan. Adit adalah tipe orang yang tidak mau rugi, hal itu yang membuat dia binggung hinga ponselnya berbunyi membuyarkan pikirannya.


Tertera nama Wawan disana, walau seperti dugaannya dalang dari kebocoran identitasnya adalah lelaki itu. Adit segera mengangkat telpon Wawan, dia sangat penasaran bagaimana kali ini kecerobohan yang dilakukan oleh orang kepercayaannya.

__ADS_1


(Halo)


Adit hanya diam tidak membalas sapaan itu.


(Adit, maaf aku keteledor mangsamu lepas)


Lagi Adit hanya diam, menunggu jawaban-jawaban yang akan disampaikan oleh Wawan.


(Ternyata Desy membawa alat lacak yang membuat orang tuanya tahu keberadaan Desy dan menyelamatkannya walau Desy sudah tidak mengigat apa pun tapi orang tuanya akan mencari penawar itu dari kamu dengan cara menukar orang tuamu).


(Apa? Kamu bagaimana sih?)


Teriak Adit geram mendengar penuturan Wawan, harga yang sangat mahal untuk sebuah penawar dari serum yang telah disuntikannya ketubuh Desy. Namun memikirkan orang tuanya membuat Adit menurunkan harga egonya yang selalu ingin untung.


(Aku tidak tahu Dit, mereka mencegatku ketika dijalan dan kini aku pun telah ditancap alat pelacak jadi tidak bisa banyak membantumu)


(Pokonya aku gak mau tahu, kamu harus habisi mereka semua atau kamu yang akan aku habisi)


Teriak Adit terus memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Kali ini Adit benar-benar tersdesak, dia tidak menyangka kalau mangsanya bukan orang biasa. Sebab orang tua Desy yang telah menyuruh penyusup kerumahnya sampai menculik kedua orang tuanya.


Fikiran Adit berkelana mengingat kenangan-kenangan dirinya bersama orang tuanya, Adit tidak akan mungkin menyakiti orang tuanya dan tidak akan pernah rela melihat orang tuanya disakiti. Pilihan yang sulit untuknya.


"Aku harus bagaimana?" Batin Adit.


Hinga dia memiliki ide gila, Adit segera menelpon seseorang.

__ADS_1


(Halo)


(Aku memerlukan bantuanmu)


(Sejak kapan sih kamu nelpon kalau tidak memintak bantuan) Balas seseorang dari seberang dengan ketus, tapi tidak diindahkan oleh Adit.


(Aku punya penawaran khusus)


(Alah, alesan aja. Emangnya sejak kapan kamu mau negosiasi?)


(Targetku kali ini pak Darma, kamu cari biodata lengkapnya jangan sampai salah)


(Emangnya kapan sih aku kasih informasi salah? )


Adit tidak menjawab pertanyan itu, dia malah mematikan telepon sambil tersenyum devil.


"Tunggu aksiku" Batin Adit.


.


.


.


...Bersambung.....

__ADS_1


Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇


__ADS_2