
...Mobil yang dikendarai oleh Raeshya melaju kencang membelah jalan raya yang mulai regang disebabkan para penghuninya yang telah melakukan runtinitas....
...Raeshya berpacu dengan perasaan was-was yang menghantuinya, karna bisa kecolongan....
...Menghilangnya Liza membuat Raeshya mengutuk dirinya sendiri, akan keteledoran yang telah dilakukannya....
"Pelan-pelan Shya, Bapak belum kawin nih," ujar pak Malik yang duduk disamping Raeshya yang mengemudikan mobil.
"Itu urusan Bapak, lagian kita sama-sama jomblo abadi. Jadi gak usah ngiri," balas Raeshya dengan sedikit bumbu pemedas dalam ucapannya.
...Pak Malik tidak menimpali ucapan Raeshya karna semakin dilawan maka semakin menjadi....
"Belok kiri Shya, setop Shya."
...Raeshya menatap tajam lelaki paruh baya disampingnya....
"Yang bener yang mana? Belok kiri atau berhenti? " bentak Raeshya geram.
"Belok kiri terus berhenti," jelas pak Malik.
...Raeshya pun mengikuti perintah pak Malik hinga mereka melihat mobil sedan berwarna hitam sama persis seperti mobil yang membawa petaka untuk orang tua Adit, cuma beda platnya saja....
"Pak telpon Adit," perintah Raeshya tanpa mengalihkan perhatiannya dari mobil yang ada tidak jauh dari tempa mereka berhenti.
"Untuk apa Shya?" tanya pak Malik bingung.
"Untuk jaga-jaga, kalau kita mengikuti mobil itu dan dalam bahaya nanti ada yang datang menyelamatkan. Itu pun harus tanya?" jawab Raeshya dengan ketus.
...Pak Malik segera melaksanakan perintah Raeshya sebelum mulut beracun itu menyemburkan larva panasnya....
Tut...
Tut...
Hinga beberapa detik kemudian diangkat.
"Halo,"
__ADS_1
...Tidak ada sauhutan dari seberang sana, membuat Raeshya geram padahal sambungan teleponnya telah terhubung....
"Hey, Dokter gila."
...Makian yang Raeshya keluarkan, membuat pak Malik mengelus dadanya sabar. Menghadapi wanita bar-bar seperti Raeshya, harus ekstra....
"Dasar organ tidak berfungsi, aku kutuk kamu gak bisa ngomong lagi baru, nyahok! Kayak gak punya mulut aja! Coba pakai ---,"belum selesai Raeshya mengeluarkan unek-uneknya, dia dikejutkan oleh suara yang sangat dia kenali.
"Raeshya,"
"Oh, ternyata Abang."
...Raeshya hanya nyengir, sedangkan pak Malik yang sedari tadi diam hanya tersenyum geli. Melihat tingkah Raeshya yang cepat berubah. Seperti bubglon, yang tadinya garang jadi manis....
...Tanpa basa-basi, Raeshya memberitahukan maksud dan tujuannya menelpon. Sebab dia tidak ingin meninggal otaknya, jika terjadi sesuatu dengan dirinya atau pun Liza....
"Kami membuntuti mobil yang membawa Liza, apa Abang bisa kesini? Sebab sepertinya Liza diculik, kayaknya!"
"Kamu jangan asal ngomong shya," ucap pak Malik menimpali ucapan Raeshya, sebab telepon yang memang disepikerkan olehnya.
"Kamu kirim lokasi kordinatnya,"
"Sama gilanya dengan Adit," umpat Raeshya membuat pak Malik mendegur wanita itu.
"Itu abang mu Shya,"
"Abang tiri, bukan kandung,"jawab Raeshya sewot.
"Jangan ngomong kayak gitu, kalau kamu gak suka gak usah seperti ini!" Ujar pak Malik menasehati, sebenarnya dia risih bersama wanita disampingnya yang terkenal dengan julukan nyai Ronggeng tersebut.
"Itu FAKTA! bukan MiTOS," balas Raeshya sengit.
...Hingga, sebuah mobil sedan menabrak mobil mereka dari arah belakang. Mengakibatkan, mobil yang dikendarai oleh Raeshya oleng menabrak bahu jalan....
"Sialan!" umpat Raeshya geram.
...Namun, tiba-tiba mobilnya telah dikerumuni beberapa lelaki....
__ADS_1
"Buka pintunya," pinta lelaki berbadan besar itu sambil mengetuk pintu mobil Raeshya.
"Kalian akan menerima ---," belum selesai Raeshya melanjutkan ucapanya dirinya telah dibekap dan akhirnya pingsan.
...Pak Malik, yang masih ada didalam mobilpun. Dikeluarkan dengan paksa, oleh lelaki berbadan besar lainnya....
"Kalian mau apa?" Tanya pak Malik sambil menatap tajam lelaki dihadapannya.
"Bruk ... . "
...Satu pukulan tepat diwajah pak Malik, membuat lelaki paruh baya itu pingsan seketika....
"Ambil ponselnya," pinta salah satu dari mereka yang berjumlah 3 orang.
"Ini bos!"
...Lelaki itu mengambil ponsel tersebut dan mengotak atiknya hingga melihat pesan terakhir yang dikirimkan pak Malik, membuatnya tahu kalau Liza bisa dilacak keberadaannya....
...Hingga ide gila muncul dikepalanya, dia menelpon nomor Adit....
"Halo."
"Serahkan pak Darma, atau kalian akan menerima kiriman mayat."
...Setelah mengucapkan hal itu, dia mematikan telepon secara sepihak....
"Bos, bagaimana dengan mereka berdua?" tanya salah satu anak buahnya.
"Bereskan, kita ikuti mobil yang membawa gadis tadi," perintahnya yang langsung dilakukan oleh anak buahnya.
...Mereka adalah anak buah pak Darma, yang mendapat tugas dari seseorang yang menjadikan pak Darma sebagai bidak catur. Untuk membalas dendam kepada Mister MP....
.
.
.
__ADS_1
...Bersambung......
Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇