
"Tunggu aksiku" Batin Adit.
Setelah mengakhiri telepon tersebut Adit memilih kekamar mandi, dirinya sudah lengket karna hampir seharian berada di kampus mengurus hal yang tidak biasa di lakukannya.
.
.
.
Dikamar Liza.
Liza yang sudah masuk kamar melihat jam telah menunjukan pukul 03.12 sore, yang berati masih sempat untuk dirinya menunaikan kewajibannya untuk solat Zuhur walau didalam hatinya tidak pernah ingin menunda kewajiban.
Liza bergegas melaksanakan solat, dan dipikirnya sudah mau waktu Azar sekalian saja dia mau menunggu waktu solat Azar, nanti saja menyusun rencana yang sudah ada dalam otaknya.
.
.
.
Siang telah berganti malam, waktu telah menunjukan pukul 20.15 Wib yang sudah menandakan waktu makan malam.
Liza keluar kamar karna semua rutinitasnya telah selesai, dirinya merasa lapar sekali sebab tadi dia berpuasa sunah terlebih Liza hanya membatalkan puasanya hanya dengan segelas air putih saja.
Ketika di dapur Liza merasa aneh, bau enyer dari darah tercium menyengat padahal semuanya telah dibersihkan. Walaupun entah siapa yang memberaikan akan tetapi ketika Liza keluar kamar semua telah rapi dan bersih seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Tidak lama Liza duduk dimeja makan datang Adit yang telah siap dengan setelan baju serba berwarna hitam mendekatinya.
"Anda mau kemana pak Dokter? " Tanya Liza penasaran.
"Tolong jangan panggil aku dengan sebutan itu? " Balas Adit sambil membuka kulkas, mengeluarkan apa yang menurutnya diperlukan.
"Jadi saya harus memanggil anda dengan sebutan apa? "
"Entahlah" Jawab Adit cuek sambil tangannya sibuk mengola makanan.
"Kalau aku panggil kakak boleh? " Tanya Liza ragu.
"Terserah"
"Oke, mulai saat ini aku panggil kakak ya? "
__ADS_1
"Emmm... " Balas Adit menanggapi ucapan Liza.
"Kakak mau masak apa? "
"Kamu hanya makan, gak perlu banyak tanya" Balas Adit ketus.
Melihat Adit yang masih sibuk masak, Liza membuka ponselnya dan mengetik pesan.
(Aku butuh bantuan ni)
(Bantuan apa?)
(Aku gak nyaman berada dirumah Dokter Adit)
(Apa penyebabnya? Apa dia melukaimu baik sikis atau pisik?)
(Bukan begitu, tapi tadi ada penyusup dirumah ini. Lalu ayah dan ibu Dokter Adit diculik, aku harus bagaimana?)
(Itu biar jadi urusanku)
(Satu lagi)
(Apa?)
(Rumah Dokter Adit BERHANTU)
(Beneran)
"Kamu mau makan atau main ponsel? " Tanya Adit ketus, sedari tadi dia melihat Liza yang asik dengan gawainya hinga tidak menyadari kalau makanan telah terhidang.
"Ehhh, makan lah kak" Ucap Liza gugup.
Mereka makan dalam diam hinga terdengar suara lentuman yang kuat.
Duarrrr....
"Astagfirullah.... " Liza beristigfar sambil mengelus dadanya seking kaget.
"Jangan membaca mantra" Ucapa Adit sambil menatap tajam Liza.
"Ya ampun kak, aku gak baca mantra" Kilah Liza yang binggung kan tuduhan Adit.
"Yang kau ucapkan tadi apa? "
__ADS_1
"Itu istigfar kak"
"Jangan ucapkan lagi" Balas Adit ketus sambil bangun dari duduknya, selera makannya hilang gara-gara Liza.
Adit meninggalkan Liza seorang diri di dapur, dia memilih menuju keluar dan masuk kedalam mobil menjalankan aksinya malam ini.
Setelah kepergian Adit, Liza benar-benar takut, dia cepat menyelesaikan makannya dan memilih mengunci diri didalam kamar sambil menelpon seseorang.
(Halo)
(Kesini buruan)
(Kamu kenapa sih Liz?)
(Aku takut) Renggek Liza.
(Ya Allah, kamu kayak gak punya Tuhan aja sih)
(Jangan gitu tan, aku benar -benar takut, apa lagi kak Adit ninggalin aku sendirikan dirumah)
(Apa? Adit ninggalkan kamh sendirian?)
(Iya, makannya Tante kesini aku takut)
(Dasar Dokter soplak, gak bertanggung jawab. Tante otw Liz)
Setelah memutuskan telpon Liza membuka laptop nya membuka artiket apapun itu tentang serum yang bisa membuat orang mati seketika. Liza penasaran akan cairan yang disuntikan Adit kepada orang yang meyusup kerumah tadi siang. Sambil menunggu tantenya datang pikirnya hingga suara dentuman terdengar lagi dan lebih keras.
Duarrrr......
Duarrrr.....
Duarrrr.....
Suaranya lebih keras dan sering membuat Liza ketakutan, dengan cepat dia mengambil hanset dan memutar mp3 mortal Al-Qur'an.
"Masak bodo sama setan, tunggu kau kak Adit "Batin Liza geram ditinggal sendirian.
.
.
.
__ADS_1
...Bersambung... ...
Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇