
"Anda itu mau jadi Dosen apa Dokter sih? " Tanya Raeshya geram akan Adit, baru beberapa jam dia berada disini sudah menimbulkan masalah.
"Menurut kamu? "
"Aaaghhh... "
Raeshya menjambak rambutnya sendiri seking geramnya, dia tidak mengerti akan jalan pikiran Adit yang rumit dimengerti menurutnya.
"Pak bagaiman dengan saya? " Tanya Bagas ragu-ragu.
"Kamu dikeluarkan" Ucap Adit santai sambil duduk disofa ruangan Raeshya.
Mendengar ucapan Adit Raeshya benar-benar naik darah tinggi dia menatap tajam pemuda itu.
"Semuanya keluar dari sini kecuali kau? " Ucap Raeshya sambil menunjuk Adit.
"Tapi bu" Belum selesai Liza berbicara sudah dipotong oleh sang tante.
"kamu juga kerluar dan tutup pintunya" Perintah Raeshya dan langsung dikerjakan oleh Liza, mereka sangat mengenal Raeshya adik profesor Riduwan itu. Jika memerintah maka hukumnya mutlak.
Kini hanya mereka berdua didalam ruangan, semua orang telah keluar. Walau sebenarnya mereka hanya berdiri diluar, mereka penasaran apa yang akan terjadi bterlebih lagi Bagas yang memikirkan nasipnya.
"Aditiya" Panggil Raeshya dengan lantang sambil duduk diseberang Dokter muda itu, dia menjaga jarak supaya kejadian yang tadi tidak terulang.
Adit hanya menatap tanpa menyahut panggilan wanita dihadapannya.
"Apa yang anda inginkan? "
__ADS_1
"Aku ingin RS milikiku sendiri" Jawab Adit santai menangapi ucapan Raeshya.
"Hufff.... "
Raeshya menarik nafas dengan kasar, dia benar-benar kesal saat ini.
"Anda tahu tugas anda disini? "
"Jadi Dosen"
"Bukan" Teriak Raeshya.
Dahi Adit mengkerut, dia binggung akan ucapan Raeshya.
"Maksudmu? "
Adit menatap tajam wanita itu, dia benar-benar tidak terima akan kata-kata yang keluar dari mulut Raeshya.
"Dasar menyebalkan, tunggu saja kau akan menyesal" Batin Adit.
Adit bangun dari duduknya dan melangkah menuju pintu, dia ingin pergi menjauh dari Raeshya. Jika dia lama-lama bersama wanita itu bisa-bisa dia tidak akan menahan diri untuk mengulitinya hidup-hidup.
"Hey, kau mau kemana? "
Pertanyaan Raeshya membuat Adit berhenti dan berbalik menatap wanita itu.
"Ingat, kau itu beby sister Liza, jaga dia dengan baik karna bayaranmu itu sangat mahal. Jangan mengecewakan" Ucap Raeshya mengingatkan akan tugas Adit membuat kemarahan Dokter muda itu semakin membara.
__ADS_1
"Kau.... "
Teriak Adit sambil mendekat kearah Raeshya, namun tiba-tiba pintu terbuka dan muncul Pak Malik.
"Apa yang kalian lakukan? "
"Ini pak, saya menjelaskan tugas pak Adit" Jawab Raeshya santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Oh... Nak Adit, kenapa kamu memanggil Bagas? " Tanya pak Malik beralih menatap Dokter muda itu sambil duduk di sofa.
"Dia termasuk anak nakal pak, saya ingin mengeluarkannya"
Pak Malik membuang nafas kasar, mungkin apa yang dia pikirkan benar. Adit tidak cocok menjadi Dosen disini karna sifatnya yang keras dan semaunya, dia tidak mentoleransi kesalahan walau sekecil apa pun. Semua harus sempurna dan sesuai aturan kalau tidak dia dengan seenaknya mengeluarkan orang tersebut. Itu semua sering terjadi ketika dia menjadi Dokter, ketika di meja operasi tidak ada yang berani berada didekat Adit kecuali Dokter Dody karna mereka sama-sama anak angkat pak Malik.
"Duduk sini nak" Perintah pak Adit yang dituruti Dokter muda itu tanpa ada bantahan.
Melihat begitu manisnya sikap Adit kepada pak Malik membuat hati Raeshya tersentil.
"Ternyata ada manisnya juga" Batin Raeshya.
.
.
.
......Bersambung.........
__ADS_1
Dukung author receh ini dengan like end comen ya 😇