
malam hari di Turki.
"apakah enak?"tanya David pada lena.
sekarang mereka sedang makan malam di salah satu restoran terkenal di Turki. pada saat pertama kali ke Turki David membawa Lena ke salah satu rumah yang ada di Turki.
sudah beberapa hari berlalu semenjak David dan Lena datang ke Turki selain bukan madu David pun membawa Lena keliling Turki hingga ke tempat tempat terkenal lainnya yang ada di Turki.
"iya ini enak banget"jawab Lena yang masih memakan makanannya.
pada saat mereka sedang asik makan tiba tiba saja telfon milik David berbunyi. David pun melihat siapa yang menelfon nya.
"Alvin?"David bertanya tanya, karena sebelum berangkat David sudah kasih tau Alvin agar tidak ada yang menganggu bulan madunya bersama Lena.
"angkat aja siapa tau penting"ucap Lena menyuruh David mengangkat nya.
"halo, ada apa? sudah ku bilang bukan jangan ganggu kami"ucap David setelah menekan tombol hijau yang menandakan mengangkat telfon.
"maaf tuan, tapi ini penting tuan"pertama Tama Alvin mengucapkan maaf terlebih dahulu untuk gangguan yang ia ciptakan.
"ada apa? hal penting apa?"tanya David yang mulai serius mendengarkan perkataan Alvin.
"perusahaan tuan besar bangkrut tuan, uang perusahaan mereka di curi oleh asisten kepercayaan mereka, pada saat tuan dan nyonya putra ingin mengejar nya, mereka malah mengalami kecelakaan"lapor Alvin tanpa basa basi.
__ADS_1
"kecelakaan?"tanya David kaget, tapi setelah itu David mengubah wajahnya menjadi datar.
"bagaimana keadaan Mereka?"tanya David dengan dingin.
"keadaan tuan putra kritis tuan, sedangkan nyonya putra sendiri ia meninggal di tempat"jawab Alvin.
"hmm kau urus mereka"perintah David.
"apa tuan akan pulang? untuk melihat terakhir kali nyonya putra?"tanya Alvin hati hati karena takut menyinggung atau pun seenaknya bicara.
"ntahlah, nanti aku hubungi lagi"setelah mengucapkan itu David langsung menutup telfonnya secara sepihak.
"ada apa?"tanya Lena yang melihat perubahan raut wajah David hingga suaranya pun berbeda.
"ada apa David? aku tau ada yang kau sembunyikan dariku"paksa. Lena agar mengatakan yang sejujurnya.
"huuff, mereka mengalami kecelakaan"ucap David.
"mereka? siapa?"tanya Lena yang sudah tidak sabar.
"orang tua ku"jawab David.
"apa? lalu bagaimana kondisi mereka?"tanya Lena lagi walaupun diawal dia merasa kaget.
__ADS_1
"keadaan tuan Putra kritis, sedangkan istrinya meninggal"jawab David tanpa memanggil mereka 'papa dan mama'
"ya ampun aku turut berdukacita, lalu kau mau disini saja Begitu? tanpa mau mengirim beliau untuk yang terakhir kalinya?"tanya Lena.
"tidak perlu, dia sudah di urus oleh Alvin"jawab David.
"nggak nggak, kita harus pulang sekarang"ucap Lena.
"tidak perlu Sena"tolak David.
"ayolah David kita pulang sekarang, Walaupun mereka jahat sama kita tapi kita tidak usah membalasnya dengan kejahatan juga, maafkanlah mereka"bujuk Lena.
"beliau sudah tiada, kau sebagai anaknya harus berada di sampingnya David"sambung Lena lagi.
"tidak perlu Sena, Mereka sudah di urus oleh Alvin dan anak buahku"David masih saja menolak.
"baiklah jika kau tidak mau pulang bersamaku, maka aku akan pulang sendirian"ucap Lena lalu langsung pergi dari restoran tersebut.
"Sena, Sena tunggu"David pun menaruh uang di meja dan langsung mengejar Lena. David menarik tangan Lena agar berhenti.
"baiklah ayo kita pulang"ucap David sembari melangkah bersama Lena menuju mobil mereka.
💜💜💜
__ADS_1
jangan lupa LiKE komen dan vote