
merasa tangannya di pegang seseorang David pun melihat siapa dia, dan ternyata dia adalah lena, David menarik nafas kasar dan membuang nya.
"maaf tuan kami kesini untuk makan malam dan juga memperkenalkan calon istri dari tuan David, atau kita mau seperti ini terus? lebih baik kami pergi saja"ucap Alvin bersikap sesopan mungkin padahal sudah menahan amarah sejak tadi.
"cih, ayo vio kita makan malam dulu"ajak tuan putra pada Viona dan melangkah duluan ke meja makan.
"iya ayo vio aunty sudah masak makanan kesukaan kamu loh kamu harus makan yang banyak"timpal nyonya putra pada Viona lalu menggandeng tangan Viona menuju meja makan.
"jangan dengerin perkataan mereka"ucap David tiba tiba
"apa mereka orang tua mu?"tanya Lena
"bukan, mereka bukan orang tua ku orang tuaku sudah mati sejak dulu"jawab David cuek.
"tuh mulut lemes banget pengen ku cabut tuh bibir"ucap ken yang kesal dengan perkataan tuan dan nyonya putra. Brian mendengar perkataan Ken langsung menyenggol lengan Ken dan menatap David.
"ups bukan itu maksud ku king, aku hanya bercanda"ralat Ken yang sadar siapa mereka.
"jika kau tidak nyaman kita pergi saja yah?"tanya David melihat Lena.
"aku tidak papa kok, ayo kita ke meja makan"ucap Lena sambil tersenyum.
__ADS_1
David pun membawa Lena ke meja makan diikuti oleh tangan kanan David.
"ayo vio makan yang banyak yah"ucap tuan putra ramah
"iya vio jangan sungkan sungkan, anggap aja rumah sendiri"timpal nyonya putra.
"iya benar nanti juga kamu akan tinggal disini"mata tuan putra.
"iya uncle dan aunty"jawab vio canggung Pasalnya dari tadi dia diliatin oleh Lena dan David beserta tangan kanannya.
"kenapa kau berdiri saja disitu? ayo sini David duduk dan makan"ajak Nyonya putra.
skip setelah makan malam.
"tidak"jawab cepat David.
"ayo cepat ajak vio jalan jalan, kalian mengobrol lah berdua"suruh tuan putra bersikukuh.
"vio kamu mau jalan jalan bukan?"tanya tuan putra pada Viona.
"saya Disni saja uncle"jawab vio
__ADS_1
"David cepat ajak vio jalan jalan"suruh nyonya putra.
melihat mereka bersikukuh memaksa David untuk mengajak vio jalan jalan Lena pun menggenggam tangan David dan mengangguk tanda agar David menerima perkataan tuan dan nyonya putra, walaupun di hatinya terasa sesak melihat itu semua tapi Lena harus tegar dan Lena juga sadar diri siapa dia.
"huuff, baiklah"ucap David lalu beranjak dari duduknya dan pergi terlebih dahulu.
"tuh David sudah setuju sana kejar dia vio"suruh tuan putra. vio pun menurutinya dan pergi mengejar David.
setelah kepergian David dan viona tuan dan nyonya putra menatap Lena dengan tajam.
"kau butuh berapa?"tanya tuan putra tiba tiba.
"maksudnya?"tanya Lena yang kurang paham.
"maksudku adalah kamu butuh berapa agar bisa meninggalkan David, pasti kau mendekati David karena uang kan ngaku aja deh"jelas tuan putra.
perkataan tuan putra sangat menusuk hati Lena, apakah aku terlihat murahan? itulah yang ada dipikiran Lena saat ini.
"lebih baik anda menjaga perkataan anda jika tidak..."ucap ken marah tetapi masih sopan.
"cih beraninya sembunyi dibelakang bawahan David"cibir nyonya putra.
__ADS_1
💜💜💜
jangan lupa LiKE komen dan vote