
"tidak bisa"suara tegas dari belakang yang tiba tiba mengangetkan Lena sampai sampai Lena tersedak mendengar suara tersebut.
"uhuk uhuk uhuk"Lena terbatuk karena suara dingin yang tiba-tiba, Lena mengambil air yang ada di meja makan lalu meminumnya.
"ah leganya"kata Lena setelah puas meminum.
"jangan coba coba untuk kabur dari sisiku"David mulai berbicara setelah melihat Lena meminum.
"kamu dari mana? jadi ga ajak aku keluar?"tanya Lena yang tidak memperdulikan omongan David tentang jangan meninggalkan nya.
..."ada urusan, jadi makanya cepat habiskan makananmu"titah David lalu duduk di kursi biasa ia duduki....
"kamu sudah makan?"tanya Lena sambil menguap makanan ke mulutnya.
"sudah"jawab singkat David, David terus saja memperhatikan ponselnya.
Lena yang melihat David bermain ponsel kesal karena di abaikan, Lena makan dengan kesal.
setelah selesai sarapan, David mengajak Lena ke suatu tempat.
di perjalanan tepatnya di dalam mobil yang di gunakan David dan Lena, David menyetir sendiri tidak memakai sopir.
__ADS_1
"kita mau kemana?"tanya Lena yang melihat ke arah luar.
"suatu tempat"David lagi lagi hanya menjawab dengan singkat padat dan jelas.
"iya suatu tempat, tapi dimana?"tanya Lena yang mulai kesal dengan jawaban itu itu terus.
"nanti juga kamu akan tau"kata David singkat lagi dan membuat Lena memutar bola matanya malas. mengobrol dengan David serasa berbicara dengan robot yang jawabannya singkat terus.
setelah lama akhirnya mereka sampai, David memarkirkan mobilnya di parkiran, lalu David menyuruh Lena turun.
mereka hanya butuh berjalan kaki sedikit lalu sampai. di tempat tujuan.
"iya, biar kamu belajar juga"jawab David santai.
"apa? kupikir kamu akan ajak aku ke pantai, taman atau bioskop gitu eh tapi kita ke museum?"gerutu lena, ternyata tidak sesuai ekspektasi.
"kalau tempat itu sudah biasa, museum kan luar biasa"kata David senyum pada Lena.
"iya kau benar ini samgaaaaatttt luar biasa"ucap Lena dengan tidak semangat.
"ayo masuk kamu pasti suka, nanti dari museum kita akan ke suatu tempat lagi, tapi sekarang ayo kita masuk dulu"ajak David lalu David menggandeng tangan Lena lembut dan menariknya pelan agar masuk ke dalam.
__ADS_1
mereka melewati pintu pada saat terbuka Lena kaget melihat dalam museum tersebut.
yah museum tersebut tidak seperti museum museum lainnya yang di dalamnya hanya ada lukisan dan barang antik, tapi museum ini semuanya berwarna hitam dan dimana mana ada lampu berwarna-warni yang menghiasi di seluruh ruangan 'aesthetic' itulah tema yang di terapkan.
"wah bangus banget"kata Lena lalu berlari ke tengah tengah ruangan tersebut. David hanya tersenyum melihat senyum terbit di bibir Lena.
"kan aku sudah bilang kamu pasti akan suka"kata David menghampiri Lena yang sedang menyentuh lampu lampu itu.
"iya aku sangat suka, Evans cepat fotokan aku"Lena meminta David untuk memfotonya.
David dengan senang hati memfoto Lena, Lena duduk di tengah tengah lampu dan menghadap ke arah kamera ponsel.
"3...2...1 'cekrek' oke"David memberi aba aba untuk memulai foto, setelah selesai foto Lena langsung ganti gaya yang lainnya.
David hanya pasrah menjadi fotografer buat Lena, asalkan Lena senang David pun senang.
💜💜💜💜💜
jangan lupa LiKE komen dan vote
__ADS_1