
"gimana?"tanya David pada Kenan setelah Kenan selesai mengobati luka tembak bagian kaki Lena.
"huuff peluru itu tidak membahayakan nyawanya, tetapi dia tidak bisa berjalan selama 3 Minggu untuk memulihkan jahitannya"kata Kenan menjelaskan kondisi Lena.
"dan mungkin..."ucap Kenan menggantung.
"ada apa? apa ada yang serius?"tanya David yang penasaran karena perkataan Kenan yang menggantung.
"mungkin nanti setelah dia sadar akan ada perubahan padanya"jawab Kenan yang menyampaikan kabar buruknya.
"maksudnya? perubahan?"tanya David yang masih bingung dengan maksud Kenan.
"apakah nona Lena akan membenci David karena David menembak Nya?"tanya Ken yang sedari tadi menyimak pembicaraan itu, yah sekarang mereka ada di ruang kerja David siapa lagi kalau bukan tangan kanan David yaitu Alvin, Ken, Brian dan juga Kenan tentunya David pun di sana.
mendengar perkataan Ken David langsung menatapnya tajam seakan akan mau menelannya hidup hidup.
"ah bukan, maksud ku emm itu amm apakah nona Lena menerima jika kakinya tidak bisa di gunakan dalam waktu 3 Minggu"elak Ken yang merasa merinding di tatap oleh David.
"kita tunggu saja hingga sadar, jika sudah sadar aku akan memeriksa nya lagi"lerai Kenan yang merasa di sekitarnya mulai mencengkam.
__ADS_1
"dan ini ada obat yang harus di konsumsi oleh nona Lena"sambung Kenan yang memperlihatkan kertas di tangan nya.
"biar saya saja yang menebusnya"kata Alvin yang langsung merebut kertas tersebut dan membungkuk sopan pada David lalu pergi keluar.
"perketat keamanan"Perintah David pada Brian, Brian yang mendapat perintah langsung mengangguk tanda setuju.
David langsung keluar ruang kerja dan berjalan menuju kamar Lena. David membuka pintu kamar Lena dengan perlahan agar tidak menggangu istirahat Lena, lalu David berjalan ke sisi Lena. David mengambil kursi rias dan di letakkan di samping tempat tidur, David pun menduduki nya dan menggenggam tangan Lena.
"cepat sadar Sena"kata David lalu mengecup punggung tangan Lena.
"aku melakukan ini semua karena aku tidak mau kamu pergi jauh dariku Sena ku harap kau mengerti"jelas David.
hampir 2 jam David senantiasa menemani Lena.
Lena pun membuka matanya perlahan lahan dan melihat sekitar "kau sudah sadar?"hingga akhirnya Lena mendengar seseorang berbicara di sampingnya Lena pun melihat siapa orang tersebut ternyata dia adalah David.
Lena hanya menatap David dengan tatapan kosongnya.
"apa ada yang sakit?"tanya David tapi tetap Lena tidak menjawabnya masih seperti tadi Lena menatap David dengan tatapan kosong.
__ADS_1
"hey bicaralah padaku"kata David lembut sambil menyentuh pipi Lena dengan lembut.
"Sena"panggil David sekali lagi. David mulai khawatir karena dari tadi Lena tidak mengatakan apa apa langsung menekan tombol.
"suruh Kenan ke sini"perintah pada BI Nani. bukankah author telah kasih tau kalau di kamar ada tiga tombol jika kalian ingat.
ceklek
"ada apa?"tanya Kenan setelah masuk ke dalam kamar Lena di ikuti oleh tangan kanan David.
"cepat periksa"perintah David. lalu David berdiri dan menyingkir agar Kenan dapat memeriksa Lena.
"sudah ku duga"ucap Kenan setelah memeriksa Lena, lalu menghadap David dengan tatapan sulit di tebak.
💜💜💜
Hay semuanya author kembali menyapa kalian lagi bagaimana kabar kalian? pasti baik dong.
terimakasih telah nunggu update, author akan up 1 hari 1 episode tapi jika ada ide mungkin 2.
__ADS_1
sudah itu saja yang saya mau sampaikan.
jangan lupa LiKE komen dan vote