
sedangkan di kamar hotel yang telah ditempati oleh Alvin dan juga viona.
perlahan lahan mata lentik milik viona mulai membuka matanya karena silauan matahari yang menembus jendela kamar hotel tersebut. setelah membuka mata viona kaget melihat sekitarnya yang ia tak kenali.
viona mencoba mengingat kejadian terakhir kali, yang vio ingat kalau dirinya minum minuman yang telah disajikan oleh seorang pelayan dan tiba tiba kepalanya merasa pusing dan entah apa yang terjadi selanjutnya vio tidak ingat apa pun.
memang sih awalnya vio akan mengikuti permainan nyonya putra dan mama tirinya, tetapi vio berencana memberinya obat tidur setelah itu membawa David ke kamar hotel lalu melepaskan baju David dan bajunya lalu hanya tidur tidak melakukan apa apa. tapi sekarang rencananya gagal sepertinya nyonya putra dan mama tirinya lah yang telah melakukannya.
tapi tunggu.
siapa pria yang di samping vio? bukankah terakhir kali vio bersama Alvin bukan David. apakah dia Alvin atau David? vio bertanya tanya sembari melihat pria yang sedang tidur membelakangi nya.
tanpa ingin melihat punggung siapa itu, viona ingin cepat cepat pergi dari tempat terkutuk ini tetapi baru Bergerak sedikit saja area ************ nya terasa sakit.
"akkkhh"pekik vio menahan rasa sakit pada are sensitif nya.
mendengar teriakkan wanita Alvin pun terbangun tapi karena tiba tiba bangun membuat kepalanya sakit.
"sssttt, apa yang terjadi?"ucap Alvin sembari memegang kepalanya setelah itu Alvin menoleh ke sisinya terlihat seorang wanita yang sedang menatap dirinya juga. Alvin mencoba mengingat kejadian kemaren. yang terakhir ia ingat adalah dia minum lalu melihat vio pingsan dan dirinya ikut pingsan tapi setelah beberapa lama badannya terasa panas dan setelah itu ada sensasi berbeda pada dirinya.
"kau apa yang kau rencanakan"ucap Alvin sembari mencekik leher vio.
"ugh uhuk le...pas"ucap vio merasa sesak nafas, vio mencoba melepaskan tangan Alvin dari lehernya tapi kekuatan pria itu sangat kuat.
"aku tau ini pasti rencana mu kan?"tanya Alvin dingin. vio tidak bisa berbuat apa apa nafasnya terasa sesak dan juga bagian bawahnya terasa sakit tak terasa viona mengeluarkan air matanya.
"cih"Alvin menghempaskan tubuh viona tidak terlalu kuat.
"jelaskan"ucap dingin Alvin.
viona pun menjelaskan dimana nyonya putra dan mama tirinya merencanakan rencana itu semua, viona juga menceritakan niatnya untuk tidak melakukan apa apa dengan David tapi apa semuanya gagal ntah rencana nyonya putra maupun rencana vio sendiri, karena orang yang tidur dengannya adalah Alvin bukannya David.
"sial, akan ku buat mereka semua menerima akibatnya"ucap Alvin dengan aura yang menyeramkan.
__ADS_1
"sekarang jam berapa? dimana ponselku?"tanya Alvin mencari cari keberadaan ponselnya agar bisa mengabari David tetapi Alvin tidak menemukan keberadaan ponsel.
"sialan"Alvin menjambak rambutnya sendiri karena frustasi, Alvin langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri tak butuh waktu lama akhirnya Alvin setelah mandi. Alvin memunguti pakaian nya semalam yang berserakan dimana mana.
"kamu mandilah, dan tinggal disini terlebih dahulu"suruh Alvin.
"kamu tenang saja aku akan bertanggung jawab, aku bukanlah orang meninggalkan masalah"sambung Alvin lagi.
"aku akan pergi ke kantor"ucap Alvin berjalan ke arah pintu.
"tunggu"panggil vio. Alvin pun menengok ke arah viona tanda bertanya.
"emm bisakah kau membantuku ke kamar mandi?"tanya vio malu malu.
Alvin sempat terdiam setelah itu Alvin melangkah mendekati vio dan menggendong viona ala bridal style tak lupa Alvin membawa selimut untuk menutupi tubuh viona.
setelah membantu viona ke kamar mandi, Alvin langsung keluar kamar hotel menuju parkiran, setelah itu Alvin langsung melesatkan mobilnya menuju perusahaan David.
sampai di perusahaan David, dengan terburu buru Alvin berlari ke ruangan David.
Alvin membuka pintu ruangan David dengan keras, tetapi orang yang ada didalam tidak merasa terkejut ataupun kaget David malah santai membaca berkas yang ada di tangannya.
"dari mana?"tanya dingin David tanpa mengalihkan pandangannya dari berkasnya.
"maaf tuan"Alvin hanya bisa meminta maaf.
"dari mana saja kamu? kenapa ponsel kamu ada di kantor? dan juga kamu tidak membawa alat pelacak lainnya di tubuh kamu, biasanya kamu bawa kemana saja agar aku bisa melihat kemana kamu pergi?"tanya David yang sekarang sudah mengalihkan pandangannya ke arah alvin dan tentunya tatapan tajam ke arah alvin.
"kemarin malam saya menghadiri makan malam nyonya putra seperti perintah tuan"jawab Alvin setengah.
"apa kau belum mandi?"tanya David konyol. hal tersebut membuat Alvin bingung.
"saya sudah mandi tuan"jawab alvin sopan.
__ADS_1
"tapi kenapa kau pakai kemeja dan jas yang di pakai kemarin? kamu tidak kekurangan pakaian bukan?"tanya David yang melihat penampilan Alvin Sangat berantakan dan juga pakaian yang digunakan tidak rapi seperti biasanya.
"lihatlah rambut kamu masih basah, dasi kamu belum di pakai, kemeja kamu dikeluarkan, tidak seperti Alvin yang ku kenal. Alvin yang ku kenal yaitu sangat rapi, dan Sangat menjaga kebersihan"sambung David lagi.
Alvin melihat penampilan dirinya sendiri memang sekarang penampilannya sangat kacau, seperti orang yang berbeda dari alvin yang dulu.
"maaf tuan"Alvin hanya bisa meminta maaf karena kelalaiannya yang tidak melihat penampilan nya.
"sana pergi ke ruangan pribadi ku dan ganti baju lalu perbaiki penampilan mu, setengah jam lagi kita akan ada rapat bulanan"suruh David.
Alvin pun hanya bisa menuruti, Alvin masuk ke dalam kamar pribadi David lalu memilih pakaian yang cocok dengannya setelah itu Alvin langsung mengganti pakaiannya. setelah selesai mengganti pakaian Alvin mengambil sisir yang ada di kamar pribadi David dan memakai nya untuk memperbaiki rambutnya agar lebih rapi. setelah selesai Alvin keluar menemui David, tanpa membuang waktu lagi mereka langsung ke ruangan rapat.
............................
sedangkan di kediaman tuan putra. asisten pribadi tuan putra sedang membahas perkembangan perusahaan saat ini pada tuan putra di kamarnya karena tuan putra masih belum bisa berjalan untuk sementara ini.
"kau urus dulu perusahaan sebelum aku yang kembali memegang kendali"suruh tuan putra pada Ben, Ben adalah asisten kepercayaan dalam mengelola perusahaan.
"baik tuan, Kalau Begitu saya permisi"setelah mengucapkan itu Ben Langsung keluar kamar tuan putra. setelah agak jauh dari kamar tuan putra Ben mendapatkan telepon.
"halo"sapa Ben pada sang penelpon.
"aku mau uang lagi"ucap seseorang di sebrang sana.
"sayang aku belum ada uang, keadaan perusahaan sekarang sedang di ambang kebangkrutan"jelas Ben pada istrinya.
"aku tidak mau tau aku mau uang ini juga buat anak kita, kamu tinggal ambil uang perusahaan seperti biasanya apa susahnya sih"ucap sebrang sana yang tak lain istri Ben.
"bila perlu kau ambil semua uang perusahaan dan kau kabur, lagian perusahaan itu sudah tidak punya kesempatan lagi untuk bangkit"sambung istrinya kasih usul.
"baiklah aku tutup dulu telfonnya"ucap Ben, lalu Ben Langsung mematikan telfonnya. Ben memikirkan perkataan istrinya sembari melihat map di tangannya yang tak lain adalah map tentang masalah keuangan kantor.
💜💜💜
__ADS_1
jangan lupa LiKE komen dan vote