
"sudah ku duga"ucap Kenan setelah memeriksa Lena, lalu menghadap David dengan tatapan sulit di tebak.
"kita bicara di ruang kerja ku"kata David yang mau lebih detail tentang kondisi Lena, dan juga tidak mau mengganggu istirahat Lena.
"Alvin suruh BI Nani kesini temani Sena"sambung David memerintah Alvin untuk membawa BI Nani ke kamar Lena.
"baik tuan"jawab sopan Alvin.
setelah itu mereka semua keluar dari kamar Lena dan tinggal lah David dan Lena yang ada di kamar tersebut. David mendekati Lena lalu mengelus pipi Lena.
"akan ku pastikan kau seperti dulu lagi Sena"ucap David dengan serius lalu David mencium kening Lena dan langsung keluar kamar di depan kamar David berpapasan dengan BI Nani.
"BI jaga Sena sebentar"ucap David menitipkan Lena pada BI Nani.
"tenang saja nak, bibi akan menjaganya dengan baik kok"kata bi Nani menenangkan David.
"baiklah, aku ke ruang kerja dulu bi"pamit David pada BI Nani setelah itu David langsung saja pergi ke ruang kerjanya.
ceklek
__ADS_1
pintu ruang kerja di buka oleh David dan terlihat empat orang pria yang sangat tampan sedang duduk di kursi yang ada. David melangkah mendekati mereka dan duduk di kursi singgel atau kursi yang hanya untuk satu orang saja.
"katakan"ucap David menatap kenan dengan serius dan juga tak sabar mendengar tentang kondisi Lena.
"huuff sudah ku bilang sebelumnya mungkin nona Lena akan ada perubahan dan yang kita lihat tadi dia seperti seorang yang tak mempunyai tujuan hidup"jelas Kenan
"lalu apa ada obatnya? aku mau Lena seperti dulu lagi"tanya David
"ada"jawab Kenan cepat.
"apa? dimana? biar aku suruh anak buahku untuk membelinya"tanya David yang ingin cepat tau dimana dia bisa mendapatkan obatnya.
"obatnya tidak bisa di beli oleh uang"jawab Kenan dan membuat semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut bingung. apa ada yang tidak bisa di beli dengan uang? itu pikirkan mereka.
"apa dengan batu berlian? atau rumah mewah? atau dengan 1 mall mewah? atau dengan sebuah pulau?"lanjut Ken yang menyebutkan satu persatu kemungkinan.
"tidak semuanya"jawab Kenan dengan tenang.
"lalu?"tanya Ken.
__ADS_1
"ttp"ucap David yang tak mau berbelit Belit dan berbelok belok.
"obatnya adalah suasana baru, dan bikin nona Lena merasa dia sangat di sayangi dan di cintai terutama kamu David jangan tunjukkan sisi iblis mu padanya melainkan tunjukkan sisi lembut dan penyayang darimu untuknya mungkin jika dia senang maka akan lebih cepat sembuh"jelas Kenan panjang lebar dan juga memberi masukan.
"apakah selama ini nona Lena kurang bahagia?"tanya Ken dengan bodohnya, dan langsung saja mendapatkan tatapan tajam dari Alvin dan Brian.
"ah emm bukan maksud ku Begitu"ucap ken gugup karena mendapatkan tatapan tajam dari mereka berdua.
"Alvin atur perjalanan kita ke pulau xx aku akan membawa Sena ke sana sore ini juga kita lepas landas"perintah David pada Alvin dan juga mengambil keputusan untuk mengajak Lena ke sebuah pulau dimana pulau itu pulau Pribadi David dan pemandangan alamnya sangat lah Indah.
"itu bisa di coba, tapi aku akan memeriksa nya lagi jika dia sudah lebih baik dan bisa melakukan perjalanan maka aku izinkan tapi jika kondisinya memburuk maka kita tidak bisa mengambil resiko"jelas Kenan. dan David hanya mengangguk setuju.
"king apa kita boleh ikut?"tanya Ken yang mau ikut berlibur juga.
David Langsung saja menatap tajam Ken.
"benar apa yang dikatakan ken, kita ikut saja tetapi jangan bawa anak buahmu takut nya nona Lena merasa risih"kata Kenan yang menimpali perkataan Ken.
"tapi~"pada saat David mau bicara tiba tiba ada yang memotongnya.
__ADS_1
💜💜💜
jangan lupa LiKE komen dan vote