
"kau"ucap Alvin mengerutkan keningnya bertanya kenapa dia datang ke kantor?.
"ada apa nona viona datang kemari?"tanya Alvin yang mengenali sosok gadis di depannya yang tak lain adalah viona gadis yang dijodohkan orang tua David pada David.
"aku mau bertemu David, aku kesini membawakan makan siang untuknya"jawab viona yang mencari keberadaan David pasalnya setiap ada Alvin pasti ada David dan juga sebaliknya jika ada David disitu ada Alvin.
"tuan David tidak kekantor, lebih baik nona viona pergi dari sini"usir Alvin secara halus.
"kamu pasti bohong, apa David sudah di ruangannya? ah pasti iya"ucap viona tak percaya kata kata Alvin.
"sekali lagi saya katakan Nona, tuan David tidak datang kekantor hari ini karena ada urusan penting"ucap Alvin kesal.
"dan saya peringatkan kamu nona jangan pernah sekali kali mengganggu tuan David, ataupun bertemu dengannya karena tuan David tidak akan menerima perjodohan kalian"sambung Alvin yang mengatakan fakta.
"aku tau kok, tapi bisakah kita bicara sebentar?"tanya viona dengan suara lirih. Alvin menimbang nimbang pertanyaan viona setelah itu Alvin mengangguk dan berjalan ke arah lift diikuti oleh viona di belakang.
di dalam ruangan Alvin, Alvin duduk di kursi biasa ia duduki sedangkan viona duduk diseberang Alvin.
"katakan"ucap Alvin yang mempersilahkan viona untuk bicara.
"emm bisakah kau mempertemukan ku dengan David, aku ingin mengatakan kesepakatan dengannya"ucap viona
"kesepakatan? kesepakatan apa?"tanya Alvin bingung.
"emm aku ingin bicara langsung dengan David"ucap viona yang ragu mau mengatakannya pada Alvin.
"katakanlah padaku, setelah itu aku akan mengatakan nya pada tuan David"ucap alvin.
"huuff baiklah, aku mau David menikahi ku"ucap viona membuat Alvin kaget.
"tapi hanya di atas kertas"lanjut viona.
"maksudnya?"tanya Alvin yang masih terlihat bingung.
"maksudnya jika nanti kita menikah aku tidak akan mengganggu David, aku juga tidak akan meminta sepersen pun uang darinya aku akan pergi jauh ke luar negri, aku hanya mau status istri David hanya untuk menunjukkan kepada papahku saja"viona menjelaskan alasan nya.
"maksudmu kau menggunakan David hanya untuk membuat kau bebas dari papa kamu?"tanya Alvin yang mulai mengerti, karena sebelumnya David meminta Alvin untuk mengumpulkan informasi tentang viona.
"iya"jawab viona pasrah.
"ingatlah nona vio, walaupun David menikahi mu di atas kertas saja tapi saya yakin tuan David tidak akan melakukannya, karena apa? karena dia mempunyai hati yang harus ia jaga"ucap Alvin.
__ADS_1
"tapi bisakah kau mengatakannya terlebih dahulu padanya, mungkin saja dia akan memikirkan nya terlebih dahulu"ucap viona yang tak mau menyerah.
"tidak bisa, saya tegaskan sekali lagi nona jika anda mau mendekati tuan David ataupun melukai orang yang ia sayangi berfikir lah ribuan kali sebelum melakukannya, jika kau berbuat sesuatu akan ku pastikan perusahaan tuan bara akan bangkrut dalam semalam"ucap Alvin tegas dan juga tajam.
"silahkan pintu keluar ada disana"sambung Alvin sambil menunjuk pintu keluar.
"ck"viona hanya bisa berdecak kesal setengah itu keluar ruangan Alvin dengan kesal. rencana yang ia pikirkan gagal sebelum bertemu David.
sementara itu di markas setelah istirahat beberapa menit Brian mengajak Tasya keruang senjata.
"pilihlah satu senjata yang akan kita gunakan sebagai latihan"ucap Brian pada deretan pistol.
Tasya mengambil asal pistol karena tidak tau banyak tentang pistol maka dari itu dia ambil asal.
"kita akan latihan dari jarak 5 meter terlebih dahulu"ucap Brian, lalu Brian berdiri tegak tangan diluruskan kedelapan pandangan mengarah pada sasaran didepannya dan....
dor.
Brian menembak pada sasarannya yaitu ditengah tenang papan.
"kau cobalah"suruh Brian.
Tasya mengikuti gerakan Brian tadi tapi pada saat menembak Tasya tidak tepat sasaran.
"ulangi lagi"suruh Brian, Tasya pun mengulangi lagi tapi percobaan kedua gagal lagi hingga sekarang sudah kegagalan yang ke sepuluh kalinya.
"huuff kamu angkat sedikit lengannya, kamu harus fokus pada titik didepan"ucap Brian sembari mengajari tangan Tasya dari belakang dan suara Brian tepat di telinganya membuat Tasya panas dingin.
bukankah ini terlalu dekat* pikir Tasya merasa tangan Brian menyentuh tangannya.
"fokus"ucap Brian tepat di telinga Tasya.
"tembak"ucap Brian lagi lalu menekan jari Tasya yang berada di pelatuk pistol.
dor.
tembakan ini pun berhasil lolos tepat di tengah titik sasaran.
"ah maaf"ucap Brian yang baru sadar kalau dia memeluk Tasya dari belakang.
"wah sepertinya prince B akan segera menikah"
__ADS_1
"kau benar mungkin prince B tak mau kalah dengan king"
"gadis itu juga kelihatannya lumayan buat prince B"
"aku sih tak masalah siapapun pasangan king atau prince yang lain"
para bawahan yang melihat sejak tadi Brian dan Tasya berpelukan pun mengomentari mereka dengan berbisik karena tidak berani berbicara keras di depan brian.
"iya"ucap malu Tasya.
"uhuk kau belajar lah lagi, aku akan mengambil air untuk kita"ucap Brian menegangkan kegugupannya. setelah itu Brian langsung pergi terlihat dari punggungnya Brian lari dengan panik.
"ppfftt"Tasya menahan tawanya melihat tingkah Brian yang kabur, lucu pikirnya melihat pria dingin salah tingkah.
sedangkan di mansion David, setelah Lena meminum obat itu badan Lena mulai panas dan juga menggigil hebat untungnya Kenan masih setia disana. perlahan lahan kondisi Lena mulai membaik setelah 1 jam mengalami demam tinggi.
"eungh"perlahan Lena mulai membuka matanya dan mendapati David dan Kenan di kamarnya.
"air"ucap Lena merasa tenggorokan nya kering, tanpa menunggu lama David mengambil air dan membantu Lena minum.
"gimana? apa yang kau rasakan?"tanya kenan.
"aku baik, aku merasa lebih baik, kakiku juga tidak sakit seperti kemarin"jawab Lena yang merasakan kakinya tidak sakit lagi.
"apa kau bisa berdiri?"tanya Kenan lagi.
"he'em"Lena mengangguk lalu beranjak dari tempat tidurnya dibantu oleh David lalu Lena berdiri di samping tempat tidur.
"David coba kau lepaskan tangan nona Lena"suruh Kenan pada David. David pun menuruti perintah Kenan.
"aku bisa berdiri, kakiku tidak sakit lagi"ucap Lena bahagia.
"aku bisa berjalan lagi"teriak Lena semangat setelah berjalan mondar mandir.
"Evans aku bisa berjalan lagi"ucap Lena pada David lalu Lena langsung memeluk David erat.
"iya kau bisa berjalan lagi, dan maaf karena aku orang yang membuat kaki kamu begini"ucap David sembari mengelus punggung Lena.
"sudahlah yang lalu biarlah berlalu"ucap Lena tersenyum kearah David.
"hmm yang lalu biarlah berlalu"ucap lirih David.
__ADS_1
💜💜💜
jangan lupa LiKE komen dan vote