
sekarang mereka berada di markas tadi ditengah jalan menuju Mension David tiba tiba menyuruh Alvin untuk menuju markas utama yang berpusat ditengah hutan.
aaarrrggghhh
David berteriak marah sambil meremas rambutnya karena kesal.
"aku seharusnya membangkrutkan perusahaan mereka sejak dulu, tapi apa? aku masih berharap mereka menyayangi ku dengan tulus maka dari itu aku tidak melakukannya, tapi sekarang? hah"David mengeluarkan keluh kesahnya di dalam ruangannya sendiri ditemani oleh Alvin.
"apa perlu kita kasih pelajaran tuan?"tanya Alvin karena tidak tega melihat tuannya berada pada situasi sekarang, apalagi David baru saja bahagia bersama orang yang ia cintai tapi orang tuanya yang dulu mengabaikan keberadaan nya kembali lagi membawa masalah.
"huh buat perusahaan bangkrut, buat semua investor mencabut semua sahamnya"perintah David yang sudah membuat keputusan, tidak mau memberi kesempatan untuk mereka lagi.
"baik tuan"Alvin langsung menelfon investor yang bekerjasama dengan tuan putra menyuruh nya untuk mencabut sahamnya jika tidak mungkin hidupnya akan lebih baik mati dari pada hidup.
memang siapa sih yang tidak tau Alvin Firmansyah seorang sekretaris pribadi David Evans Johnson yang dimana David itu adalah ketua mafia terkuat dari pada yang lain. bahkan kedua orangtuanya sudah tau akan hal itu tapi apa mereka terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya dan mempertahankan egonya karena itu mereka lebih memilih bekerja sama dengan sahabatnya daripada dengan perusahaan David.
__ADS_1
"sudah tuan"lapor Alvin setelah menghubungi semua perusahaan yang bekerjasama dengan tuan putra.
"aku mau lihat grafik perusahaan mereka"ucap David yang menyuruh Alvin membawakan grafik tersebut.
Alvin memberikan grafik yang dapat dilihat dari iPad nya kepada David, David mengamati grafik tersebut mulai dari normal hingga beberapa menit grafik tersebut mulai turun dan turun itu tandanya perusahaan mereka sudah mulai bangkrut.
"hahahaha"tawa David menggema keseluruhan ruangan, tawa senang tetapi terdengar menyeramkan jika ada yang mendengarnya, karena melihat perusahaan Tersebut telah bangkrut.
skip keesokan harinya David pulang kembali ke mansion karena semalaman David dan alvin tidur di markas.
Lena merasa sentuhan lembut di kepalanya pun terbangun dan tersenyum melihat wajah David menatap nya.
"good morning"sapa David membalas senyum Lena.
"Evans, kau kesini lagi? sudah kubilang bukan jangan menunggu bangun aku tidak cantik jika habis bangun karena masih ada muka bantal"ucap Lena protes dan ingin duduk di bantu oleh David.
__ADS_1
"tidak papa kau lebih cantik jika habis bangun tidur"ucap David lalu mengacak rambut Lena.
"issh Evans kau tambah berantakan nih"ucap Lena cemberut karena rambutnya tambah berantakan, rambut setelah bangun tidur itu pasti berantakan dan Sekarang Tambah berantakan.
"oh ya kapan kakiku sembuh?"tanya Lena karena selama kakinya masih sakit Lena sudah banyak merepotkan banyak orang.
"mungkin sudah sembuh tinggal latihan berjalan saja"ucap David sambil memeriksa kaki Lena.
"benarkah? baiklah nanti kita latihan yah?"tanya Lena dengan antusias.
"baiklah nanti akan ku bantu untuk latihan, sekarang kamu mandi habis itu sarapan"ucap David lalu David memanggil pelayan menggunakan tombol yang ada dikamar tersebut.
💜💜💜
jangan lupa LiKE komen dan vote
__ADS_1