
"saya pesan semua makanan yang enak disini, kalau kalian?" Kenan memesan lalu bertanya pada teman temannya.
"samain aja daripada lama"ucap Brian dan di anggukan oleh semua berarti mereka setuju.
"baik, kalau minumannya tuan mau apa"Lena mencatat pesanan lalu bertanya tentang minuman.
"aku mau jus jeruk aja"ucap Kenan
"aku lemon tea" Nando pun buka suara
"aku jus lemon"ucap ken.
"aku emm sama seperti Ken" ucap Brian.
__ADS_1
"aku jus mangga"ucap Alvin.
setelah semua mengatakan pesanan minumnya mereka semua menoleh ke arah David. David yang merasa di pandangi oleh banyak pasang mata. "aku jus alpukat"David berkata dengan nada dingin seperti biasa.
Lena yang baru pertama kali mendengar David berkata dingin pun kaget. biasanya nih orang bersikap seperti orang bodoh, kesambet apa ni orang berkata dingin* batin Lena
setelah mencatat pesanan mereka Lena berpamitan untuk keluar dan di angguki oleh semuanya. setelah kepergian Lena David menatap satu persatu tangan kanannya itu, mereka yang ditatap David pun langsung menunduk dan gemetaran.
"apa Bima sudah menyelesaikan pekerjaan nya?"tanya David setelah beberapa lama hening dan tentunya dengan suara khas nya yaitu dingin.
"lalu gimana dengan perdagangan senjata? apa ada masalah?"sekarang David bertanya pada Ken dan Brian
"perdagangan senjata aman, besok juga kita akan melakukan transaksi dengan tuan Abraham"Ken segera melapor keadaan perdagangan tersebut. "tapi menurut ku kita harus hati hati karena aku sudah melacak latar belakang tuan Abraham dan saya temukan kalau dia itu sangat licik sudah beberapa kali dia menipu mafia lain"Brian pun menimpali omongan Ken. karena Brian jago IT jadi dia bisa menemukan informasi apapun dalam beberapa menit dan tentunya Brian diajari oleh david. David masih jauh lebih jago dari pada Brian.
__ADS_1
"yang dikatakan Brian memang benar, jika transaksi itu gagal pake rencana B" David pun memperkirakan yang akan terjadi lalu David sudah menyusun rencana B jika pihak Abraham melakukan sesuatu.
pada saat mereka mengobrol dengan serius tiba tiba Lena datang dengan beberapa pelayan lainnya mengantarkan makanan, Lena dan pelayanan lainnya meletakkan pesanan mereka diatas meja.
"silahkan dinikmati" ucap Lena dengan senyum ramah. "kamu juga duduklah"perkataan David membuat senyum Lena memudar. lalu menatap David dengan tatapan tajam.
tangan kanan David sudah was was karena Lena menatap David pasti Lena tidak akan selamat, itulah yang ada dipikiran mereka.
"kenapa? apa kamu tidak mendengarkan tadi? saya suruh kamu duduk"David mengulangi perkataannya.
"tidak usah tuan, pekerjaan saya masih banyak di dapur" lena mencoba menahan amarahnya lalu tersenyum terpaksa kepada David lalu menolak perkataan David dengan selembut mungkin. David yang mendengar penolakan merasa geram David langsung menarik tangan lena, akhirnya Lena jatuh dipangkuan david.
Lena merasa tidak nyaman lalu Lena memberontak agar dilepaskan. tapi malah David membisikkan sesuatu. "jangan banyak bergerak Sena, nanti kamu akan membangunkan sesuatu"David membisikkan dengan suara berat. Lena langsung mengerutkan dahi.
__ADS_1
apa yang akan bangun*batin Lena
"apa yang akan bangun?"Lena bertanya dengan muka polosnya. hal itu membuat David gemas dengan wajah Lena. bukankah biasanya wanita ini bersikap kasar dan bar bar tapi kenapa polos sekali* itulah yang ada dipikiran david