
"maaf menunggu lama, nih buat kamu"ucap Robin setelah kembali lalu Robin kasih es krim pada Lena.
"ga papa kok, terimakasih yah"ucap Lena
"sama sama"ujar Robin.
"oh ya kamu bekerja sebagai apa? apa kamu sudah memiliki pasangan?"tanya Robin pada Lena
"aku bekerja sebagai pelayan di salah satu restoran, kalau soal pasangan aku belum memikirkan nya"jawab Lena sambil memakan es krim nya.
Robin hanya ber oh ria
sedangkan di sisi David.
"Alvin apa jadwal kita selanjutnya?"tanya David pada Alvin yang sedang mengemudi.
yah David habis saja metting dengan klien di salah satu restoran dan sekarang mereka sedang menuju kantor.
"kita ada metting mingguan tuan"jawab Alvin sambil memberhentikan mobilnya karena sekarang sedang lampu merah.
David memandang keluar jendela disana David melihat seorang yang tidak asing bagi David.
"Selena kenapa dia ada di sana?"gumam David.
yah yang dilihat David adalah Selena kebetulan jarak lampu merah dan juga taman tidak terlalu jauh.
__ADS_1
"ada apa tuan? apa tuan mengatakan sesuatu?"tanya Alvin yang sedikit mendengar David berbicara.
"Alvin tepikan mobilnya di samping Taman itu, dan telfon orang rumah apakah Sena ada di rumah"perintah David tanpa menoleh sedikit dan hanya berfokus pada Lena
"baik tuan" dan setelah lampu hijau Alvin menepikan mobilnya di dekat taman. lalu Alvin meraih telfonnya dan mencoba menelfon orang rumah.
David masih mengawasi Lena dari jauh David dapat melihat tangan dari cowok yang ada di depan Lena mengulur dan menyentuh bibir Lena, hal itu membuat David menahan amarahnya bahkan aura yang di keluarkan sangat menakutkan.
eh ada apa ini? kenapa tiba tiba merinding*batin Alvin.
"tu...an"panggil Alvin dengan gemetar.
hmm
Sena kamu berani sekali berbohong pada ku* batin David
laporan Alvin membuat suasana di dalam mobil dingin dan lebih mencengkam. David melihat keluar jendela dengan tatapan tajamnya seolah olah David akan menelan orang itu hidup hidup.
"Alvin cari tau siapa orang itu"perintah David dengan nada dingin.
Alvin yang dapat perintah langsung melihat siapa orang yang di maksud agar lebih mudah ia dapatkan.
pada saat menengok Alvin seketika melotot melihat ke arah lena. bagaimana tidak disana terlihat Lena tertawa dan bercanda dengan cowok di depannya, orang yang melihat pasti mengira mereka adalah Sepasang kekasih.
sedangkan di sisi Lena.
__ADS_1
Robin terkekeh melihat Lena belepotan.
"ada apa? kenapa kamu tertawa? apa ada yang lucu?"tanya Lena yang melihat Robin terkekeh.
"ele ele kamu masih saja seperti dulu"ucap Robin lalu tangannya terulur ke wajah Lena, dan menghapus sisa es krim di sudut bibi Lena
"terimakasih"ucap Lena setelah Robin selesai mengelap sisa es krim.
"sama sama"ucap Robin.
"pasti yang nanti jadi pasangan kamu akan sangat sayang sama kamu deh, karena kamu ini perhatian baik dan ganteng kurang apa lagi coba" ucap Lena.
"ele"panggil Robin.
"iya?"tanya Lena lalu menatap Robin.
"aku ingin mengatakan sesuatu"ucap Robin.
"iya katakan saja"ucap Lena.
"ele sebenarnya aku......"ucap Robin menggantung, Robin merasa gugup mau mengatakan nya.
💜💜💜💜
jangan lupa LiKE komen dan vote
__ADS_1