King Mafia Dingin Jatuh Cinta

King Mafia Dingin Jatuh Cinta
besok


__ADS_3

"hari sudah malam, kita lanjut besok lagi"ucap Brian menyudahi latihan Untuk hari ini.


"baiklah"Tasya mengangguk. setelah itu Brian masuk ke dalam kamarnya untuk bersih bersih.


setelah selesai mandi dan bersih bersih Brian keluar kamar untuk melihat para bawahannya.


"ekhem ekhem"deheman Ken membuat Brian menoleh kearah Ken.


"ada apa? kau dari mana saja? kenapa baru kemari?"tanya Brian bertubi tubi pada Lena.


"ekhem emm kata mereka kau bermesraan dengan seorang wanita apakah itu benar?"tanya Ken yang langsung bertanya karena penasaran hingga ia mengabaikan pertanyaan Brian padanya.


"bermesraan? wanita? apa maksud mu Tasya?"tanya Brian yang bingung.


"oh namanya Tasya"ucap ken dengan nada menggoda.


"siapa Tasya? anak mana? apa dia pintar bertarung?"tanya Ken lagi..


"dia gadis yang Kenan menangkan dari acara lelang, bukankah king menyuruh ku untuk melatihnya sebelum nanti dia menjadi pengawal nona Lena"jelas Brian.


"oh gitu, gimana apa dia mempunyai kemampuan?"tanya Ken. lalu mereka berjalan bersama menuju meja makan.


"dia mempunyai seni bela diri taekwondo, dan tadi pagi aku mengajarinya menggunakan pistol dia cukup cepat tanggap dalam belajar"jelas Brian.


"brian"panggil Tasya yang melihat Brian mendekati meja makan.


"ah Tasya kau sedang apa disini bersama para petarung perempuan?"tanya Brian lalu menarik kursi dan menduduki nya.


"aku membantu mereka memasak"jawab Tasya tersenyum manis.


"wah kau apakan yang bernama Tasya? gadis yang dimenangkan oleh Kenan, apa kau sudah tau apa tugas mu nanti?"tanya Ken terus terang.


"iya aku tau, Brian sudah mengatakannya kepadaku"jawab Tasya.


"baguslah, ayo kita makan, kalian makanlah juga seperti biasa"ucap ken pada para bawahan yang di meja makan.

__ADS_1


..........


sedangkan di rumah keluarga putra tepatnya rumah papa David, sekarang sedang berkumpul yaitu nyonya putra, viona dan juga mama tiri viona.


"kau harus sedikit menggodanya, baru dia akan luluh dengan mu"ucap mama tiri viona memberi saran.


"benar apa yang dikatakan mama kamu, bila perlu kau jebak dia dengan cara licik"ucap nyonya putra menambahi, mendengar itu viona kaget dan langsung menatap nyonya putra bertanya.


"emm maksud aunty gini loh sayang, nanti kita bikin rencana agar kamu tidur dengannya kan jika kalian sudah tidur bersama nanti kita tinggal nikahkan kalian"ralat nyonya putra yang mengatakan rencananya.


"ide bagus itu"ucap setuju mama tiri viona.


"tapi~"


"vio sayang, ayo bantu mama bawakan kue kesini pasti jeng ingin merasakan kue buatan vio kan?"potong mama tiri viona, nyonya putra hanya mengangguk lalu mama tiri viona membawa viona ke dapur.


"heh anak tak tau di untung, sebaiknya kau diam saja dan ikuti perkataan kami saja, Disini kau dilarang untuk bicara paham?"ucap mama tiri viona sembari mencengkram dagu Viona.


"untung kamu aku jodohkan dengan putra dari sahabat ku, jika aku mau aku akan menjodohkan mu dengan pria tua apa kamu mau?"sambung mama tiri viona, viona secara cepat menggeleng dan juga menahan air matanya agar tidak jatuh.


"hiks"entah mengapa air matanya yang ia tahan sejak tadi lolos begitu saja membasahi pipinya. apakah demi kebebasan vio harus menyerahkan benda berharga nya? itulah yang ada dipikiran viona saat ini mau menuruti atau mau menentang mereka.


vio menyeka air matanya lalu mengambil kue kering dan membawanya ke depan.


"silahkan aunty semoga dengan ini kaki aunty cepat sembuh"ucap vio tersenyum ramah.


"wah menantu idaman terimakasih yah vio, cih jika bukan karena bawahan sialan punya David pasti kakiku tidak akan seperti ini"ucap nyonya putra hangat kepada vio tapi lain hal jika menyangkut David dia merasa kesal karena telah membuat kakinya tidak bisa di gerakkan untuk sementara waktu.


"tapi aunty jika kita akan menjebak David itu pasti akan sulit aunty, aku saja pergi ke kantornya tidak dapat bertemu David melainkan Bertemu asisten sialan itu"adu vio yang mencoba agar nyonya putra mengganti rencananya.


"kamu tenang saja vio sayang, masalah David biar aunty yang urus nanti aunty akan telfon David dan menyuruhnya untuk datang kan beres"ucap nyonya putra licik.


"bagus tuh jeng, jangan lupa juga kasih obat ke minumannya"tambah mama tiri vio, sedangkan vio hanya menunduk tidak bisa mengelak lagi.


........

__ADS_1


sedangkan di mansion David.


"ini sudah malam loh, Dingin lagi"ucap David sembari memasangkan jaket pada Lena, karena sekarang mereka sedang berada di balkon kamar.


"kau sendiri ngapain kemari?"tanya balik Lena yang melihat David.


"aku hanya mau melihat kamu sudah tidur atau belum eh ternyata kamu malah berdiri disini"jelas David.


"ada apa?"sambung David bertanya.


"entahlah, tapi perasaan ku tidak enak, Evans bisakah aku kembali ke kontrakan aku?"ucap Lena lirih tetapi dapat didengar oleh David.


"bukankah aku sudah bilang kamu tidak bisa pergi dari ku"kata David yang mengingatkan Lena.


"iya aku tau, tapi.... hubungan kita saat ini tidak baik jika Tinggal satu atap bersama"kata Lena masih lirih dan juga menatap ke bawah.


"aku mengerti"dua kata keluar dari mulut David seakan David marah tetapi wajahnya datar seperti biasa, setelah mengucapkan itu David berbalik dan melangkah menjauh.


"satu lagi cepatlah tidur ini sudah malam"ucap David sebelum membuka pintu setelah mengucapkan itu David keluar dari kamar Lena.


apa dia marah? atau ada kata kata ku yang salah* pikir Lena bingung dengan sikap David saat ini.


Lena memilih tidur agar mendapatkan hari esok yang lebih baik dan masalah yang tadi sampai disini saja.


sedangkan David setelah sampai dikamar nya langsung menghubungi Alvin.


"Alvin lakukan sesuatu......"ucap David yang menjelaskan rencananya pada alvin, Alvin yang di sebrang mengangguk mengerti dan langsung melaksanakan apa yang di perintahkan David.


"huh aku tidak sabar untuk besok"ucap David menatap langit langit kamarnya.


💜💜💜💜


mohon doa nya sekalian agar ujian author hari ini lancar tanpa kendala apa pun.🙏🙏............. Amin 🤲🤲🤲


jangan lupa LiKE komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2