King Mafia Dingin Jatuh Cinta

King Mafia Dingin Jatuh Cinta
menemani


__ADS_3

"ah kalian disini rupanya? Diaman Alvin aku tidak melihatnya?" yah tadi setelah keluar dari ruangan David Kenan masuk ke dalam ruangan Lena untuk mengecek saja.


"tadi Alvin bilang mau beli makanan buat king, kau dari mana?"jawab Ken


"tadi aku mengecek kondisi nona Lena sebentar" ucap Kenan laku duduk di salah satu kursi tunggu


"maksudmu? nona Lena yang dulu di restoran waktu itu?" Ken memastikan ucapan Kenan


"iya nona Lena siapa lagi coba"jawab Kenan


"kenapa bisa dia di rumah sakit?" tanya Brian


"kau tau kejadian David di ikuti oleh seseorang?" Kenan bukannya menjawab malah bertanya.


"iya kami tau, kan kita yang menangkap mereka dan sekarang mereka ada di markas" jelas Ken.


"nah pada saat David di ikuti oleh orang David sedang bersama nona Lena" Kenan menjelaskan secara singkat.


"oh sekarang bagaimana kondisinya?" tanya Brian.


"dia tidak papa cuman syok saja" jawab Kenan.


ceklek


pintu ruangan David terbuka dan keluarlah David.


"king/ David" ucap mereka bersamaan


"David kau mau kemana? sudah ku bilang kan kau harus istirahat, kenapa malah keluar?" tanya Kenan sambil menghampiri David yang baru saja keluar ruangan.

__ADS_1


"aku mau menemui Lena, dan ya Brian langsung bunuh mereka" David mengatakan dengan nada dingin dana memerintahkan Brian untuk membunuh orang yang mengikutinya.


karena sifat Brian itu dingin, kejam dan irit bicara. sedangkan Ken dia dia sedikit ceria tapi jika menyangkut David dia akan menjadi iblis yang mengerikan. lalu Alvin dia itu sangat profesional dia orang yang patuh dan tidak suka bicara banyak dia yang selalu mengikuti kemana pun David pergi.


setelah mengatakan itu David masuk ke ruangan Lena tapi sebelum itu David mengatakan agar tidak ada yang boleh masuk ke ruangan Lena.


di dalam ruangan David melihat tubuh Lena terbaring, David duduk di samping tempat pasien lalu menggenggam tangan kanan Lena.


David mengelus kepala Lena dan mencium punggung tangan Lena. David tidak banyak bicara dia hanya memandangi wajah Lena yang damai saat sedang tidur.


David meletakkan kepalanya di tempat pasien tempat nya di sebelah tubuh Lena.


David memejamkan matanya tapi tangannya masih menggenggam erat tangan lena. seakan akan Lena tidak boleh pergi dan David tidak mau kehilangan Lena.


๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก


euh


di mana aku?


itulah yang ada di pikirannya, tapi dia juga merasakan tangan kanannya di pegang sesuatu, lalu Lena menoleh dan melihat David tertidur di samping kasur Pasien.


tampan


itu yang dikatakan Lena dalam hati melihat David tertidur, Lena telah melihat David tertidur 2 kali, pertama pada saat Lena menolong David dan membawanya ke rumah sakit, dan ini yang ke dua Kalinya Lena melihat wajah David ketika tertidur.


wajah yang tampan alis yang tebal bibir yang seksi hidung mancung kulit yang putih dan jika David bangun matanya terlihat tajam dan juga kesepian.


ah tapi tunggu

__ADS_1


apa ini?


Lena memegang perban yang ada di kepala David


apa dia terluka? apakah ini parah? tapi kenapa dia disini seharunya dia istirahat.


Lena menebak kalau luka yang di kepala David adalah karena kejadian tadi.


euh


David merasa sedikit terganggu dengan tangan Lena yang menyentuh luka kepalanya. David bangun dan melihat Lena sudah membuka mata.


"apa kau terbangun karena aku? maaf"


"kau sudah bangun? kau butuh sesuatu?"


mereka mengucapkan nya secara bersamaan.


membuat mereka menatap satu sama lainnya


"apa kau butuh sesuatu?" David memecah keheningan yang melanda.


"tidak, aku tidak butuh apa apa, kepala mu kenapa? apa sakit?" Lena menjawab pertanyaan David tapi setelah itu Lena khawatir dengan luka yang di kepala David.


" ah ini tidak papa kok hanya luka kecil kau tidak perlu khawatir, lagian sudah di obati oleh Kenan" David menjelaskan agar Lena tidak khawatir.


"luka kecil gimana? sampai di perban gitu luka kecil" ucap Lena sambil mencoba duduk, David membantu Lena duduk.


"terimakasih"

__ADS_1


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


jangan lupa LiKE komen dan vote


__ADS_2