King Mafia Dingin Jatuh Cinta

King Mafia Dingin Jatuh Cinta
duel


__ADS_3

...*sebelum membaca author mau minta doa kalian agar ujian author hari ini hingga satu Minggu kedepan diperlancar dan dapat hasil yang memuaskan.....amin...


...tenang kok author akan tetap up seperti jadwal biasanya tidak ada perubahan apapun*....


...............................................................


keesokan paginya, setelah sarapan pagi David bersama Alvin pergi ke kantor karena banyak tugas yang belum dikerjakan oleh David.


"tuan"panggil Alvin pada David yang sedang fokus pada dokumen di tangannya. David merasa di panggil langsung mendongak menatap Alvin tanda tanya.


"tuan diundang makan makan oleh nyonya putra"lapor Alvin yang baru saja mendapatkan panggilan dari nyonya putra.


"makan malam? mau apalagi mereka? apa mereka tidak puas dengan hadiah yang sebelumnya?"tanya David bertanya tanya, hadiah yang dimaksud David adalah tembakan pada kaki mereka.


"lagian juga aku ada acara malam ini, Alvin kau pergilah kesana gantikan aku"sambung David.


"baik tuan"jawab Alvin sopan.


"gimana dengan yang kukatakan kemarin malam?"tanya David perihal rencananya semalam.


"sudah selesai tuan, tuan tinggal datang kesana nanti sore juga Ken akan kesini mengantarkan pesanan yang dulu di buat"lapor Alvin.


"hmm bagus, dan satu lagi katakan pada Brian bawa gadis itu ke mansion Minggu depan, aku mau Minggu depan gadis itu sudah ada di mansion"perintah David lagi.


"baik tuan"


.......


"kuda kuda kamu kurang pas, kebawah sedikit"ucap Brian lalu menekan kaki Tasya agar lebih bawah.


"Bagus"ucap Brian melihat hasil yang Bagus.


"bukankah kau pernah berkata kau bisa taekwondo?"tanya Brian


"iya aku bisa itu, walaupun hanya sedikit"ucap Tasya.


"bagaimana kalau aku lihat sampai mana bela dirimu"ucap Brian yang ingin melawan Tasya.


"dengan cara?"tanya Tasya yang kurang paham.


"kita duel, bagaimana apa kau berani?"tantang Brian.

__ADS_1


"ayo siapa takut"Tasya seakan menerima tantangan yang diberikan Brian padanya.


"kau serang duluan"ucap Brian, tanpa berkata Tasya Langsung memulai serangan dengan tinjuan ke perut tapi sayangnya Brian menghindari Serangan Tasya.


pada saat Brian mau membalas serangan Tasya secara cepat Tasya dapat menangkis pukulan Brian. Tasya tidak membuang kesempatan Tasya langsung menyerang kaki Brian tapi Brian dapat menghindar lagi dengan melompat. Brian pun mau membalas Tasya dengan memukul area kepala tapi Tasya dapat menghindar kesamping tetapi Tasya kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh untungnya Brian dapat menangkap Tasya, dan terjadilah tatap menatap dari mata satu ke mata yang lainnya.


"ekhem"akibat mereka terlalu lama saling pandang akhirnya seseorang pun berdehem untuk menyadarkan mereka.


mereka yang sadar langsung menghindari masing masing, Brian melihat siapa orang yang telah berdehem sedangkan Tasya menatap ke bawah karena malu.


"kau? ada apa?"tanya Brian sembari menampilkan wajah datarnya.


"yaelah kau langsung datar begitu, tadi saja melongo melihat kecantikan yang tiada Tara"ejek Ken, yah orang yang telah mengganggu mereka adalah Ken.


"ttp"ucap Brian singkat.


"kata Alvin dia menelfon kamu tapi tidak di angkat jadi dia menyuruhku untuk memberitahu mu agar mengangkat telfon nya, itu saja"jelas Ken yang mengatakan maksud dan tujuan nya kemari.


"oh tadi ponselku masih di kamar"ucap Brian yang mengingat dimana ia meletakkan ponselnya.


"kau istirahat lah dulu aku akan ke kamar"ucap Brian pada Tasya setelah itu Brian Langsung pergi ke kamarnya.


"emm tidak udah tuan Ken, aku permisi dulu"tolak halus Tasya setelah itu langsung lari menuju kamarnya.


"ah aku ditolak"ucap ken sedih.


sore harinya Ken mendatangi perusahaan David, dia langsung saja naik lift menuju ruangan David karena Ken sudah terbiasa datang ke perusahaan jadi dia tau dimana ruangan David maupun Alvin.


"king"panggil Ken yang langsung masuk kedalam ruangan David. David memandang Ken dengan malas.


"mana?"tanya David yang menanyakan pesanannya.


"nih, seperti yang kau inginkan"ucap ken meletakkan dua kotak di atas meja David. David mengambilnya dan melihat isinya.


"bagus"ucap David tersenyum.


"Alvin aku akan pulang cepat, kau bereskan pekerjaan ku, dan jangan lupa nanti datang ke acara makan malam mereka"ucap David sembari mengambil jas nya dan memakainya lalu pergi keluar ruangan.


"mau kemana dia? dan kau mau makan malam dimana?"tanya Ken Bingung melihat David pergi setelah itu mengalihkan pandangannya ke arah Alvin.


"ada urusan dengan nona Lena, aku akan menghadiri makan malam bisnis"jawab Alvin acuh.

__ADS_1


"oh, ah ya apa ada tugas untuk ku melatih petarung perempuan? aku juga mau seperti Brian"tanya Ken lalu mengadu tentang Brian.


"memang apa yang dilakukan Brian?"tanya Alvin bingung.


"dia mengajari gadis dari acara lelang itu sekaligus bermesraan dengan nya"adu Ken.


"oh biarlah dia, agar dia tau yang namanya wanita dan merasakan jatuh cinta"kata Alvin.


"cih kau mengatakan cinta dengan begitu mudah tapi sayangnya kau sendiri belum punya wanita yang kau cintai"cibir Ken.


"dah lah aku pergi dulu bay"sambung Ken sembari melangkahkan kakinya menjauh.


"jatuh cinta? ck itu tidak akan"ucap Alvin pada dirinya sendiri.


........


sesampainya di mansion David langsung mencari Lena ke seluruh rumah, ternyata Lena berada di taman belakang sedang menyiram tanaman bunga yang akhir akhir ini Lena tanam untuk mengobati rasa bosannya.


"Sena"panggil David, David melangkah mendekati Lena. merasa namanya di panggil Lena pun menoleh dan tersenyum melihat David.


"kau sudah pulang?"tanya lena, lalu Lena meletakkan selang air ketempat nya lalu Lena mendekati David.


"ada apa?"tanya Lena lagi


"nih kamu pakailah ini"David memberikan Lena papar bag berisikan pakaian yang di desain oleh desainer terkenal di Amerika.


"apa ini? gaun?"tanya Lena Melihat isinya.


"untuk?"tanya Lena lagi.


"kau pakailah ini nanti malam, aku akan mengajakmu ke suatu tempat"ucap David tersenyum.


"kemana? ke museum? aku ga mau yah kalau ke museum"tanya Lena lalu mengingat dulu David mengajak nya ke suatu tempat tapi malah pergi ke museum.


"mana ada museum buka malam malam Sena, pokoknya kamu nanti akan ikut dengan ku titik"ucap David terkekeh lalu sedikit memaksa Lena agar ikut. setelah bicara pada Lena David pergi ke kamarnya sendiri.


"aneh, tapi semoga saja beneran bukan museum"kata Lena berharap.


💜💜💜💜


jangan lupa LiKE komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2