
"king" Brian kaget melihat keadaan David, lalu Brian langsung menghampiri David.
"king ada apa?"tanya Brian setelah di depan David.
"Brian siapkan beberapa orang untuk ku, aku mau sekarang"perintah David dengan nada dinginnya tapi tatapan matanya kosong Sangat kosong.
Brian tau apa yang dikatakan David langsung saja memerintah kan anak buahnya untuk menyiapkan beberapa orang untuk menjadi mainan David malam ini.
"king sudah, mereka sekarang ada di ruangan no 5"lapor Brian setelah mendapat kan orang yang akan bermain bersama David.
yah di markas banyak sekali ruangan dari beberapa ruangan penyiksaan, ruangan tahanan, ruangan pribadi dan ruangan untuk para Mafioso tinggal.
markas tersebut berada di tengah hutan dan markas tersebut terlihat gelap dan sangat menakutkan banyak sekali Mafioso yang menjaga.
back
setelah mendengar laporan Brian David langsung pergi ke ruangan penyiksaan, David berjalan dengan angkuhnya walaupun sudah minum banyak tetapi David tidak mudah mabuk.
__ADS_1
setelah sampai di ruangan penyiksaan David langsung membuka pintu dan terlihat lima orang pria dewasa di dalam ruangan yang sedikit luas tetapi kotor mungkin karena darah orang yang sudah David bunuh.
David duduk di kursi yang telah di sediakan lalu membakar rokok sambil memandangi mereka satu persatu.
"siapa?"tanya David dengan nada dinginnya dan tatapan tajam di lontarkan ke arah depan.
"mereka adalah orang yang telah berkhianat dan orang yang telah mengambil uang perusahaan king"Brian menjelaskan asal usul para pria tersebut.
David menatap satu persatu orang tersebut dengan tatapan tajamnya lalu setelah itu tersenyum Devil.
David mulai mendekati salah satu pria tersebut
Brian yang tau tentang isyarat itu langsung memberikan pisau yang sangat tajam ke tangan David, David menerima itu lalu mengarahkan pisau tersebut pada wajah salah satu pria dan menari nari di atas wajah pria tersebut sampai sampai dia mengeluarkan darah segar, di dalam ruangan itu yang tadinya sepi jadi menakutkan dengan suara jeritan jeritan kesakitan.
*********
skip pagi, seperti biasanya Lena bangun dan melakukan ritual mandinya setelah selesai lalu turun ke lantai dasar untuk sarapan, tapi pada saat Lena sudah sampai di meja makan Lena tidak melihat adanya tanda tanda David karena biasanya David sudah duduk di meja makan menunggunya.
__ADS_1
"BI Evans mana yah?"tanya Lena pada salah satu pelayan yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.
"tuan David sedang keluar nona, mungkin nanti pulang"jawab pelayan tersebut ternyum sopan.
"pergi? kok sudah pergi saja sih, jadi tidak sih dia ngajak aku pergi? Kalau begini aku terima saja ajakan Robin"gerutu lena.
"silahkan makan nona"kata pelayanan yang sudah selesai menyiapkan makanan.
"terimakasih"Lena tersenyum manis ke pada para pelayan yang sudah menyiapkan makanan.
"ck rumah sebesar ini aku hanya makan sendirian, aku lebih baik makan dikosan dari pada disini, dan juga sudah lama aku tidak pergi bekerja"Lena terus saja mengomel sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"awas saja jika Evans tidak datang, jika iya aku akan menghubungi Robin dan mengajak nya pergi"gerutu lena.
"tidak bisa"suara tegas dari belakang yang tiba tiba mengangetkan Lena sampai sampai Lena tersedak mendengar suara tersebut.
💜💜💜💜💜
__ADS_1
jangan lupa LiKE komen dan vote