
keesokan harinya, pagi ini David diberi kabar oleh kenan kalau tuan putra sudah melewati masa kritisnya maka dari itu David, Lena, Alvin, dan Tasya pergi ke rumah sakit.
di rumah sakit. terdapat Ken dan kenan sedang berbincang di depan ruangan tuan putra, kami pun menghampiri mereka.
"tuan"sapa Ken pada David yang baru saja datang, lalu mengangguk sopan pada lena, Alvin dan Tasya.
"bagaimana kondisinya?"tanya David tanpa basa basi pada Kenan.
"dia sudah melewati masa kritisnya, tapi masih tetap pada kondisi yang ku ceritakan kemarin. jika kalian ingin melihatnya maka silahkan tapi jangan banyak banyak hanya boleh dua orang saja yang masuk"jelas kenan.
"baiklah, lakukan yang terbaik untuknya"ucap David.
"jika kau ingin melihat nya silahkan"ucap Kenan lagi mempersilahkan David masuk terlebih dahulu.
"ayo"David mengajak Lena Untuk masuk bersama tetapi Lena menahan tangan David.
__ADS_1
"apa tidak sebaiknya kau melihatnya sendirian? emm dia baru saja Sadar dan langsung melihat ku apa tidak akan merusak kondisinya?"tanya lena.
"kan dia tidak suka dengan ku"sambung nya lagi dengan bergumam.
"tidak papa, dia sedang sakit mana ada tenaga untuk mencaci maki kamu, walaupun dia menghina kamu aku akan bela kamu"ucap David menyakinkan.
"jika pun kondisinya buruk, maka kirim lah ke Singapura untuk menjalani pengobatan lagi, iya kan Kenan?"sambung David lalu meminta bantuan Kenan untuk membujuk Lena.
"benar, tenang saja aku akan tetap disini, jika terjadi sesuatu aku akan langsung masuk"imbuh Kenan yang membantu David membujuk Lena.
"ayo kau harus ikut, kau ini sudah menjadi nyonya David loh"ajak David lagi, David menarik tangan Lena lembut untuk memasuki ruangan tuan putra.
David dan Lena mendekati tuan Putra, tuan putra yang sejak tadi sudah siuman pun langsung mengalihkan pandangannya pada mereka.
"mammamu ammppmma kkkhnnalllian (mau apa kalian?)"tanya tuan putra lemah dengan suara tidak dapat di artikan.
__ADS_1
David dan Lena hanya memandang tuan putra sendu dan kasihan.
"eaaaauuu aaauuuiii aaauuii ( apa kalian akan mentertawakan ku dalam kondisi ini hah?)"tanya tuan putra lagi terlihat sekarang ia marah.
"tenanglah tuan, kau baru saja Sadar kondisimu belum pulih"ucap Lena menenangkan tuan putra.
"dan kami turut berdukacita atas meninggalnya istri anda"sambung Lena lagi sembari menunduk.
tuan putra pun terkejut mendengar kalau istrinya telah meninggal, istri yang telah menemaninya pada saat suka dan duka sekarang sudah tidak ada lagi, apalagi perusahaan yang ia bangun dari nol dengan sudah payah sudah bangkrut. semuanya lenyap dalam semalam, sekarang tuan putra sudah tidak mempunyai apa apa lagi. tuan putra hanya menangis mengingat itu semua.
David dan Lena hanya membiarkan tuan putra menangis untuk melampiaskan rasa sedihnya.
"bukankah Anda sudah tau tentang kondisi anda dari Kenan? kau tenang saja aku yang akan membayar semua pengobatan mu, kau hanya perlu fokus pada kesembuhan mu"ucap David setelah beberapa menit dan terlihat tuan putra sudah agak mendingan.
"aaauu aaaii eeeaaa eeii( apa kau tidak mau memanggilku papa?)"tanya tuan putra, entahlah sekarang ia merindukan kata itu keluar dari mulut David entah sudah berapa tahun tuan putra tidak mendengar kata itu terucap.
__ADS_1
💜💜💜💜
jangan lupa LiKE komen dan vote