Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Pangeran Kedua


__ADS_3

setelah selesai menikmati kembang api, mereka pun pergi membeli lampion. banyak sekali lampion yang cantik dan bagus namun yang mereka cari bukanlah lampion biasa melainkan lampion yang bisa diterbangkan. mereka berdua pun berkeliling mencari kios yang menjual itu.


saat mereka mampir ke sebuah kios dekat dengan restoran mewah, pangeran ketiga bertemu dengan pangeran kedua. pangeran kedua atau Xiao Fen, bukanlah saudara kandung pangeran ketiga, mereka lahir dari ibu yang berbeda. ibunya pangeran ketiga dan pertama adalah seorang permaisuri kerajaan sedangkan ibu dari pangeran kedua adalah selir kerajaan.


sebenarnya masih ada pangeran lain selain mereka, namun karena sebuah ambisi untuk merebut tahta kerajaan, membuat mereka tersingkirkan terlebih dahulu dan kini hanya tersisa tiga orang pangeran saja. pangeran ketiga dan pangeran pertama adalah orang yang paling dibenci oleh pangeran kedua, sebab mereka berdua selalu menghalangi rencananya untuk merebut tahta.


karena itu lah pangeran ketiga sangat enggan bertemu dengan pangeran kedua, namun karena sudah berpapasan dengannya ia mau tidak mau harus meladeni nya. karena ia tak mau Xiao Yan ikut terlibat dengannya, ia pun menyuruh Xiao Yan untuk pergi ke kios seberang dan membeli beberapa lampion.


melihat pangeran ketiga yang sedang menikmati suasana tahun baru, membuat pangeran kedua ingin mencari masalah dengannya. pangeran kedua pun menghampiri mereka.


"hei, bukannya ini adik ketiga. mengapa adik ketiga ada disini bukannya kau bilang tadi ada acara seminar, mengapa kau bisa ada disini sekarang?" ucap pangeran kedua


"acara seminar sudah selesai sedari tadi, karena masih ada waktu makanya aku pergi kesini, lalu ada keperluan apa kakak kedua disini?" ucap pangeran ketiga dengan nada tajam


"memang nya hanya kau saja yang boleh kesini, kau harus tau sebentar lagi seluruh wilayah kerajaan Xiao akan menjadi milik ku dan kau hanya akan menjadi debu setelah itu"


"terserah lah, aku malas berdebat dengan mu kalau kakak kedua tak ada keperluan lain harap bisa segera pulang, kau tau sendiri jika kau sekarang sedang dalam masa tahanan rumah, kau tidak di izinkan meninggalkan kediaman mu. aku takut jika kaisar tau kau melanggar perintah nya kau akan dihukum lebih berat"


"Hem sekarang kau masih bisa senang dengan ini, namun jangan lupa kesenangan mu itu hanya sesaat. setelah itu kau akan merasakan penderitaan tanpa akhir dari ku"


"aku tidak peduli dengan mu, orang seperti mu tidak layak menjadi kaisar, kau hanya bisa mencelakakan orang lain demi kesenangan mu, sebaiknya sekarang kau segera pulang kakak kedua, jangan sampai mata-mata kaisar melihat mu disini"


Xiao Yan yang baru selesai membeli lampion pun menghampiri pangeran ketiga, saat menghampiri pangeran ia pun bertemu dengan pangeran kedua. melihat itu pangeran ketiga menyuruh Xiao Yan untuk berdiri dibelakangnya.


"*hei adik ketiga, siapa orang yang ada dibelakang mu itu, mengapa kau tak memperkenalkan nya dengan ku. mungkin saja ia bisa menjadi selir ku nanti" ucap dengan nada mengejek


"maaf kakak kedua menurut ku, kau tidak pantas untuk nya, dia terlalu baik untukmu. lebih kau jauhi dia" tegas pangeran ketiga


"ada apa dengan mu, mungkin kah kau cemburu dengan ku? ataukah kau punya hubungan spesial dengannya"


"ini tidak ada hubungannya dengan mu, mohon kakak kedua jangan menyeretnya"

__ADS_1


"kalau dia bukan siapa-siapa mu, maka aku juga punya hak untuk memiliki nya"


"mohon kakak kedua tidak bertindak gegabah, dia bukan orang yang bisa kakak milik, kakak harus tau jika kakak membuat masalah untuk nya aku takkan tinggal diam"


"Hem menarik, aku semakin tertarik dengannya. melihat kau begitu melindungi nya, maka kali ini akan ku biarkan dia*"


tak terima melihat pangeran ketiga diperlakukan seperti itu oleh kakaknya lantas Xiao Yan pun memberanikan diri untuk maju dan melawan nya.


"maaf pangeran kedua, namun aku tak tertarik dengan mu, mohon pergilah dan jangan mengganggu kami" ucap Xiao Yan


"kau berani menyuruh ku untuk pergi dari sini, kau tak takut aku memenggal kepala mu. biar ku beritahu kepada mu aku ini adalah calon kaisar masa depan, saat melihat ku kau harus berlutut di depan ku, kau tau itu?"


"Hem, aku tak peduli dengan mu. mau kau kaisar masa depan pun, aku takkan Sudi berlutut untuk mu, kau tak layak untuk itu dan kau juga jangan terlalu percaya diri belum tentu juga kau akan menjadi kaisar" tegas Xiao Yan


"beraninya kau, lihat saja nanti. akan ku buat kau menyesal dengan ucapan mu itu"


"terserah kau saja, aku malas meladeni orang tak waras seperti mu"


"hentikan kakak kedua, kau tak malu melakukan itu. sekarang banyak orang yang melihat jangan membuat masalah disini atau kau tak bisa menanggung konsekuensinya" ucap pangeran ketiga dengan nada tajam


"Hem, awas saja kalian. kali ini kalian beruntung namun tidak lain kali, camkan itu" ucap pangeran kedua dengan marah


"dasar manusia tak tau malu, bisanya cuman mengancam orang saja. dia pikir dia yang paling berkuasa di sini" ucap Xiao Yan dengan suara kecil


"sudahlah ayo kita pergi, tak ada gunanya kita berlama-lama di sini" ucap pangeran ketiga


"Hem, pergi pergilah yang jauh, bila perlu Jangan kembali" ujar pangeran kedua


setelah mereka pergi pangeran kedua menyuruh pengawalnya untuk menyelidiki identitas Xiao Yan secara diam-diam.


pangeran ketiga dan Xiao Yan pun pergi meninggalkan tempat itu. Xiao Yan merasa tak enak dengan pangeran atas kejadian tadi, namun ia juga tak menyangka jika pangeran ketiga punya kakak yang jahat seperti itu.

__ADS_1


karena perdebatan tadi membuat pangeran cemas dengan keselamatan Xiao Yan, sebab ia tau jika pangeran kedua tak tinggal diam begitu saja, ia pasti akan mengambil tindakan untuk membalas dendam dengan nya. takut hal itu akan terjadi pangeran pun menyuruh Xiao Yan untuk selalu berhati-hati dan sementara tidak pergi ketempat sepi sendirian.


"*Xiao Yan maaf atas kejadian tadi, sekarang kau pasti sudah terlibat. berhati-hati lah saat kau sendirian jangan biarkan orang tidak dikenal mendekati mu, aku takut pangeran kedua akan melakukan tindakan yang buruk pada mu, jika kau sendirian nanti nya"


"ya pangeran, aku mengerti aku pasti tak memberikan ia kesempatan untuk melakukan itu, untuk berjaga-jaga aku akan terus latihan bela diri agar ia tak berani macam-macam dengan ku"


"ya benar, aku juga akan menyuruh orang ku untuk mengawasinya, tindakannya tak bisa ditebak dia berani membunuh orang yang telah menyinggung nya dan kau harus berhati-hati "


"ya tenang saja pangeran aku akan menyuruh Kakak sepupu ku untuk melindungi ku juga, jadi kau tak perlu kwahatir"


"jika kau merasa ada yang sedang mengawasi mu, jangan sungkan untuk menghubungi ku, aku akan menyuruh orang Ku untuk melindungi mu juga"


"ia terima kasih pangeran"


"maaf pangeran bagaimana jika kita pulang saja sekarang*?"


...*melirik tangan Xiao Yan yang memegang lampion...


"lalu bagaimana dengan lampion mu, bukannya kau tadi sudah bersusah payah untuk mendapatkan nya tadi, bagaimana jika kita menerbangkan nya dulu sebelum pulang?"


"em kalau begitu baiklah"


"ayo kita pergi ke atas bukit, disana adalah tempat yang strategis untuk menerbangkan lampion ini"


"kalau begitu, ayo segera ke sana sebelum banyak orang nanti nya"


"Hem baiklah*"


mereka pun tiba di atas bukit lalu mereka bersama-sama menerbangkan lampion. lampion yang berterbangan di atas langit gelap membuat nya terlihat sangat cantik dan menakjubkan. melihat itu Xiao Yan sangat senang ia juga tak lupa untuk menyuruh pangeran membuat permohonan sebelum menerbangkan lampion itu tadi.


mereka berdua pun kembali ceria lagi setelah mengalami kejadian tadi. mereka bercanda ria sambil melihat langit penuh lampion. ini merupakan malam yang begitu indah bagi kedua nya. lantas ketika mereka selesai menerbangkan lampion pangeran pun mengantarkan Xiao Yan pulang kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2