Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Menemukan petunjuk


__ADS_3

"pangeran menurut mu bagaimana kabar mereka, apakah mereka telah sampai di kabupaten Chen?"


"kau tenang saja, aku yakin mereka semua baik-baik saja dan di sana juga ada A'jue jadi tak perlu kwahatir dan sampai atau belum nya nanti kita akan tau jawabannya setelah kita sampai disana"


"ya kau benar pangeran"


"oh ya, Xiao Yan kau tak perlu memanggil ku dengan sebutan pangeran lagi, panggil saja Xuan Ye. lagian kalian semua juga sudah tau tentang ku, jadi tak perlu sungkan untuk memanggil namaku"


"eh baiklah pangeran, eh bukan maksud A'Xuan. Bolehkah Jika aku memanggil mu dengan itu?"


"tentu, asal kau nyaman saja kau boleh memanggil ku dengan nama yang kau sukai"


"baiklah sebentar lagi kita akan melewati kota yang ada didepan sana, jadi adakah yang kalian perlukan disana?"


"tidak, sebaiknya kita lewatkan saja. jika kita berhenti terus, perjalanan akan terhambat dan kita juga tak tau, apakah ada pembunuh lain yang menyusul kita"


"ya kau benar, baiklah perjalanan selanjutnya ke kabupaten Chen"


beberapa hari telah berlalu, mereka kini hampir sampai ke tempat tujuan dan mereka akan melewati satu kota lagi dan setelah itu mereka sampai di kabupaten Chen. akhirnya mereka kini telah Sampai di kabupaten Chen, namun mereka belum melihat teman-temannya disana.


lantas pangeran mencari tempat agar mereka bisa istirahat sambil menunggu kelompok Ye Jing itu tiba. mereka pun mampir kesebuah kedai makan dekat pinggir jalan, tak lama setelah itu mereka melihat rombongan kelompok Ye Jing. lalu Xiao Yan berteriak memanggil mereka.


mereka melihat dan juga mendengar teriakkan Xiao Yan lalu mereka pun menghampiri nya. Xiao Yan pun bertanya pada mereka mengapa mereka baru sampai.


Rong Ji menjawab" sulit dijelaskan, tapi seharusnya kami yang sampai terlebih dahulu daripada kalian, namun ditengah perjalanan kami di cegat oleh sekawanan perampok, hampir saja mereka berhasil merampok kami, tapi untungnya ada A'jue jadi kita semua bisa selamat"


"untungnya kalian semua selamat dan kita bisa bertemu disini"


"ya benar lalu setelah ini, apa yang akan kita lakukan?"


"kita akan pergi ke desa kecil didepan sana dan kita harus segera menemukan si pembuat itu, sebelum para pembunuh itu kembali mengejar"


"ya kau benar, para pembunuh itu tak ada bosan-bosannya mengejar kita" ucap Rong Ji


"baiklah karena kalian semua sudah berkumpul, kalau begitu istirahat lah dulu sebentar dan setelah itu kita akan melanjutkan pencarian"


"tidak sebaiknya kita melanjutkan pencarian saja, nampaknya kawasan ini kurang aman"


"kau benar makin cepat makin baik"


"kita tak boleh buang-buang waktu lagi dan sebaiknya kita berangkat saja sekarang"


"ya benar"


setelah makan, mereka pun meninggalkan tempat itu dan melanjutkan perjalanan ke desa yang ada di depan sana. sesampainya di desa mereka mulai melakukan pencarian. mereka bertanya pada penduduk setempat apakah mereka tau dengan pembuat liontin giok yang bernama Lian Feng? salah satu penduduk tau dengannya, lalu ia mengatakan pada mereka jika tuan Lian Feng sekarang tinggal dekat ujung jalan desa.


setelah mengetahui nya, mereka pun segera menuju ke sana. tak butuh waktu lama mereka pun tiba di ujung jalan desa. ternyata memang benar ada di satu rumah tua di sana tapi entah mengapa tak terlihat seperti ada orang. mereka pergi memeriksa, ternyata tuan Lian Feng sedang sakit dan tak ada yang merawat nya.


melihat tuan Lian yang sedang sakit mereka pun membantunya dan merawatnya. awalnya tuan Lian menolak mereka namun karena mereka datang untuk mencari tau pemilik giok akhirnya tuan Lian mau menerima bantuan mereka.


tuan Lian sudah cukup tua sekarang ia hanya bisa terbaring lemas di tempat tidurnya. karena merasa waktunya tak banyak, ia pun bertanya pada mereka apa saja, yang ingin mereka ketahui dari liontin giok itu?


pangeran menjawab "tuan bisakah kau memberitahu kami siapa pemilik liontin giok yang sebenarnya?"


"em... pemilik liontin giok itu adalah milik sepasang suami istri. suaminya adalah pangeran kerajaan Xiao dan istri nya adalah putri dari kerajaan Long"


"maksudmu, pemilik liontin giok itu adalah pangeran kerajaan Xiao?"


"ya, tapi sayang nya pangeran dan istrinya sudah mati"


"lalu bagaimana dengan liontin giok itu?


"liontin giok itu, mungkin sekarang ada di kerajaan Xiao dan satu bagian lain nya dibawa pergi ke kerajaan Long"


"lalu apakah tuan tau, siapa orang kerajaan Xiao yang pernah menyimpan liontin giok itu?"


"kalau aku tak salah ingat, orang itu juga merupakan seorang pangeran kerajaan Xiao, dia adalah adik dari pangeran yang mati itu"


"bagaimana dengan namanya, apa tuan tau nama pangeran itu?"


"aku tidak tau siapa namanya, saat itu yang ingin ku lakukan hanyalah, menyerahkan liontin giok itu pada pemiliknya"


"begitu ya tuan, kalau begitu terima kasih telah membantu kami kali ini"


"sebentar anak muda, jika kau ingin tau siapa nama pangeran itu, cobalah kau cari Kasim Li. saat itu aku diantar olehnya kepada pangeran itu"


"Kasim Li? bukankah itu adalah Kasim tua yang selama ini selalu berada sisi kaisar"

__ADS_1


"baiklah tuan aku mengerti, kalau begitu terima kasih atas informasinya"


akhirnya kini mereka mendapatkan petunjuk dimana liontin giok itu berada. mereka pun merasa senang dengan itu. karena tuan Lian sedang sakit mereka pun memutuskan untuk membawanya ke balai desa untuk dirawat oleh penduduk desa. setelah menyelesaikan tugas mereka pun kembali ke kerajaan.


mereka kembali dengan rute yang berbeda dengan sebelumnya dan dan rute itu tak perlu memakan banyak waktu. Sekitar 4 hari mereka akhirnya sampai di ibukota kekaisaran. begitu tiba kini mereka bisa kembali ke rumah mereka dan beristirahat lagi.


para pembunuh itu, kini gagal menjalankan tugasnya dan mereka sekarang kembali ke kediaman pangeran kedua. pangeran kedua yang mengetahui jika para pembunuh itu gagal lantas ia menyuruh mereka semua untuk bunuh diri dihadapan nya karena mereka telah gagal menjalankan tugas dan bunuh diri adalah hukuman yang harus mereka terima.


lalu pangeran ketiga yang mengetahui jika liontin giok itu berada di tangan kaisar membuatnya sulit untuk mendapatkan liontin giok itu kembali. ia tak bisa menceritakan kejadian sebenarnya pada kaisar, ia takut jika kaisar tau, ia bukan pangeran asli maka ia dan teman-temannya akan terancam.


ia pun duduk termenung di taman kerajaan sambil memikirkan ide untuk bisa mendapatkan kembali liontin giok itu. saat itu pangeran pertama kebetulan sedang ada di istana dan ia datang untuk mengunjungi kaisar, melihat sang adik yang sedang termenung membuatnya menghampiri sang adik.


"em...adik ketiga sedang apa kau disini dan mengapa kau tampak gelisah begitu? apakah kau ada masalah?"


"oh kakak pertama, maaf membuat mu melihat hal itu, aku memang ada masalah tapi ini akan sulit di jelaskan"


"kalau begitu bagaimana jika kau menceritakan nya pada ku. setelah aku selesai mengunjungi kaisar, aku akan mengunjungi kediaman mu, bagaimana?"


"Hem baiklah kak, kalau begitu aku pamit undur diri dulu dan aku akan menunggu mu di kediaman ku"


...setelah selesai mengunjungi kaisar pangeran pertama pun pergi ke rumah adiknya...


"pangeran, maaf tuan kami menunggu mu di dalam dan ia menyuruh ku mengantarkan mu ketempat nya, silahkan ikut aku pangeran" ucap pengawal pangeran ketiga


"kalau begitu baiklah"


"Kakak pertama, kau sudah selesai dengan kaisar, mengapa begitu cepat kemari? apakah ini tidak menggangu waktu mu?"


"Hem bagaimana mungkin, kau satu-satunya orang yang dekat dengan ku, dan akhir-akhir ini aku mendengar kabar jika kau melakukan seminar di kota selatan jadi selama kau pergi aku jadi kesepian di istana"


"kakak bisa saja, kak ada hal yang ingin ku sampaikan kepada mu, sebenarnya aku bukanlah..."


"cukup adik, aku sudah tau jika kau ingin bilang, bahwa kau bukanlah adik ketiga ku bukan?"


"bagaimana kakak tau itu?"


"aku tau, karena ada yang aneh dengan mu dan juga sikap mu. sejak kau bangun dari sakit mu kau menjadi orang yang berada. biasanya kau sangat betah di dalam kediaman mu dan kau juga tak pernah absen untuk datang ke kediaman ku"


"namun sejak kau sadar, kau mulai berbeda dengan yang dulu. aku pun menyuruh bawahan ku untuk menyelidiki apa yang terjadi padamu, setelah itu aku baru tau jika kau memang bukan dia"


"maaf pangeran pertama, aku tak bermaksud untuk menipu mu dan kaisar. sebenarnya aku juga tak tau, mengapa ini bisa terjadi, tapi setelah aku cari tau ternyata itu ada hubungannya dengan liontin giok yang saat ini berada di tangan kaisar"


"katakan lah pada ku apa yang bisa ku bantu untuk mu dan kau tak perlu takut, aku takkan pernah membocorkan rahasia ini dan ini cukup aku yang tau"


"terima kasih kakak, aku sebenarnya malu dengan mu, maafkan aku yang tak jujur padamu dari awal. tapi sekarang aku benar-benar bingung, aku tak tau harus berbuat apa untuk saat ini "


"adik aku tau apa yang kau cari. kau ingin mencari cara untuk mendapatkan liontin giok itu bukan?"


"bagaimana kakak bisa tau?"


"aku tau semua yang bersangkutan dengan mu, kau tak perlu kwahatir aku akan membantu mu untuk mendapatkan liontin giok itu dan sekarang yang perlu kau lakukan adalah menjauh dari pangeran kedua, dia punya ambisi yang besar dengan tahta kerajaan, aku tak bisa melibatkan mu dalam hal ini dan aku juga takkan membiarkan dia menduduki tahta itu"


"aku tau kak, kau tak perlu kwahatir tentang itu, selain itu aku juga ada urusan yang harus ku bereskan dengan pangeran kedua, karena nya temen-temen ku jadi terluka dan aku takkan lupa dengan apa yang ia lakukan"


"adik bagaimana jika kita bekerja sama untuk menjatuhkan dia, dengan begitu dia takkan berani menyakiti siapapun lagi"


"baiklah kak, aku terima tawaran baik kakak, dan aku akan membalas satu persatu atas apa yang telah dia lakukan padaku"


"bagus ini baru adik ku, karena itu mari kita rayakan kembalinya diri mu ke kerajaan dengan minum sampai mabuk, jika tidak mabuk maka tak boleh pulang"


"haha kak bisa saja, sekarang aku tak perlu pulang karena kita sedang berada di kediaman ku. baiklah pelayan ambil kan arak terbaik kemari dan sajikan untuk kakak ku"


"haha adik meski pun begitu, kau tetap tak boleh kembali ke kamar mu jika kau belum mabuk, kau mengerti"


"baiklah kak"


ternyata pangeran pertama atau kakak nya sudah tau tentang identitas diri nya yang sebenarnya, namun ia tetap menerima Xuan Ye sebagai adiknya bahkan ia juga menawarkan bantuan pada adiknya. sekarang Masalah liontin giok yang di kerajaan Xiao sudah bisa diatasi dan sekarang yang perlu mereka cari hanya liontin giok yang berada di kerajaan Long.


keesokan harinya pangeran ketiga pergi ke kediaman Xiao Yan, untuk memberitahu kan padanya jika ia mendapat bantuan dari pangeran pertama. mendengar hal itu membuat Xiao Yan terheran, ia tak menyangka jika pangeran pertama mau membantu mereka. namun setelah mendengar penjelasan dari pangeran ia pun mengerti, lalu mereka mendiskusikan rencana berikut nya.


"pangeran bagaimana dengan liontin giok yang lain, bukankah liontin itu berada di kerajaan Long?"


"ya, kau benar tapi sekarang status kerajaan kita dengan kerajaan Long adalah musuh, bagaimana cara kita bisa masuk ke kerajaan Long jika situasi nya sedang begini"


"benar, akan sulit bagi kita untuk pergi ke kerajaan Long sekarang"


"selain itu, aku juga akan membuat perhitungan dengan pangeran kedua, aku akan membuat dia mengerti bagaimana rasanya jika suka bermain dengan kita"

__ADS_1


"pangeran itu adalah hal yang berbahaya, sebaiknya kita pikirkan strategi melawan balik, saat situasi sudah memungkinkan"


"ya kau benar sekali"


"oh ya pangeran bagaimana dengan luka mu apa sudah sembuh?"


"em ya, kau tak perlu kwahatir soal itu, luka nya sudah kering dan sekarang lebih baik"


"bagus lah kalau begitu"


...***...


"*pangeran.. pangeran" panggil si Kasim istana


"ada apa Kasim Yan? mengapa kau begitu terburu-buru?"


"begini pangeran, kaisar menyuruh ku untuk membawa mu ke istana sekarang juga"


"mengapa kaisar menyuruh ke istana?"


"aku kurang tau pangeran, sebaiknya kita segara kesana"


"Hem baiklah"


"Xiao Yan, aku pergi dulu jika ada waktu, akan aku akan mampir ke kediaman mu"


"iya pangeran tenang saja, pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk mu" teriak Xiao Yan


"baiklah kalau begitu istirahat lah dengan baik*"


pangeran dan Kasim pun segera pergi ke istana. sesampainya di istana ternyata sudah ada pangeran pertama dan pangeran kedua yang menunggu nya. pangeran kedua pun nampak kesal dengan pangeran ketiga sebab para bawahannya gagal menghabisinya.


"*apa kau lihat-lihat, lama sekali datangnya kau pikir kau siapa?" ucap pangeran kedua


"apa maksudnya mu, jika kau tidak senang, kau bisa masuk dan bertemu dengan kaisar sekarang dan untuk apa menunggu ku lagipula aku tak menyuruh mu untuk menunggu ku"


"sudahlah jangan bertengkar lagi, sebaiknya kita masuk saja sebelum kaisar marah"


"Hem awas saja kamu"


...mereka pun masuk ke ruang kerja kaisar...


"salam pada ayah kaisar, semoga panjang umur" sambil membungkuk


"Hem baiklah, kalian duduklah tak perlu bersikap formal kita semua adalah keluarga disini"


"apa kalian tau mengapa aku memanggil kalian semua kemari?"


"apa mungkin untuk persiapan acara berburu?"


"ya kau benar, aku memanggil kalian untuk mendiskusikan acara tersebut, tahun lalu kita tak bisa melaksana itu karena cuaca buruk, namun sekarang cuaca sedang bagus"


"lalu kapan ayah kaisar akan melaksanakan acara itu?"


"acara itu akan dilaksanakan pada awal musim semi, dan banyak orang yang akan berpartisipasi dalam acara ini, maka dari itu aku mengumpulkan kalian semua disini untuk membantu ku mengatur acara berburu ini dengan baik, selain itu kalian juga boleh itu berpartisipasi"


"baiklah ayah kaisar, kami pasti akan membuat acara kali ini lebih meriah lagi dan kami juga akan mempersembahkan hasil perburuan kami pada ayah kaisar"


"Hem baiklah, aku harap acaranya bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kecelakaan apapun itu"


"oh ya, ayah kaisar bolehkah aku memberi saran?"


"ya silahkan"


"ayah, aku menyarankan dalam acara perburuan kali sebaiknya, kita menyuruh adik ketiga yang bertugas sebagai penjaga keamanan, karena ayah kaisar tau sendiri, jika kemampuan adik ketiga dalam ilmu bela diri jauh lebih baik dibandingkan kami semua, benarkan adik ketiga?" seringai pangeran kedua


" tidak kakak salah, kemampuan bela diri Ku tak sehebat yang kakak kedua bicara. menurut ku kakak kedua lah yang lebih hebat"


"Hem mana mungkin, jelas kau yang lebih hebat"


"sudahlah cukup, kalian tak perlu menghawatirkan itu. untuk bagian keamanan sudah ku berikan pada jendral Lan dan tugas kalian hanyalah membantu ku memeriahkan acara, kalian tau jika aku tak lagi muda, sekarang aku sudah tua kemampuan berburu ku juga menurun, jadi kali ini aku ingin kalian mewakili ku dalam acara itu"


"baiklah ayah kami pasti tidak akan mengecewakan mu"


"ha..ha bagus sekali, kalian harus bersemangat, kalian masih muda dan masih harus terus mengasah kemampuan dan dalam acara berburu kali jika salah satu diantara kalian bisa menjadi pemenang, aku akan memberikan apa yang kalian minta"


"apakah ayah kaisar serius mengenai hal itu? berarti ayah kaisar akan memberikan apapun yang kami minta"

__ADS_1


"ya begitulah*"


__ADS_2