
setelah tuan Yang mati, kini pangeran kedua sudah kehilangan dukungan besar untuknya. namun itu tentu tidak akan menyulitkan nya, sebab tuan Yang telah memberikan banyak harta untuk pangeran kedua dan dengan harta yang diberikan oleh tuan Yang, pangeran kedua bisa menggunakan itu untuk merekrut beberapa orang baru untuk nya.
karena takut lokasi persembunyian sudah tidak aman, pangeran kedua kini berpindah ke tempat lain agar ia tak ketahuan oleh orang kerajaan. kini ia sangat membenci kaisar dan juga pangeran ketiga. karena mereka saat ini, ia tak dapat bebas pergi kemana-mana. ia menjadi buronan kerajaan, saat ia hendak keluar dan merekrut orang, ia tentu harus mengenakan penutup muka atau topeng, agar ia tak ketahuan.
dengan harta yang diberikan oleh tuan Yang padanya, kini ia bisa membuat pasukan nya sendiri, ia merekrut berbagai macam orang. dari mulai preman hingga anggota bandit, semua ia kumpulkan menjadi satu dan ia latihan bersama dengan anggota kelompok berpakaian hitam milik tuan Yang.
setelah beberapa Minggu tak ada kabar tentang pangeran kedua, sejak berita tuan Yang di eksekusi mati. tapi kaisar tetap menyuruh orangnya untuk terus memantau daerah perkotaan dan juga pedesaan, kaisar benar-benar ingin menangkap pangeran kedua dan sang kaisar tentu belum puas jika ia belum berhasil menangkap pangeran kedua.
Xiao Yan dan teman-temannya kini sudah mulai masuk kembali ke akademi untuk mengikuti pelajaran dan juga pelatihan. mereka kembali beraktivitas seperti biasa, meski begitu pangeran ketiga tetap khawatir kepada nya, sebab keberadaan pangeran kedua masih belum ditemukan.
pangeran ketiga takut, jika pangeran kedua akan bertindak pada mereka, maka dari itu pangeran ketiga tetap menyuruh orang untuk mengawasi Xiao Yan dan yang lainnya. satu bulan berlalu begitu saja, tanpa ada terdengar kabar tentang pangeran kedua, namun mereka tentu tetap berhati-hati dengan keadaan disekitarnya.
sementara itu pangeran Kedua yang telah memperkuat pasukannya, ia tentu telah menyiapkan niat jahat untuk menyerang kerajaan Xiao. tapi karena jumlah pasukan nya masih belum mencukupi untuk melawan pihak kerajaan, maka ia berpikir bagaimana caranya agar ia bisa memiliki lebih banyak pasukan.
terlintas sejenak tentang ucapan tuan Yang, yang pernah memberitahukan pada nya, jika pangeran ketiga mendapatkan hak terhadap seribu tentara elit milik kaisar sebelumnya. ia pun berpikir jika ia bisa mendapatkan tentara elit itu, maka ia akan lebih mudah untuk menyerang kerajaan Xiao dan juga menghabisi kaisar serta pangeran ketiga.
ia pun menyusun rencana agar ia bisa mendapatkan tentara elit itu. sementara itu pangeran ketiga yang mendapatkan hak atas tentara elit itu, masih belum menemukan segel yang dibicarakan oleh sang kaisar. akhirnya ia bertanya pada kakaknya, apakah sang kakak mengetahui dimana letak ruang rahasia yang dimaksud oleh ayah kaisar waktu itu.
sang kakak menjawab jika ia juga tak mengetahui letak ruang rahasia yang dimaksud oleh ayah kaisar. meski begitu pangeran ketiga tetap berusaha menemukan nya. karena ketertarikan nya terhadap tentara elit itu membuat pangeran kedua mencoba memasukkan beberapa mata-mata di istana kerajaan Xiao.
melalui orang dalam, ia pun menyuap seorang kepala pelayan kerajaan, agar ia mau menerima orangnya. kepala pelayan awalnya menolak karena ia juga tak tau siapa orang itu, karena saat pertemuan dengan kepala pelayan, pangeran kedua memakai topeng muka jadi kepala pelayan tentu tidak mengenalinya. namun karena di imingi dengan satu peti uang emas, membuat kepala pelayan itu dengan cepat menerima orangnya pangeran kedua.
__ADS_1
terdapat lima orang yang akan menjadi mata-mata pangeran kedua di istana kerajaan. setelah berhasil memasukkan orangnya, pangeran kedua kini kembali mendapatkan informasi tentang kerajaan Xiao, dengan ini ia akan lebih mudah untuk bergerak dan mengambil tindakan.
selain di istana kerajaan, pangeran kedua juga memasukkan dua orangnya di dalam akademi, untuk memantau Xiao Yan dan yang lainnya. sementara itu saat Xiao Yan bersama dengan pangeran ketiga, ia melihat jika pangeran ketiga nampak tak fokus dengan apa yang sedang mereka bicarakan. akhirnya Xiao Yan memutuskan untuk bertanya padanya.
"pangeran, e maksud ku A'Xuan apa yang membuat mu menjadi tidak fokus hari ini?"
"oh maaf Xiao Yan, karena harus membuat mu melihat hal itu. sebenarnya ada hal yang sedang aku pikir kan dari semalam"
"memangnya, apa yang sedang kau pikirkan? bisakah kau memberitahu kan nya pada ku?"
"kau tau, jika sebelumnya kaisar pernah memberikan seribu tentara elit untuk ku, namun tentara itu hanya akan mengakui ku sebagai tuan nya jika aku memiliki segel yang kaisar maksud itu"
"lalu bagaimana? apakah kau telah mendapatkan segel itu?"
"apakah kaisar pernah mengatakan sesuatu pada mu sebelum dia meninggal?"
"ya seingat ku, kaisar mengatakan jika segel itu berada di sebuah ruang rahasia dekat dengan istana nya. tapi setelah ku cari-cari aku tak dapat menemukan nya"
"em.. kau begitu bagaimana jika aku membantu mu, mungkin saja kita bisa menemukan segel itu"
"sebenarnya aku tak enak jika harus merepotkan mu, tapi jika kau menawarkan diri untuk membantu, maka aku tentu takkan menolak nya"
__ADS_1
"em... baiklah kalau begitu sehabis pulang dari akademi, aku akan langsung pergi dengan mu ke istana"
"baiklah aku akan menunggu mu, di depan gerbang nantinya"
"oke baiklah"
setelah pelajaran selesai akhirnya Xiao Yan pergi menemui pangeran ketiga di depan gerbang, mereka pun pergi bersama ke istana. sesampainya di istana, Xiao Yan dan pangeran ketiga langsung pergi ke tempat tinggal kaisar yang sebelumnya. mereka masuk dan melihat ke segala ruangan yang di curigai terdapat ruang rahasia.
sempat terpikir oleh Xiao Yan, jika orang dulu biasanya sering membuat ruang rahasia dibalik lemari atau tembok pada suatu ruangan, Xiao Yan mencurigai ruang belajar kaisar. akhirnya ia mengajak pangeran ketiga untuk melihat dan memeriksa kedalamnya. Xiao meraba-raba di dekat lemari buku, siapa tau ada sebuah tombol atau benda yang bisa membuka pintu rahasia.
setelah diraba-raba ternyata tidak ada tombol yang mereka cari, namun mereka tak menyerah begitu saja, mereka terus mencari hingga menemukan tombol itu. saat Xiao Yan sedang melihat-lihat buku di bagian atas, ia tiba-tiba kehilangan keseimbangan saat mencoba menggapai buku itu dan akhirnya membuat Xiao Yan terjatuh.
tapi untungnya ia diselamatkan oleh pangeran ketiga, yang dengan cepat dan sigap menangkap nya. buku di bagian atas itu terjatuh, lalu terlihat yang ada aneh diantara banyak buku di atas, hanya ada satu buku yang tidak terjatuh. Xiao Yan dan pangeran curiga dengan buku itu, lalu pangeran ketiga mencoba mengambil nya.
buku itu nampak sulit untuk diraih, akhirnya pangeran ketiga hanya bisa menggeser nya agar buku itu terjatuh. bukannya terjatuh, buku itu justru terlihat miring ke samping. tiba-tiba terdengar suara seperti tembok bergeser, yang benar saja ternyata buku itu memang lah kunci dari letak ruang rahasia yang dimaksud oleh sang kaisar.
Xiao Yan dan pangeran ketiga senang dengan itu lantas mereka langsung masuk dan mengecek kedalam ruangan rahasia itu. setelah mereka melewati pintu masuk, pintu itu kembali tertutup rapat dan lampu-lampu yang ada diruang tersebut kembali menyala.
mereka menelusuri ruang itu, setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka menemukan sebuah tempat penyimpanan benda berharga milik kaisar. mereka pun segera mencari keberadaan segel itu. Xiao Yan pun menemukan sebuah kotak yang penuh dengan debu, ia pun membukanya. alangkah terkejutnya ia, ketika melihat isi dalam kotak itu.
ternyata liontin giok yang selama ini mereka cari berada di dalam ruang rahasia milik kaisar, Xiao Yan segera memanggil pangeran ketiga untuk melihat apa yang ia temukan saat itu. pangeran ketiga yang melihatnya, tak menyangka jika mereka bisa menemukan liontin giok itu disana.
__ADS_1
selain menemukan liontin giok, mereka juga menemukan sepucuk surat atau catatan yang terselip di dalam kotak, mereka pun membukanya dan melihat apa isi dari surat atau catatan itu.