
keesokan harinya bawahan Qin Ran memberi laporan padanya. ia melaporkan, jika orang kemarin adalah tuan muda dari keluarga Wei dan baru-baru ini ada kabar yang mengatakan jika salah satu anak dari keluarga Wei ini ada yang meninggal, karena terjatuh dari tebing. kini tinggal dua bersaudara itu yang ada di keluarga Wei. lalu Qin Ran bertanya pada bawahannya, siapa nama salah satu saudara mereka yang meninggal itu?.
bawahannya menjawab "orang itu bernama Xiao Yan. anak perempuan satu-satunya dari keluarga Wei "
"pantas saja kemarin mereka menyebutkan nama itu, ternyata dia adalah saudara mereka" ucap Qin Ran
"selain itu orang yang bernama Xiao Yan ini, dikabarkan dekat dengan pangeran ketiga kerajaan Xiao. namun dia juga merupakan musuh bagi pangeran kedua"
"baiklah. lalu apakah kau tau bagaimana ciri-ciri orang yang bernama Xiao Yan itu?" tanya Qin Ran
"berdasarkan informasi yang ku dapat, orang itu memiliki ciri-ciri yang hampir mirip dengan nona Ruyi, tuan. namun yang membedakan mereka adalah sifatnya. jika nona Ruyi adalah orang yang lembut dan perhatian, maka Xiao Yan adalah sebaliknya dan dikabarkan juga jika dia senang memakai pakaian pria"
"mungkinkah Ruyi adalah orang yang sama dengan Xiao Yan? atau mungkin Ruyi adalah Xiao Yan? jika benar Ruyi adalah Xiao Yan, maka sebentar lagi dia pasti akan kembali mendapatkan ingatan nya dan dia pasti juga akan kembali kepada keluarga nya. sial itu tidak boleh terjadi, Ruyi hanya boleh menjadi milikku saja dan tidak boleh ada yang lain" ucap Qin Ran dengan serius
"sebelum mereka merebut Ruyi dari ku, aku akan membawanya pergi dari sini dan tidak akan ada yang bisa merebutnya lagi" ucap Qin Ran sambil tersenyum licik
"tuan benar sekali. sebaiknya tuan membawa nona Ruyi kembali ke kerajaan Qin, agar mereka tidak bisa merebut nona Ruyi dari tuan" ucap bawahan Qin Ran
"hahaha... ya memang harus seperti. baiklah kalau begitu kau kembali awasi mereka. kabarkan pada ku, jika mereka melakukan pergerakan untuk merebut Ruyi, mengerti"
"baik tuan, akan aku laksanakan"
__ADS_1
setelah Qin Ran mendengar kabar, jika Ruyi mempunyai hubungan dengan orang yang bernama Xiao Yan. kini membuatnya menjadi waspada dan khawatir, jika Ruyi akan mendapatkan kembali ingatan nya. Qin Ran menjadi orang yang begitu overprotektif. agar ia tak kehilangan Ruyi, tentu ia akan melakukan apapun untuk membuat Ruyi tetap berada di sisinya.
satu Minggu kemudian pangeran ketiga kembali dari Medan perang dan seperti biasa, ia tentu akan mampir ke kota Yihe untuk pergi ke tebing, tempat dimana Xiao Yan pernah terjatuh disana. saat ia sampai di ujung tebing, ia melempar seikat bunga yang telah ia siapkan sebelumnya. pangeran ketiga melihat jika kabut yang biasanya menyelimuti tebing kini telah menghilang.
pangeran ketiga terkejut, saat mengetahui jika dibawah tebing terdapat sebuah sungai yang masih mengalir. pangeran ketiga melihat kebawah tebing dan memeriksa, apakah disana terdapat jasad Xiao Yan? jika Xiao Yan terjatuh dari tebing, harusnya masih tersisa jasad ataupun tulang belulang manusia disana.
aneh setelah diperiksa pangeran ketiga tak menemukan jasad ataupun tulang belulang manusia disana. lantas ia menyuruh beberapa orangnya, untuk turun dan mencari tau tentang hal tersebut. beberapa saat kemudian mereka yang kembali dari bawah tebing mengatakan, jika mereka tidak menemukan tulang belulang manusia atau pun jasad manusia yang dimaksud oleh pangeran ketiga.
pangeran ketiga tidak tau harus bagaimana. namun ia merasa sedikit senang. ia berpikir mungkin Xiao Yan masih hidup dan telah di selamatkan oleh orang lain. mengetahui hal itu, pangeran ketiga segera menyuruh pengawal pribadinya untuk mencari tau tentang Xiao Yan dan memeriksa ke bawah tebing, apakah disana terdapat rumah penduduk atau tidak?.
beberapa saat setelah itu, pangeran ketiga kembali ke kota Yihe untuk beristirahat sejenak sebelum kembali ke istana kerajaan. ia mampir kesebuah kedai makan yang dekat dengan klinik pengobatan tuan tabib. saat ia duduk disana, ia tak sengaja melihat sesosok wanita mirip dengan Xiao Yan. yang berbeda darinya, hanyalah dia lebih berpenampilan feminim daripada Xiao Yan yang senang berpakaian pria.
selain melihat wanita yang mirip Xiao Yan, ia juga melihat seorang pria yang tampak begitu akrab dan perhatian kepadanya wanita itu. pangeran ketiga penasaran dengan apa yang ia lihat. lantas ia hendak pergi melihat secara langsung, apakah orang yang ia lihat adalah Xiao Yan atau bukan. namun saat ingin menghampiri mereka salah satu pelayan membawa makanan pada pangeran ketiga. lalu pandangan pangeran ketiga terhalang oleh pelayan itu dan beberapa pengunjung lain yang telah selesai makan.
seandainya ia bisa lebih cepat lagi, mungkin saja ia berhasil membuktikan jika wanita itu adalah Xiao Yan. pangeran ketiga pun memutuskan untuk kembali dan melaporkan hasil perang kepada kaisar, lalu setelah itu ia berniat untuk mencari wanita itu. setelah selesai melaporkan pada kaisar, pangeran ketiga yang awalnya ingin langsung pergi, malah bertemu dengan Rong Ji dan Ye Jing.
lantas mereka pun berkumpul bersama dan membahas sebuah kejadian yang menyatakan, jika Xiao Yan masih hidup.
"pangeran ketiga bagaimana kabarmu? cepat sekali kau kembali dari Medan perang" ucap Rong Ji
"ya aku baik-baik saja. ku dengar jika kalian beberapa waktu lalu, kalian pernah membawa Ling Mei pergi berobat bukan? lalu bagaimana dengan hasilnya?"
__ADS_1
"Ling Mei berhasil diobati dan parasit yang ada ditubuh nya berhasil dikeluarkan oleh seorang tabib wanita" ucap Rong Ji
"oh ya pangeran, aku ingin memberitahukan satu hal pada mu, yang sampai sekarang masih kami selidiki" ucap Ye Jing dengan serius
"hal apa itu? apakah itu berkaitan dengan Xiao Yan?"
"bagaimana kau bisa tau?" ucap Ye Jing
"karena aku juga ingin membahas hal itu pada kalian. jadi aku sudah tau jika hal yang kalian bahas pasti berkaitan satu sama lain"
"benar sekali. baiklah akan ku beritahu padamu. waktu itu saat kami mengantar Ling Mei pergi berobat di klinik tabib ajaib, kami tak sengaja melihat seorang wanita yang memiliki postur tubuh mirip seperti Xiao Yan. namun wanita yang kami lihat jauh lebih feminim daripada Xiao Yan. tapi sayangnya saat itu dia memakai masker, jadi kami tak sempat melihat wajahnya secara langsung" ucap Rong Ji
"wanita yang kalian katakan itu, mirip seperti wanita yang aku lihat di kedai makan tadi. tapi aku tadi berhasil melihat wajahnya secara langsung, namun sayangnya sebelum aku sempat membuktikan jika dia benar adalah Xiao Yan, dia sudah pergi terlebih dahulu dari tempat itu"
"lalu satu hal lagi, yang ingin ku katakan pada kalian. kalian tau tebing, tempat dimana Xiao Yan pernah terjatuh itu? saat aku pergi ke sana dan melempar bunga kebawah tebing. aku melihat tebing yang biasa tertutup oleh kabut menjadi bersih dan kau tau apa yang membuat ku senang? aku senang karena tidak melihat jasad atau tulang belulang manusia di sana"
"kau tau itu menandakan, jika Xiao Yan selamat dari kejadian itu dan kemungkinan dia telah diselamatkan oleh orang yang ada di bawah tebing tersebut" ucap pangeran ketiga dengan senang
"itu adalah kabar baik. aku memang tidak percaya jika Xiao Yan mati begitu saja dan bisa dipastikan jika orang yang kita temui di kota Yihe itu, benar adalah Xiao Yan" ucap Rong Ji
"ya kau benar. tapi sebelum itu aku telah menyuruh beberapa orang untuk mencari tau, apakah ada penduduk yang tinggal dibawah tebing itu? jika benar ada penduduk, mungkin saja Xiao Yan telah diselamatkan oleh mereka"
__ADS_1
"ya benar. namun yang membuat aku tidak habis pikir adalah jika itu adalah Xiao Yan, lalu mengapa dia tidak mengenal kita? dan mengapa dia tampak begitu asing dengan kita? apakah telah terjadi hal lain padanya? hingga dia tidak mengenali kita" ucap Ye Jing
"yang kau katakan memang ada benarnya. tapi untuk membuktikan itu semua, kita harus langsung mencari orang nya dan bertanya langsung padanya" ujar pangeran ketiga