
luka pangeran ketiga, kini telah sembuh dan sekarang ia telah di perbolehkan untuk kembali ke kediaman nya. sebelum kembali ia pun berniat mampir ketempat Li Shang dan bertanya tentang perkara yang terjadi di tempat perburuan.
sayang nya pada saat itu, Li Shang sedang tidak berada di kediamannya, ia pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana. ia pun akhirnya memilih pergi ketempat Xiao Yan dan pergi menemui nya. ia berharap setelah membiarkan Xiao Yan tenang, ia bisa mendapatkan maaf dari nya.
ketika ia tiba, pintu kediaman keluarga Wei kini tengah tertutup rapat, seperti tidak ada orang disana. ia pun memutuskan untuk melihat kedalam, namun sayangnya pintu rumah itu ternyata terkunci, ia pun memilih untuk melompat tembok rumah Xiao Yan.
ia berhasil masuk kedalam, saat di periksa tidak ada siapapun didalam rumah. semuanya kosong dan tidak ada orang, kini ia mulai bingung dan merasa bersalah pada Xiao Yan. ia pun pergi meninggalkan rumah itu, lalu ia pergi ketempat Ling Mei.
sesampainya di kediaman Ling Mei, orang rumahnya mengatakan, jika Ling Mei pergi mengikuti keluarga Wei untuk meninjau bisnis. pangeran pun bertanya pada mereka, apakah mereka tau dimana tempatnya? mereka menjawab, mereka tidak tau tempat itu, mereka hanya sempat mendengar jika Ling Mei menyebut mereka akan pergi ke wilayah kerajaan Long.
pangeran ketiga yang mendengar itu, kini mulai khawatir ia takut, jika akan terjadi hal buruk pada Xiao Yan. setelah itu ia pun pergi lagi ke kediaman Li Shang untuk bertanya tentang itu. untungnya Li Shang telah kembali ke kediaman nya. mendengar jika ada pangeran ketiga di depan rumahnya ia pun pergi dan menyambut pangeran.
mereka pun masuk dan mengobrol bersama di dekat taman.
" Li Shang, katakan yang sebenarnya mengapa kau bisa tau jika aku sedang dalam bahaya, waktu di tempat perburuan itu?"
"maaf pangeran, tapi aku tak bisa memberitahukan ini padamu, aku telah berjanji takkan membocorkan rahasia ini"
"rahasia apa? apakah pangeran pertama yang menyuruh mu?"
"tidak pangeran, kau salah"
"lalu siapa yang memberitahukan mu tentang itu?"
"sebenarnya aku tak mengetahui rencana mu dan aku juga tak bermaksud untuk ikut campur, tapi karena aku melakukan ini demi seseorang, jadi aku tak bisa menolak nya"
"katakan saja, siapa orang itu? mungkinkah yang kau maksud itu ada Xiao Yan?"
"baiklah pangeran, aku memang tak pandai menyimpan semua ini darimu, akan ku katakan padamu, jika memang Xiao Yan yang menyuruh ku untuk mengikuti dan melindungi mu dari belakang"
"sebenarnya pada hari itu sebelum perburuan di mulai, Xiao Yan sempat kemari ia ke sini untuk membicarakan hal itu padaku. awalnya aku menolak, tapi ia terus memohon pada ku, ia takut akan terjadi sesuatu padamu dan akhirnya aku membantunya"
"lalu bagaimana dengan Xiao Yan, apa kau tau dimana dia berada sekarang ini?"
"apakah Xiao Yan tak memberitahukan hal ini padamu?"
"aku tidak tau apa-apa, selama ini aku ditahan dan tidak diperbolehkan untuk kemanapun saat aku sedang terluka dan saat aku sudah sembuh, aku baru menyadari jika Xiao Yan sudah lama tak datang untuk mengunjungi ku. aku paham dia marah, tapi aku tak menyangka jika dia akan pergi begitu saja, tanpa memberitahukan ini pada ku"
"maaf pangeran, sebenarnya Xiao Yan juga tak mengatakan tujuannya kepada ku, ia hanya mengatakan, jika ia akan pergi mengikuti nyonya Wei ke wilayah kerajaan Long untuk meninjau bisnisnya dan hanya itu saja yang bisa ku beritahu pada mu"
"Hem baiklah asalkan sudah tau kemana ia pergi, aku pasti akan mencari nya dimana pun ia berada"
"maaf pangeran, jika ku perhatikan lebih jauh ternyata kau sangat menyukai Xiao Yan ya"
__ADS_1
"jangan sembarang bicara, aku hanya khawatir saja padanya, kau tau jika dia adalah orang yang sangat ceroboh, bagaimana jika dia membuat masalah di kerajaan Long, siapa nanti yang bisa membantu nya jika bukan aku?"
"hehe maaf pangeran, aku hanya bercanda saja, jadi jangan dimasukkan kedalam hati dan menurut ku, pangeran seharusnya tak perlu kwahatir tentang Xiao Yan, pangeran tau sendiri, jika dia pergi bersama dengan keluarga nya, jadi dia tentu akan aman disana"
"tetap saja, meskipun ada orang yang melindunginya, tapi tetap saja dia selalu membuat orang khawatir"
"hehe.. ya sudahlah pangeran, aku sudah tau maksud mu, jadi sekarang kau berniat untuk menyusul mereka bukan?"
"ya tentu saja, memang kenapa?"
"pangeran, ku saran kan padamu jika kau ingin menyusul mereka sebaiknya kau pergi dengan kapal saja, jika kau pergi menggunakan kereta kuda itu akan memakan waktu yang cukup lama, takutnya jika kau kelamaan diperjalanan Xiao Yan keburu direbut oleh pria tampan dari kerajaan Long" ucap Li Shang sambil mengejek
"apa maksud mu? apa kau sedang meremehkan ku?" asal kau tau saja ya, Xiao Yan bukanlah orang seperti itu, dia takkan membiarkan orang asing untuk mendekati nya"
"bagaimana pangeran bisa tau? Hem jika di lihat-lihat ternyata pangeran ini cukup perhatian juga pada nya ya"
"sudahlah, aku sudah cukup bicara dengan mu, kalau begitu aku pergi dulu dan terima kasih informasinya"
"pangeran tunggu, apa kau mau pergi sekarang?"
"pergi sekarang atau kapan? itu tak ada hubungannya dengan mu dan aku juga takkan mengajak mu"
"pangeran jahat sekali, padahal aku belum mengatakan apapun padamu, tapi jika memang itu keinginan mu maka lakukan lah. bawa Xiao Yan kembali dengan selamat, tapi jika kau tidak bisa melakukan nya, katakan saja padaku. aku yang akan datang untuk menjemput kalian nantinya"
"haha pangeran bisa saja, baiklah kalau begitu hati-hatilah"
pangeran ketiga pun pergi dan kembali ke kediaman nya, ia pun menyuruh pengawalnya untuk menyiapkan segala hal yang mereka perlukan untuk pergi ke kerajaan Long. pangeran pertama yang mengetahui jika pangeran ketiga akan pergi pun, mengirim pesan padanya jika ia harus berhati-hati disana.
setelah semua perlengkapan siap, pangeran pun pergi ke pelabuhan saat tengah malam. ia dan pengawalnya pergi ke kerajaan Long untuk menyusul Xiao Yan.
sementara di kerajaan Long, sejak Xiao Yan dan yang lain datang ke sana mereka selalu menghabiskan waktu bersama dengan kakeknya, suatu hari mereka bermain sebuah permainan dan kakek kaisar mengatakan pada mereka jika mereka bisa mengalahkan nya, ia akan memberikan apa saja yang mereka inginkan.
setelah Xiao Yan dan yang lain mendengar hal itu, tentu membuat mereka jadi bersemangat untuk memenangkan permainan itu. lalu sang kakek memberitahukan kepada mereka permainan seperti apa yang akan mereka mainkan.
permainan nya adalah tentang sambungan menyambung syair puisi. mendengar hal itu, membuat Xiao Yan merasa mustahil untuk menang melawan kakeknya yang sudah ahli itu. tapi semua itu tidak berakhir begitu saja, karena mereka mempunyai Ye Jing si ahli dalam segala dan mereka pun memberikan tugas itu padanya.
Ye Jing pun merasa tertantang ia pun berniat mencoba nya. syair pertama memang agak rumit, tapi setelah ditelaah ternyata ia bisa menyambungnya dan ternyata syair yang dimainkan oleh sang kakek adalah syair klasik dan Ye Jing sendiri senang dengan syair itu.
beberapa ronde telah berhasil Ye Jing selesai dengan baik dan kini tinggal satu kali permainan terakhir. syair terakhir ternyata lebih rumit, ia tak menyangka jika sang kakek akan memakai syair yang belum pernah ia dengan sebelumnya. ia tentu kebingungan harus bagaimana.
ia pun akhirnya memilih menyerah saja, kini pupus sudah harapan Xiao Yan untuk mendapatkan itu. tapi karena sang kakek yang takjub melihat kemampuan Ye Jing, ia pun memberikan Ye Jing kesempatan untuk mengatakan satu keinginan yang paling diinginkan oleh nya.
dalam hati Xiao Yan berteriak liontin giok, ia pun memikirkan, bagaimana cara agar Ye Jing bisa paham dengan keinginan mereka. ia pun melempari Ye Jing dengan batu kecil, Ye Jing menoleh dan melihat kebelakang. belum sempat mengatakan apapun, ia sudah mengacung kan jempol pada mereka.
__ADS_1
mereka kira ini akan berjalan dengan lancar, lalu saat kaisar bertanya padanya, ia mengatakan jika ia ingin melihat ruang harta kerajaan Long. Xiao Yan yang mendengar itu merasa jika Ye Jing tak bisa diharapkan lagi, kini mereka merasa kecewa dengannya.
sang kakek yang mengetahui keinginan cucunya pun mengabulkan permintaan nya. mereka pun diizinkan masuk ke ruang harta kerajaan Long, kapan saja mereka mau. Ye Jing senang dengan itu, tapi tidak dengan mereka yang berdiri dibelakangnya.
setelah itu mereka kembali untuk beristirahat, tapi bukan nya beristirahat mereka malah berkumpul ditempat Ye Jing dan mereka memarahi nya habis-habisan, Ye Jing pun berusaha menjelaskan pada mereka.
"mengapa kau tak langsung mengatakan jika kau menginginkan liontin giok itu?"
"bukannya aku tau mau mengatakan itu, kalian tau jika aku mengatakan bahwa aku menginginkan liontin giok, itu merupakan hal yang mencolok dan kakek akan curiga pada kita jika aku mengatakan itu"
"kalian tau sendiri jika liontin giok itu adalah benda berharga peninggalan putri kerajaan Long, bagaimana aku bisa mengatakan jika aku menginginkan hal yang paling berharga bagi mereka, apa kalian ingin kita semua mati di tempat ini?"
"setelah dipikir-pikir yang kau katakan itu memang ada benarnya, liontin giok itu adalah benda berharga, mana mungkin kakek akan merelakan benda itu dimiliki oleh orang lain"
"sekarang kalian sudah mengerti kan, mengapa aku tidak mengatakan hal itu?"
"ya, lalu mengapa kau mengatakan, jika kau ingin melihat ruang harta kerajaan Long?"
"aku hanya ingin memastikan saja, jika liontin giok itu ada di sana"
"ya ide bagus, semoga saja ada benda itu disana"
"lalu kapan kita akan melihat ruang harta itu?"
"secepatnya besok pagi, kalian berkumpul lah di sini untuk besok pagi dan setelah semua telah berkumpul kita akan pergi melihat bersama"
"Hem baiklah kalau begitu"
keesokan paginya, mereka pun berkumpul dan pergi melihat ruang harta. awalnya mereka akan ditemani oleh kakeknya namun karena ada pertemuan mendadak, sang kakek pun menyuruh mereka pergi dengan Kasim istana. ruang harta ternyata ada di ruang bawah tanah. mereka pikir jika ruang harta kerajaan mungkin adalah sebuah gedung besar yang isinya harta berharga berupa emas atau pun permata.
tapi setelah di lihat-lihat ternyata berbeda jauh dengan apa yang mereka bayangkan sebelumnya. mereka pun masuk melalui satu pintu rahasia dan pintu nya terhubung dengan sebuah terowongan bawah tanah. jika masuk sendiri tanpa bimbingan dari Kasim atau pun kakeknya, mungkin mereka bisa saja terkena jebakan atau perangkap yang terpasang disana.
Kasim yang menemani mereka adalah orang kepercayaan kakeknya dan Kasim itu tentu sudah tau jalan aman agar mereka bisa melewati jebakan dan perangkap disana. mereka tak menyangka jika terowongan itu akan sangat dalam, mereka pun tak tau sudah berapa lama mereka didalam sana.
setelah beberapa saat kemudian sudah terlihat sebuah pintu masuk dengan kode khusus yang hanya bisa dipecahkan oleh keluarga kerajaan saja. karena Kasim adalah orang kepercayaan kaisar tentu ia tau, bagaimana cara memecahkan kode itu.
tak butuh waktu lama pintu itu kini telah berhasil terbuka, mereka pun masuk kedalam tempat itu bersama-sama. melihat begitu banyak harta benda yang ada di ruangan itu membuat mereka berpikir betapa kayanya kerajaan Long ini, sampai begitu banyak harta.
sang Kasim menjelaskan jika harta itu merupakan harta turun temurun dari beberapa generasi penerus kerajaan Long dan ada juga harta persembahan dari kerajaan lain. mereka pun melihat sekeliling dan membagi tugas untuk menemukan liontin giok itu.
setelah melihat-lihat, ternyata mereka tak menemukan apa yang mereka inginkan. Kasim yang melihat jika mereka sedang kebingungan mencari sesuatu, lantas ia bertanya pada mereka apa yang mereka cari. awalnya mereka ragu untuk menjawab, tapi setelah dipikir-pikir mereka akhirnya mengatakan, jika benda yang mereka cari ada sebuah liontin giok.
Kasim menunjukkan beberapa liontin giok pada mereka, namun tak satu pun yang sama persis dengan yang mereka cari. Kasim pun bertanya sekali lagi pada mereka, seperti apa liontin giok yang mereka cari itu. mereka menjawab jika liontin giok yang mereka cari adalah liontin giok yang memiliki pantulan cahaya lembut dan liontin giok itu terdiri dari dua bagian atau bisa disebut dengan liontin giok kembar atau berpasangan.
__ADS_1